Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 164 : Pesta Teh


__ADS_3

Walau disebut pesta teh para dewi hanya aku dan Amnesty yang duduk di meja itu, dia menuangkan teh untukku sebelum duduk menyeruput tehnya sendiri.


Aku yang kebingungan bertanya.


"Ini dimana?"


"Ini di alam dewi tepatnya di kediamanku."


Aku bisa melihat sebuah bangunan mewah di belakangku dan pulau-pulau yang melayang di sekitarnya, tidak dipungkiri bahwa pulau ini melayang juga namun wilayahnya lebih luas dan tanpa memukau.


Seluruh tempat ini dihiasi rerumputan hijau, bunga dan puluhan kupu-kupu berwarna-warni yang berterbangan ke segala arah.


Amnesty berdeham sekali.


"Biasanya aku mengundang banyak dewi tapi kurasa hari ini aku hanya ingin mengundangmu saja."


"Begitu, aku sangat senang bisa berduaan dengan dewi cantik seperti ini."


"Berhentilah menggodaku aku masih merasa malu dengan apa yang telah kau lakukan padaku."


"Haha," aku hanya bisa tertawa kecil selagi menyeruput tehku.


Amnesty melanjutkan.

__ADS_1


"Apa kau tidak ingin mengetahui siapa aku sebenarnya?"


"Aku sudah tahu garis besarnya skill yang sebelumnya kugunakan adalah Skill dosa mematikan Nafsu, dengan mencium seseorang aku bisa mengetahui apapun yang dia sembunyikan tak terkecuali dewi... Anda ratu para dewi yang dulu pernah bertarung dengan Rion bukan?"


"Begitulah, dia menantangku karena aku mengirimnya ke dunia fana tapi aku juga memiliki rahasia untukmu juga. Apa kau mau mengetahuinya kau bisa menggunakan skill dosa mematikan lagi padaku?"


"Itu terlalu berlebihan."


"Tidak masalah aku tidak keberatan, ada sesuatu yang tidak bisa kuceritakan jadi jika kau mengetahuinya sendiri itu bukan salahku."


Aku sangat penasaran jadi aku akan melakukannya.


Aku meminta Amnesty duduk di pangkuanku, ini membuat jantungku berdegup kencang namun kurasa aku tidak bisa mundur.


Itu terasa lembut.


"Bukannya posisi ini berbahaya," teriakku dalam hati.


"Jangan mengatakan hal aneh jadilah pria dewasa... dengan melakukan ini mungkin kau juga harus menikahiku loh."


"Aku akan menolak kalau begitu."


"Apa kau yakin tidak penasaran?"

__ADS_1


Mungkin inilah alasan kenapa hanya aku dan Dewi Amnesty yang berada di sini. Karena sejauh ini mari lakukan.


Kami bertukar ciuman beberapa waktu tanpa memberikan jeda sedikitpun, Ini hanya pemandangan erotis yang tidak pantas untuk dikatakan.


Setelah selesai aku hanya menghela nafas panjang sementara dewi Amnesty harus menenangkan dirinya sesaat selagi merapikan pakaiannya yang kusut sebelum meminum tehnya kembali.


"Aku harus menunggu lamaranmu nanti," atas pernyataan Dewi Amnesty aku hanya tersenyum masam.


Rion pernah bilang bahwa dewi sangatlah tertarik dengan manusia, kurasa itu benar.


Sekarang mari lihat informasi apa saja yang kudapatkan?


"Bukannya ini," reaksiku membuat dewi Amnesty tersenyum puas.


"Mulai sekarang kau bisa memanggilku namaku saja."


Ada beberapa hal yang tidak boleh kubicarakan pada orang lain, mengenai Titan, sebelumnya Lu Shang ataupun Solomon mengetahuinya di benua lain tanpa tahu asal usul mereka tapi sekarang aku tahu.


Ras Titan sebelumnya hidup berdampingan di dunia ini sebagai pelayan, suatu hari mereka ingin mengambil alam dewi dan akhirnya dilemparkan ke dunia yang sekarang aku tempati.


Saat ras Titan berselisih dengan manusia mereka bertarung dengan kemampuan luar biasa bahkan menghancurkan umat manusia bukanlah hal sulit, dunia pada awalnya dibuat untuk ras manusia karena itulah para dewa dewi membantu manusia.


Dengan kata lain Lu shang dan Harfilia hanya terjerat di dalamnya, dan satu orang yang harus disalahkan adalah Nightmare.

__ADS_1


__ADS_2