Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 461 : Jenderal Hewan


__ADS_3

Ketika hujan berhenti kami memasang dinamit seperti yang telah direncanakan, pasukan yang akan kami lawan adalah para binatang iblis yang dikendalikan oleh seorang jenderal hewan.


Setelah memasang semuanya kami bersembunyi di titik aman, dengan hujan yang terjadi mereka juga akan terlambat datang bisa diperkirakan bahwa mereka akan muncul saat matahari tenggelam.


Aku duduk dengan Hualing sementara yang lain berada di sisi lain, tebing akan lebih mudah jika peledak ini adalah barang otomatis yang dikendalikan dengan remote sayangnya di dunia ini hanya ini yang bisa diandalkan.


Tepat saat mereka tiba kami bersama-sama memberikan isyarat untuk membakar sumbu sebelum mundur ke jarak yang aman. Bersamanya itu ledakan menggema di udara dan bebatuan besar yang kami hancurkan menimpa mereka dengan keras.


Aku bisa melihat wajah jenderal hewan yang terkejut dengan itu, dia masih berdiri karena memiliki kulit keras yang bisa menahan reruntuhan.


Jika berbicara penampilannya dia hanya seekor udang raksasa yang mengenakan armor serta garfu di tangannya.


"Sialan, siapa yang melakukan ini... keluarlah."


Estelle dan Mamia melirik ke arahku dan aku menganggukkan kepala sebagai persetujuan hingga keduanya melompat ke bawah. Untuk kami bertiga kami akan mengawasi dari atas saja.


"Jadi kalian yang melakukan ini semua, aku tidak akan mengampuni siapapun yang membunuh pasukanku."

__ADS_1


"Terserah kau mau bilang apa, kalian juga membunuh penduduk desa karena itulah ini adalah sesuatu yang pantas kalian dapatkan," balas Mamia.


"Sialan."


Jenderal hewan mengayunkan garfunya untuk menyerang Mamia yang dengan lihai menundukkan kepalanya untuk menghindarinya.


Estelle yang memiliki celah mempersempit jarak untuk memberikan serangan balasan, jenderal hewan segera menarik senjatanya untuk menjadikannya sebagai tameng.


Ia dipukul mundur dengan kekuatan luar biasa dari Estelle, ketika keduanya saling tertahan satu sama lain Mamia telah melompat ke atas untuk memberikan tebasan lanjutan.


Estelle ditendang sementara Mamia yang terhantam sisi garfu tumpul membuat keduanya terlempar beberapa meter ke arah berbeda.


Jenderal hewan membuka mulutnya lalu dari sana tembakan air dengan kecepatan tinggi dilesatkan.


Mamia melompat menghindar lalu bersembunyi di batu besar sementara Estelle menciptakan dinding es yang mampu menahannya dengan baik.


Itu memang serangan baik namun tidak sampai membuat mereka kesulitan, saat berhenti mereka bersamaan menyerang secara serempak.

__ADS_1


"Sialan, sialan."


Jenderal hewan hendak akan menggunakan senjatanya untuk menusuk Mamia namun tangannya lebih dulu terpotong olehnya, di saat yang sama dua pisau belati dari Estelle memberikan tebasan dalam.


Satu belati melayang di udara lalu menembus tengkoraknya dari samping sebelum kembali tersarung di pinggang Estelle.


Kekuatan cheat Estelle memang luar biasa, namun jika seseorang tidak bisa memanfaatkannya dengan baik itu juga akan sia-sia.


Hualing berkata.


"Mereka berdua sangat hebat."


"Begitulah," kataku ringan.


Pekerjaan kami telah selesai bahkan dengan kekalahan mereka Varlia akan mendapatkan nama baik di ibukota sebagai ratu yang luar biasa.


Dengan ini target kami hanya satu lagi sebelum menyerang raja iblis, mengingat bagaimana naga Pride akan bangkit, kami jelas tidak memiliki waktu banyak untuk itu.

__ADS_1


Kami pergi ke penginapan di dalam kota lalu membaringkan tubuh kami di atas ranjang, semalaman kami telah bergadang termasuk mengalahkan jenderal hewan, walau sudah pagi kami akan tidur seharian penuh sekarang.


__ADS_2