
Setelah Solomon kehilangan seluruh keluarganya dia mulai menghancurkan satu persatu negara melalui kekuatannya.
Tentu dia tidak membunuh semuanya melainkan membiarkan satu negara terus hidup untuk membenci para Titan.
Benua telah dihancurkan dan manusia yang didorong kebencian dan kebutuhan akan tempat untuk kelangsungan hidupnya akhirnya mencoba untuk merebut tanah Titan.
Sebelumnya Lu Shang dan Harfilia ingin menghentikan Solomon namun kekuatannya adalah sesuatu yang di luar nalar, pada akhirnya mereka pergi ke benua Titan untuk bergabung dan menghentikan apa yang dilakukan manusia.
Titan yang marah mulai berfikir untuk memusnahkan seluruh manusia namun para dewa-dewi jelas tidak menginginkan hal itu, bagi mereka jika manusia mati maka siklus kematian akan terganggu pada akhirnya mereka turun membantu manusia.
Saat para Titan mengalami kesulitan Lu Shang diangkat menjadi pemimpin yang disebut Dewa Titan namun di saat yang sama setelah Harfilia melahirkan Nibela, dia diambil ke alam dewi dan dikurung di sana.
Beberapa tahun kemudian Lu Shang yang sudah tidak bisa bertarung akhirnya memutuskan untuk menyelamatkan putrinya dengan mengurungnya dalam es agar tidak bisa dilacak oleh musuh mereka dan meminta bawahannya yang dipimpin Ranger untuk melarikan diri dan bersembunyi di antara manusia lain.
Di saat yang sama Lu Shang harus melawan dewi yang pernah bertemu denganku, dia adalah Venus.
Venus menusuk jantung Lu Shang yang berubah menjadi Titan setinggi 80 meter dan menjadikan manusia sebagai pemenangnya.
Sejak itu benua berubah di mana yang satu disebut benua iblis dan satu lagi benua manusia.
Bahkan setelahnya era peperangan terus terjadi.
Paling tidak itulah yang dikatakan oleh Harfilia saat menceritakan keseluruhan kisah yang telah dialaminya.
Kurasa ini semakin sulit saja.
Aku berfikir itu selagi menatap dada Harfilia, sejak dia bercerita pandanganku memang tertuju pada itu.
__ADS_1
"Apa kau menyukainya seorang janda?"
"Kenapa tidak."
Seorang yang jahil telah duduk di sampingku lalu memindahkan kepalaku ke pangkuannya.
"Hentikan."
"Lion akan nyaman jika berada di pangkuanku."
"Eh, jangan memonopoli Lion sendirian."
Aku yakin Harfilia hanya mencoba menggoda Rion saja.
Esok harinya aku mengadakan pertemuan untuk semua orang yang telah mendapat kursi di benua iblis.
"Jadi apa yang ingin dibahas sayangku?" tanya Rosvalia.
"Tak hanya Rosvalia semua orang yang berada di ruangan ini akan mengambil masing-masing wilayah dan menjadikannya sebuah negara."
"Kenapa aku juga? Aku hanya mewakili dewiku saja."
"Sayangnya itu harus dilakukan benua iblis ini terlalu luas karena itu ini adalah hal yang perlu dilakukan."
Aku membentangkan sebuah peta dan mulai membagi-bagi wilayah untuk mereka semua.
"Anu Lion, aku hanya anak kecil.. apa aku bisa melakukannya?"
__ADS_1
"Jangan khawatir beberapa orang akan membantu juga, aku sangat yakin dengan kemampuan kalian."
"Jika Lion bilang begitu."
"Selama sayangku akan menikahiku, aku tidak masalah."
"Bagaimana Ryker?"
"Kupikir itu bukanlah sesuatu yang salah, seharusnya kau juga memiliki negaramu sendiri."
"Jika ratu iblis Isabela berkata itu juga, aku akan menerimanya."
"Mungkinkah kalian sedang jatuh cinta?"
"Jangan seenaknya berkata itu," keduanya kompak untuk menyangkal perkataanku.
Kizuna terlihat mengangguk setuju juga.
"Aku akan mengambil ras Elf saja, sisanya kalian bisa mengatur siapa saja yang akan menjadi penduduk kalian... selagi membangun aku juga akan memberikan sebuah peralatan yang bisa kita gunakan untuk mengalahkan Titan, aku ingin semua pasukan memakainya untuk pertarungan di benua manusia ke depannya dan berlatih dengan itu."
Aku meminta Gracia masuk dan membuat semua orang terkejut dengan penampilannya yang baru.
Ia memakai pakaian seragam hitam dengan rompi, sarung tangan dan juga sepatu boot.
"Aku menyebutnya Maneuver Acceleration Gear."
"Mungkinkah itu seperti yang kubayangkan."
__ADS_1
Sepertinya Kizuna sudah tahu ini apa, pandangannya bersinar terang seolah seperti seorang anak kecil yang menemukan mainannya.