
Bilah itu memberikan goresan di setiap tubuh Akami, dia sama sekali tidak terluka melainkan berdiri di sana dengan wajah santai.
"Bagaimana bisa iblis menjadi titan, aku yakin kau berbeda dengan iblis titan yang ada di belakangku itu."
Solomon memang merubah sebagian iblis jadi Titan tapi aku yakin setiap perubahannya pada iblis tidaklah sempurna, tapi orang di depanku malah sebaliknya.
Dia membuka mulutnya atas pertanyaanku.
"Sebagian iblis bisa memakan iblis lainnya dan mengambil semua kekuatannya."
Hanya satu pernyataan tersebut aku bisa mengerti sesuatu.
"Jadi begitu, kau memakan raksasa."
"Benar sekali, ini adalah kekuatan sesungguhnya..."
Aku menyarungkan pedangku kembali lalu berlari dengan mode siaga untuk mendekat.
"Kau pikir bisa membunuhku?" teriaknya.
Aku melompat di depannya saat dia menyerang dengan kedua tangan yang diperbesarnya. Kedua tangan tersebut menerima seranganku memotongnya jadi beberapa bagian, tepat saat aku berada di dekatnya kuayunkan pedang dari samping lehernya.
Menurut Wisteria iblis memiliki kelemahan saat kepala mereka terpenggal, asal tidak menyatu lagi itu mampu membunuh mereka.
__ADS_1
Ujung pedangku hampir mengenainya namun aku tahu ada seseorang yang sejak tadi memperhatikan pertarungan ini, aku memilih untuk menghindari lima pedang yang berusaha mengenai punggungku dengan berguling ke samping.
Pedang itu menancap baik pada Akami di antara perut, mata, kepala dan juga jantung.
"Kau sangat kasar Saratobi."
"Berterima kasihlah padaku, jika aku tidak datang kepalamu sudah jelas akan terpenggal."
Kini masalahnya semakin tambah menyusahkan.
Jauh dari tempatku tampak seorang mumi dengan pedang di tangannya berjalan mendekat ke arah Akami.
"Tidak, masih ada satu lagi."
Aku lengah.
Biasanya akan selalu ada Rion atau Aira yang memperingati tentang serangan namun sekarang aku benar-benar bertarung sendirian, tak hanya Akami ataupun Saratobi sekarang ada lagi iblis yang muncul, dia memperkenalkan dirinya sebagai iblis bernama Makao.
Situasi yang sangat buruk dimana ada tiga pilar pondasi dalam satu tempat yang berusaha membunuhku, terlebih ratusan iblis titan sedang mendekat dari belakang.
Iblis mumi menyeringai selagi berkata.
"Orang ini sangat berbahaya, selagi masih ada kesempatan kita harus membunuhnya."
__ADS_1
"Aku juga setuju, dia adalah orang yang membunuh Zeranium," balas Akami disusul Makao.
"Siapapun akan kumakan haha."
Tidak masalah seberapa banyak orang yang kulawan akan kuhadapi mereka lalu selanjutnya mengalahkan seluruh iblis titan, karena tempat ini sangat jauh dari kekaisaran aku tidak berharap akan ada seorang yang datang menyelamatkanku.
Tubuhku kembali ke bentuk pria membuat mereka bertiga terbelalak terkejut. Dengan wujud asliku aku bisa menambahkan kekuatanku.
Aku mengalirkan sihir air pada pedangku tak hanya menyelimutinya dengan air, air tersebut menyembur ke udara membentuk dirinya menjadi tiga ular naga.
Aku mengayunkannya ke depan dan kepala naga melesat maju dengan kecepatan tinggi.
Kepalanya meluak liuk di tanah, Akami berubah menjadi iblis titan setinggi 80 meter untuk menahan naga yang menyerangnya, dia menginjak kepalanya hingga hancur berkeping-keping.
Di saat yang sama entah Saratobi atau Makao keduanya muncul di sampingku dengan cepat.
Dari ujung tangan Saratobi tercipta sebuah bilah pedang tanpa pegangannya dan di tangan Makao sebuah cakar panjang siap mengoyak daging musuhnya.
Jika aku menahan salah satunya maka salah satu yang lain akan mengenaiku, satu hal yang bisa kulakukan adalah berubah menjadi titan. Saat tubuh keduanya terhempas aku segera berlari ke arah Akami.
Dengan satu pukulan aku menghantam kepalanya, kepala itu terlepas dari tubuhnya lalu berguling di tanah.
Satu mati tinggal dua lagi.
__ADS_1