
"Bagaimana ujiannya?"
Sekembalinya ke guild, Mei Ling yang telah memberikan uang pendapatan pada petualang lain bertanya pada Harfilia yang datang mendekat.
"Tidak buruk."
"Kau yakin memilih peringkat C."
"Aku ingin mengambil pekerjaan secara solo, jadi kupikir itu lebih baik."
"Begitu, sayang sekali beberapa orang bertanya padaku apa Harfilia sudah memiliki party dan aku jawab aku tidak tahu."
"Begitukah, apa sangat sulit berpetualang sendirian?"
"Tentu saja, selalu ada batasan saat seseorang mengambil pekerjaan seorang diri.. bagaimana jika kau ikut dengan mereka?"
Pertanyaan itu diarahkan kepada Solomon dan Lu Shang yang saling mengobrol satu sama lain di bar yang dikelola tempat ini.
Ekpresi Harfilia tampak sedikit sulit jika menilai kedua orang tersebut.
"Yah, aku hanya menyarankan... pilihan tetap berada padamu."
"Aku akan memikirkannya setelah mengambil beberapa quest untuk hari ini."
"Baiklah, silahkan pilih apapun yang kau suka yang ada di papan permintaan di sana. Setelah kau menentukannya ambil dan berikan padaku untuk aku daftarkan."
"Dimengerti."
Tepat saat Harfilia berdiri di depan papan permintaan sosok Lu Shang muncul untuk menggodanya. Dia berkata selagi menunjuk salah satu permintaan yang dipajang.
__ADS_1
"Pilihlah yang ini, aku akan membantumu jika kau mau melakukannya."
"Mengalahkan lima Boar... hmm, kurasa aku akan mengambilnya."
"Kalau begitu."
"Aku akan melakukannya sendirian."
"Heh."
Lu Shang hanya menghela nafas kecewa sementara Harfilia berjalan melewatinya dengan wajah jahil tanpa menunjukan ekpresinya pada siapapun.
Setelah memberikan selembaran itu pada Mei Ling dia lalu pergi setelahnya.
Solomon tertawa aneh saat Lu Shang duduk di kursinya.
"Usaha bagus, tapi kau terlalu cepat untuk mendapatkan gadis itu, bagaimana jika kau pergi rumah bordil di sana banyak gadis cantik yang lebih darinya."
"Entahlah."
Solomon meminum minumannya lalu bergegas berdiri.
"Aku juga sedikit penasaran dengan kemampuannya, mari ikuti."
"Solomon?"
Dengan memperhitungkan jarak, keduanya mengendap-endap di belakang Harfilia sebelum akhirnya mereka bersembunyi di daratan tinggi selagi mengawasinya dari kejauhan.
Bagi Harfilia bukan hal sulit untuk merasakan kehadiran keduanya hingga dia mengembungkan pipinya selagi melirik ke arah mereka.
__ADS_1
"Berhentilah mengikutiku."
"Kita sudah ketahuan Solomon."
"Sudah jelas kita ketahuan, pandangan cabulmu telah tersebar ke area ini."
"Oi, jangan memperlakukan seperti itu."
"Jadi apa yang kalian inginkan dariku?" tuntut Harfilia.
"Aku ingin mengundangmu ke dalam party kami... dengan bantuanmu kita pasti akan menjadi petualang terhebat di benua ini," balas Lu Shang dengan percaya diri.
Solomon menjelaskan.
"Lebih baik kau terima saja, dia sangat keras kepala... di sini dekat dengan desaku bagaimana jika kau mampir sebentar untuk beristirahat."
Harfilia menghela nafas panjang sebelum akhirnya mengangguk mengiyakan, ketiganya tiba di sebuah desa kecil yang dipenuhi manusia yang sejujurnya adalah ras iblis.
Mereka terlihat seperti manusia pada umumnya jadi tidak akan mungkin seseorang mengetahuinya dengan mudah. Di antara mereka sebuah kurumunan anak-anak berlarian untuk mendekat ke arah Solomon.
"Kakak Solomon datang kemari."
"Apa kalian sehat-sehat saja."
"Lihat ini, aku membuat beberapa kerajinan dari bunga," salah satu gadis kecil memberikan kalung untuk Solomon.
"Ini tampak indah Isabela."
"Aku membuatnya sangat lama, lalu mereka berdua."
__ADS_1
Ini juga pertama kalinya bagi Lu Shang untuk mampir kemari, selama ini Solomon lebih suka untuk menyembunyikan desanya bahkan pada temannya sendiri.