Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 476 : Dua Estelle Satu Yang Asli


__ADS_3

Apa yang dikatakan raja iblis mungkin benar.


Tapi sejauh ini aku yakin bahwa mereka telah berlatih hingga sampai tahap ini, jadi tak akan kubiarkan semua perjuangan mereka berakhir sia-sia.


Aku menyentuhkan tanganku di permukaan tanah dan sebuah tanaman meluncur ke arah raja iblis di mana itu mirip sebuah bor raksasa.


"Bodoh."


Cermin raksasa menelan seranganku sementara cermin lain mengarahkan seranganku kembali.


Bahkan Magic Tree ku bisa diputar balikan.


Estelle berdiri di depanku untuk menahan ujung tanaman itu hingga dia terdorong beberapa sentimeter dengan nafas yang terengah-engah.


Varlia menebas tanamanku dan akhirnya itu berhenti bergerak. Hualing menggunakan sihir pelindung untuk melindungi kami saat puluhan cermin muncul di atas kepala kami lalu berjatuhan menghantam kami.


Rentetan serangan tersebut jelas tak ada hentinya.


"Aku akan melindungi kalian, cepat pikirkan sesuatu untuk mengalahkannya," ucap Hualing demikian.


Tidak ada yang membalasnya jadi jelas rencanaku yang bisa kupakai.

__ADS_1


"Bagaimana soal sihirmu, apa kau bisa menirunya?" tanyaku pada Varlia.


"Aku mungkin hanya bisa menggunakannya sekali dalam satu kesempatan."


"Itu juga sudah cukup, aku memiliki ide... mari bekerja sama."


Semua orang mengangguk sepakat, tepat saat raja iblis menyelesaikan serangan beruntunnya kami menerjang maju. Tidak seperti sebelumnya Hualing kini menggunakan sihir pendukung lewat nyanyian serta alat musiknya yang membuat kecepatan serta kekuatan kami berlipat ganda.


Untuk bisa kembali ke duniaku, ada aturan di mana pahlawan saja yang harus membunuh raja iblis dan itu adalah Estelle.


Mamia dan Varlia menyerang duluan.


"Taktik seperti itu tak akan bisa mengecohku."


Darah menyembur dari keduanya saat aku dan Estelle menyerang berikutnya dari depan, aku memberikan tebasan diagonal namun tebasanku tidak terlalu dalam karena raja iblis lebih dulu mendorong tubuhnya ke belakang.


Dalam momen tersebut Estelle mengambil kesempatan namun raja iblis mengarahkan kedua tangannya demi menciptakan cermin kecil yang mana dari sana sama-sama menembakan sinar kegelapan membuat kami terlempar lalu berguling-guling di tanah dengan darah yang merebas dari samping kepala kami.


Estelle dan aku memaksakan diri untuk bangkit meskipun kaki kami telah gemetaran.


"Kalian masih berjuang, kalau begitu aku akan membunuh kalian dengan cepat."

__ADS_1


Puluhan cermin kembali muncul di atas langit di mana kini targetnya fokus terhadap kami berdua. Di saat yang sama sihir penyembuh Hualing secara bertahap menyembuhkan tubuh kami.


Ketika kami sudah bisa bergerak aku melemparkan bola asap di bawah kaki kami hingga tubuh kami berdua terselimuti seutuhnya.


"Apa yang kau rencanakan?" tanya raja iblis gelisah.


Dari asap itu kami keluar secara bersamaan dengan masing-masing membawa satu pedang di tangan.


"Kau?"


Aku menggunakan skill dosa mematikan dimana kini ada dua Estelle yang menerobos maju.


"Tipuan seperti itu tak akan mempengaruhiku, mencoba untuk menipu pergerakan kalian, hal itu tak berpengaruh."


Sebuah tembakan laser menyerang kabut di belakang kami di mana raja iblis sepertinya ingin mencari tahu apa di sana masih ada orang atau tidak, tentu saja tidak ada siapapun di sana, dengan kata lain aku benar-benar menyamar jadi Estelle sekarang.


"Mustahil, dari kalian bisa mengunakan sihir penyamaran."


"Manusia bahkan bisa lebih kuat dari yang kau pikirkan."


"Jangan bercanda."

__ADS_1


Aku dan Estelle tepat berada di depan raja iblis untuk memberikan serangan akhir kendati demikian raja iblis sudah siap untuk itu, dia mengorbankan satu tangannya untuk menangkap pendangku sementara tangan lain memukulku hingga terhempas jauh ke belakang sebelum akhirnya tangannya menembus jantung Estelle.


Aku yang kembali ke wujudku hanya bisa terkejut dengan itu.


__ADS_2