Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 138 : Melawan Solo Bagian Tiga


__ADS_3

Aku berteriak ke arah White Tiger yang sudah menghabisi musuhnya.


"Beritahu Diona dan pasukannya di luar kota untuk menyisir area sekitar kota dan kalahkan orang-orang yang telah menciptakan lingkaran sihir di atas kita."


"Aku mengerti."


White Tiger berubah menjadi sosok harimau putih dengan empat kaki yang mana langsung melesat jauh.


"Jadi gadis suci ada di sini, jika begitu aku juga akan membunuhnya nanti."


"Kau tidak ingin mengejarnya?"


"Jika aku mengejarnya kau pasti akan menemukan celah untuk membunuhku bukan."


Orang ini sangat pintar.


"Apa aku harus membantumu juga di sana?" ucap Deren masih bertarung.


"Biar aku yang atasi ini."


Aku meluncur dengan kecepatan tinggi untuk mengincar salah satu dari Solo, dia memosisikan dirinya dalam bertahan sementara Solo yang tersisa menyergapku dari segala arah bersiap menusukan pedang dari segala arah.


Sihir dunia tidak bisa kuandalkan karena itu menggunakan ilmu pedang adalah sesuatu yang bisa kulakukan.


Aku membungkuk untuk menghindar rentetan ujung pedang tajam.


Salah satu yang sebelumnya menahan seranganku siap untuk mengayunkan pedangnya dan aku segera melompat ke samping menghindarinya.


Dua dari mereka mengayunkan pedangnya mendorongku dengan kekuatannya. Satu pukulan menendang perutku membuatku meluncur menabrak dinding bangunan.


Ketika ke enam Solo siap melakukan kombo untuk menghabisiku, kilatan petir jatuh dari langit membuat pagar di depanku yang mana menjauhkan sosok mereka dariku.

__ADS_1


"Syukurlah aku datang kemari, pantas saja perasaanku buruk."


Sosok wanita dengan pedang telah berdiri gagah di depanku, ia memiliki rambut pirang yang diikat sanggul sementara penampilannya masih seperti biasanya dengan kemeja berenda serta rok pendek yang dikenakannya.


Tanpa aku mengatakannya semua orang tahu dia adalah mantan pahlawan dari tujuh pahlawan mahkota dewi, Gracia Roux.


Gracia mengulurkan tangannya padaku yang mana kuterima baik olehnya. Tampak sosok Solo tidak senang saat melihat Gracia di depan matanya.


"Bagaimana kau bisa menggunakan sihirmu di bawah lingkaran sihir ini?" tanyaku.


"Hanya berkah dewi saja yang tidak terpengaruh oleh sihirnya, bukannya kau juga begitu."


"Ah... karena itulah aku masih bisa menggunakan Magic Tree yang merupakan berkah Dewi, hmmm Dewi siapa yah... aku lupa lagi."


"Haha candaan yang lucu Lion, padahal kau selalu melakukan hal dewasa denganku tapi kau bisa melupakan namaku."


Pipi Gracia memerah.


"Apa yang selalu kalian lakukan saat kau tidak bersamaku."


Kita harus mengalahkan orang di depan kami.


"Terima kasih sudah datang."


"Hanya kebetulan saja."


"Mari serang."


"Hey, dengarkan aku saat aku berbicara."


Aku mengirimkan tebasan secara acak pada Solo begitu juga Gracia yang menggunakan pedang Theresa miliknya.

__ADS_1


Kilatan cahaya dengan bunyi memekikkan telinga terdengar jelas dalam pertarungan ini.


"Grand Ariesta."


Kilaun cahaya menyerang pandangan para musuh hingga tidak bisa bergerak, di saat yang sama kuikatkan tanaman untuk menjerat seluruh tubuhnya.


"Inilah akhirnya."


Gracia mengayunkan pedangnya dan seluruh kepala Solo terpenggal ke udara menyisakan perasaan aneh setelahnya. Semacam tanda tanya di kepalaku yang mengatakan apa dia memang kalah semudah itu? Tepat saat memikirkannya sebuah darah menyembur dari mulut Gracia.


"Gracia."


Setelah menusuk tubuhnya dengan tangan kiri, Gracia menerima pukulan di wajahnya lalu meluncur jauh ke belakang.


Aku berusaha melawan sosok yang melakukannya namun aku juga terlempar di dekat Gracia yang mencoba bangkit.


Gracia menggigit ujung bibirnya.


"Sebelumnya aku bertanya-tanya kenapa dia bisa menggunakan 12 sihir suci Algoritma, ternyata dugaanku benar."


"Apa maksudmu?" aku bertanya.


"Dia adalah Venus."


Sosok Solo yang sebelumnya kulihat telah berubah seutuhnya, dia kini memiliki rambut putih panjang terurai indah.


Kulitnya yang putih terekspos jelas tanpa pakaian sedikit pun kecuali warna terang yang menyilaukan yang semakin memudar dan menghilang.


Dia melayang di udara dengan empat sayap putih di punggungnya.


Setelah bertemu dengan Ranger yang merupakan pemimpin para Titan sekarang aku malah bertemu dengan satu lagi orang yang paling berbahaya perwakilan dari benua manusia.

__ADS_1


"Venus Angelria M.K Eldona," panggil Gracia.


"Sudah lama tidak ada yang memanggilku dengan nama lengkap jadi aku sedikit senang."


__ADS_2