Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 272 : Setelahnya


__ADS_3

Wilayah kekaisaran kini hanya dibiarkan begitu saja hingga pada akhirnya entah mayat atau bangunan hanya akan menghilang seiring waktu.


Di kerajaan Frames aku bersama Kanade, Aira, Rion, Ginny dan juga ratu hanya menikmati secangkir teh hangat yang telah diseduh olehku.


"Untuk seorang pria kau ahli menyeduh teh Lion," perkataan itu datang dari ratu sendiri.


"Terima kasih atas pujiannya."


"Jadi apa kalian akan kembali ke negara kalian sekarang?"


"Tentu, seluruh kerajaan di benua iblis sedang dalam tahap pembangunan aku akan libur dari menyelamatkan dunia dan fokus untuk itu."


"Kau benar-benar mengambil tugas sebagai pahlawan."


Itu memang sesuatu yang tidak bisa aku sangkal, semenjak datang ke dunia ini aku telah banyak mengalami kesulitan sekarang aku bisa sedikit bersantai karena beberapa masalah telah dibereskan.


Meskipun saat pertama kukira aku akan menjadi musuh dunia akan tetapi sekarang malah sebaliknya.


Untuk Solomon dan Nightmare kemungkinan besar mereka akan menyerang alam naga karena itu perlu beberapa waktu sampai mereka menemukannya. Pada dasarnya naga tinggal di pulau di langit yang setiap harinya bergerak mengelilingi dunia ditambah dengan sihir untuk menyembunyikannya itu jelas sangat merepotkan.


Di pihakku ada Harty kalau terjadi sesuatu di sana aku bisa mengandalkannya.


Aku menyeruput tehku lalu berkata.


"Kanade dan Ginny telah sangat berjasa, bisakah kau sedikit membantu mereka?"


"Tentu, aku akan memberikan posisi tinggi di kerajaanku dan mereka akan hidup mewah sebagai bangsawan."


Mendengarnya membuatku sedikit lega.

__ADS_1


Kanade tidak memiliki tempat yang bisa disebut rumah saat dia meninggalkan kerajaan ortodoks suci sementara Ginny telah kehilangan banyak hal yang tidak bisa dia ambil kembali. Seperti rekan bahkan tujuan dari pasukan anti Kekaisaran pun kini telah lenyap.


Ngomong-ngomong tujuannya adalah untuk membentuk negara yang lebih baik dengan posisi kaisar yang jauh lebih mementingkan rakyatnya.


Kanade maupun Ginny mengucapkan terima kasih di waktu bersamaan.


"Kurasa sudah waktunya aku kembali, jaga diri kalian."


Kanade dan Ginny pun memberikan salam perpisahan mereka juga.


"Iya, kau juga.. aku tidak sabar ingin melihat seperti apa benua iblis nantinya."


Aku mengacungkan telunjukku ke atas.


"Itu akan menjadi benua nomor satu di dunia ini."


"Kau sangat percaya diri."


"Baik."


Mereka berdua meraih lenganku lalu berjalan memasuki Teleportasi Gate. Dengan ini kami menghilang sepenuhnya dan muncul di pulau luas yang berada di tengah danau atau lebih tepatnya ibukota kerajaanku Elfdian.


Di sini hanya diisi ras Elf termasuk Dark Elf.


Jalan kedua kota sedang dibangun dan beberapa wilayah telah diubah menjadi peradaban, kini tinggal membuat penyesuaian lagi.


Wilayah pertanian telah dikembangkan, perikanan dan juga pembangunan seperti toko telah dilakukan.


Kini apa lagi yang harus kulakukan?

__ADS_1


Yah, saat nanti akan ada ide yang datang secara sendirinya. Untuk sekarang mari bersantai sebisa yang kulakukan.


Kami menggelar tikar di pekarangan rumah bersama para pelayanku, anggota partyku dan juga Atlas.


Atlas menyiapkan beberapa roti lapis untuk kami nikmati dan itu jelas sangatlah enak. Aku mengelus rambutnya selagi memberikan pujian padanya hingga semua orang mengembungkan pipinya.


Misa pertama yang berbicara.


"Bukannya Lion sangat memanjakan Atlas, aku benar-benar cemburu."


Disusul kedua istriku dan Valentine.


"Sebenarnya dia tidak terlalu seperti itu pada kami."


"Um."


"Kalau aku masih belum dinikahi."


"Kalian tenanglah... bagiku Atlas seperti adikku sendiri, sudah jelas aku sangat memanjakannya."


Aku bisa melihat Atlas tersenyum senang sampai Harty menyela.


"Kalau begitu mulai sekarang aku akan jadi adikmu Lion agar bisa diberikan makanan setiap harinya."


"Kau rakus, aku tidak mau jadi kakakmu."


"Jangan bilang begitu kakak, aku imut kan... tolong sayangi aku."


"Hentikan, menjauhlah dariku."

__ADS_1


Mereka memang suka seenaknya.


__ADS_2