Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 323 : Rencana Penggulingan


__ADS_3

Hime mencengkeram kerah baju Solomon yang menatapnya terkejut, bagaimanapun dia kini sedang menangis.


"Kau ingin pergi dan meninggalkan Raiku."


"Tenanglah... aku tidak akan pergi begitu saja."


"Lalu kenapa kau membuat gerbang ini?"


"Ini hanya untuk keinginanku saja, aku tidak akan memaksamu pergi denganku... aku hanya akan pergi bersama penduduk desaku, bagaimanapun tempat ini tidak cocok untuk kami, kami hanya iblis tanpa tanduk, sampai kapanpun kami hanya akan diabaikan... jadi berhentilah menangis, kita akan menyelamatkan Raiku juga bahkan jika harus menggulingkan kerajaan ini dengan hanya kita berdua."


Hime melepaskan cengkeramannya selagi menyeka air matanya.


Solomon tahu bahwa dia selama ini telah berlatih untuk datangnya hari dimana mereka akan menyelamatkan Raiku, setelah memberikan satu gerbang pada Hime keduanya pergi ke ruangan bawah tanah yang selama ini disembunyikan Solomon.


Di sana berbagai buku diletakkan menggunung termasuk peralatan untuk berperang.


Solomon memberikan sebuah tombak pada Hime sementara dia mengambil pedang hitam.


"Ini?"


"Tombak ini sangat cocok untukmu gunakan... bertarung dengan gaun pasti akan menyusahkan, ganti pakaianmu dengan ini."


"Kau mempersiapkan semua ini."

__ADS_1


"Tentu saja."


Solomon mengenakan mantel berbulu sebelum keluar dari gua membiarkan Hime mengganti pakaiannya, setelah menunggu selagi duduk bersila Hime muncul dengan penampilan barunya.


Dia mengenakan celana pendek serta armor yang tidak begitu berat untuk melindungi dadanya.


"Bagaimana?"


"Itu cocok denganmu."


"Terima kasih."


Solomon bangkit dan menaruh pedangnya dipunggung sebelum berkata.


"Jangan sampai kau ragu, jika kau ragu membunuh maka kaulah yang akan terbunuh."


Di malam hari mereka mengendap-endap di antara atap-atap rumah sebelum berhenti untuk memeriksa bangunan penjara.


Terdapat dua penjaga di bagian depan, Solomon mengambil batang bambu panjang yang dia masukan jarum kedalamnya.


"Aku baru melihat senjata itu."


"Senjata ini lebih praktis digunakan dari jarak jauh," balas Solomon sebelum meniup bambu tersebut.

__ADS_1


Jarum terbang lalu menusuk leher salah satunya hingga tewas dengan busa keluar dari mulutnya.


Satu orang yang kebingungan mengalami hal sama seperti rekannya, Solomon dan Hime kemudian melompat turun lalu masuk ke dalam.


Hanya menunggu waktu saja mereka akan segera ketahuan, karena itu bergerak lebih cepat adalah hal yang diperlukan.


Solomon menarik pedangnya lalu memenggal tiga penjaga yang kesulitan mengatasi pergerakannya di dalam lorong sempit. Di saat sama Hime juga membunuh beberapa penjaga yang keluar dari salah satu ruangan.


Bangunan penjara ini memiliki dua wilayah atas dan bawah, untuk penjahat tingkat tertentu mereka diletakkan paling bawah yang minim pencahayaan.


Raiku adalah tahanan berbahaya yang pasti akan berada di sana.


Solomon dan Hime terus berlari dan menuruni banyak tangga hingga akhirnya menemukan satu-satunya penjara paling bawah.


"Solomon, Hime apa itu kalian berdua?"


"Raiku, maaf karena baru sekarang kami sanggup menyelamatkanmu," balas Hime.


"Tak apa, aku sudah senang kalian datang menyelamatkanku."


Sekujur tubuh Raiku telah dipenuhi bekas cambuk dan darah yang lama tertutup dengan darah yang baru.


Solomon memotong jeruji besi lalu mengambil katana dari sihir penyimpanan yang dia berikan bersama obat penyembuh.

__ADS_1


"Kita akan menggulingkan kerajaan ini, kau bisa bertarung?"


"Jangan remehkan aku, mari hancurkan semuanya."


__ADS_2