
Ranger mengulurkan tangannya ke arahku tanpa merubah ekpresinya.
"Bergabunglah denganku, kita bisa bersama-sama memusnahkan umat manusia."
"Aku manusia, apa menurutmu aku akan bergabung denganmu?"
"Hal itu bisa kita atasi, dengan ramuan yang kami miliki kau bisa berubah menjadi Titan seperti kami."
"Maksudmu menjadi Titan pemakan manusia yang menyedihkan."
"Itu hanya ramuan yang gagal. Yang akan kuberikan adalah ramuan sesungguhnya."
Tanpa menyiratkan keraguan, Ranger mengambil botol dari balik pakaiannya.
"Ini adalah botol terakhir yang diwariskan Dewa Titan sendiri, ramuan ini akan membuatmu menjadi Titan setinggi 80 meter sama sepertiku... jika kau bersedia bergabung aku akan memberikannya padamu, tentu ini hanya satu-satunya di dunia ini dan Titan yang memakan manusia itu hanyalah ekperimen yang di lakukan anak buahku untuk meniru botol yang asli... bukannya ini penawaran bagus untukmu?"
Aku diam sejenak untuk memikirkannya lalu membuka mulutku.
"Kalau begitu aku juga punya penawaran untukmu, peperangan ini adalah sesuatu yang bodoh, bagaimana jika kalian hentikan ini semua dan ikutlah denganku, aku akan menjamin jika kalian akan mendapatkan kehidupan yang kalian inginkan."
"Yang kami inginkan adalah kemusnahan manusia, tidak ada lagi yang lebih baik dari itu."
Tatapan Ranger menyiratkan emosi yang telah dia pendam sejak lama, aku jelas tidak bisa menyalahkannya lagipula semua ini terjadi karena ulah manusia yang mengambil tempat kelahiran mereka.
__ADS_1
Meski begitu apa menghancurkan umat manusia adalah sesuatu yang benar?
Aku tidak peduli dengan manusia bodoh yang selalu melakukan kejahatan di mana-mana, tapi fakta bahwa masih banyak manusia yang memiliki hati baik tidak bisa dipungkiri begitu saja.
Kami berdua berkata di waktu bersamaan.
"Apa keputusanmu?"
Kami berdua saling menatap satu sama lain dalam diam dan menjawab di waktu bersamaan pula.
"Aku menolak."
Ranger yang lebih dulu membuka mulutnya kembali.
"Aah, aku tidak masalah untuk itu... aku juga akan membunuhmu dan mengambil para Titan yang benar-benar tidak mau bertarung untuk berada dipihak Nibela."
Ranger tersenyum lalu berbalik memunggungiku.
"Lakukan saja jika kau bisa... aku akan menunggu kalian di benua manusia dan menghancurkan segalanya, manusia, iblis, Titan dan juga para dewa-dewi. Ini adalah sebuah perang besar yang kembali terukir di dunia ini, namun berbeda dari sebelumnya Titan lah yang akan menjadi satu-satunya ras di dunia ini."
"Apa dengan maksudmu iblis? Raja iblis di benua ini telah aku kalahkan."
"Masih ada satu lagi yang akan muncul nanti, benar kan Dewi Riona."
__ADS_1
Ranger melemparkan botol yang dia sebut ramuan padaku yang kutangkap dengan baik.
"Apa ini hanya kebohongan?"
"Tidak, itu asli... anggap saja itu ucapan terima kasih padamu yang telah mencoba untuk menyelamatkan Titan. Aku tidak keberatan memberikannya padamu."
Orang ini jelas sulit untuk dipahami.
Bahkan saat aku mengatakan bahwa aku akan membunuhnya dia malah memberikannya padaku padahal dia repot-repot membuat tawaran sebelumnya.
Apa masalahnya dengan orang ini?
Setelah kepergian Ranger, Rion menyela.
"Walau kalian berdua bermusuhan Ranger sudah tahu entah dia menang atau kalah, Titan tetap saja akan memiliki kehidupan yang mereka inginkan... misal dia kalah, kau masih akan mempertahankan para Titan dan berada di pelindungmu Lion. Tapi jika dia menang umat manusia akan musnah meski demikian para dewa-dewi tidak akan membiarkannya hingga mereka pasti akan menyerang sama seperti waktu itu."
"Dan jika aku bisa mengambil para Titan ke benua iblis? Apa para dewa dewi tidak akan menyerangku."
"Entahlah, tapi jika kau berniat untuk menyelamatkan ibu Nibela yang sekarang tertahan di es keabadian, maka jawabannya iya.... seperti yang Ranger bilang, ini adalah perang besar, entah kau atau Ranger hambatan yang sesungguhnya datang akan berasal dari para dewa dan dewi."
"Karena itulah dia mencoba merekrutku."
Rion adalah seseorang yang pernah bertarung dengan Ratu Para Dewi dan seimbang. Jadi kami bisa dibilang adalah sebuah bantuan yang menjanjikan.
__ADS_1