Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 367 : Pertemuan Dengan Solomon


__ADS_3

Rion membawa berbagai makanan dari luar ke dalam menara hingga entah Aira maupun Harfilia memasang wajah bermasalah.


"Ini terlalu banyak."


"Tidak ada yang terlalu banyak untuk pesta kita, mari berpesta semalaman," kata Rion bersemangat yang diikuti kedua yang lainnya.


Setelah berpesta siang harinya Rion dan Aira pamit untuk pergi, Aira tampak memiliki wajah kesepian namun mulai dari sini mereka akan memilih jalan mereka masing-masing seorang diri.


Rion membawa Harfilia ke hutan Arfa dimana pemandangan yang disajikan masih sama seperti sebelum Rion meninggalkannya, ada sebuah gua tersembunyi di sana yang mereka putuskan untuk singgahi.


Di bagian ujung Rion kembali berkata.


"Kau yakin ingin melakukannya?"


"Iya, aku akan menyegel diriku di dalam es sampai putriku berhasil ditemukan aku akan tetap berada di sini jadi sisanya kuserahkan padamu Rion."


"Aku mengerti, bahkan aneh rasanya sampai sekarang para dewi tidak menjemputmu... tapi biarlah, kurasa Amnesty memiliki hal yang perlu dilakukannya."


"Kalau begitu sampai jumpa, terima kasih untuk semuanya."


"Aah."


Perlahan es menyelimuti tubuh Harfilia dan seiring waktu ia memejamkan matanya hingga seluruh tubuhnya mulai terbungkus bongkahan es selamanya. Agar tidak ada yang menemukannya Rion menggunakan batu besar untuk menutupi gua tersebut.

__ADS_1


Ia berjalan kembali ke desa untuk mencairkan semua orang, tanpa membiarkan dirinya dilihat ia menciptakan lingkaran sihir seluas desa lalu melanjutkannya dengan sebuah mantra.


"Elemental Bridge... jalan keputusasaan," bersamaan perkataannya seluruh elf yang membeku mulai mencair dan seiring kesadaran mereka kembali Rion memutuskan pergi untuk selamanya.


Jika dia berada di sini masalah akan timbul karenanya, ia memunculkan Teleportasi Gate dan dalam sekejap telah muncul di sebuah wilayah yang kini dijadikan pusat dari pemerintah raja iblis Lucifer, itu merupakan sebuah wilayah tandus dengan kastil menjulang di tengahnya.


Para pasukan raja iblis mulai menyerang secara serempak saat menyadari bahwa tempat mereka dibombardir dengan sihir ledakan.


Rion juga menggunakan seluruh dosa mematikan yang dimilikinya, menghancurkan mereka menjadi debu dan hanya menyisakan pemimpinnya yaitu raja iblis Lucifer sendiri.


Dia mendecapkan lidahnya lalu berlari ke arah Rion.


"Akan kuhabisi kau."


Ia memiringkan kepalanya heran.


"Apa barusan ada seseorang yang mengambilnya," katanya demikian lalu akhirnya tidak ingin memikirkannya lagi dan kembali ke kota.


Selama di kota Rion hanya menjalani hidup apa adanya, dia tidak berinteraksi dengan siapapun dan orang-orang cenderung mewaspadainya. Isu yang dibuat oleh Venus memang bekerja dengan baik.


Dia berfikir bahwa dewi itu terkadang kejam juga.


Karena efek ini Rion tidak merasa nyaman tinggal di satu tempat dan kembali berpindah tempat lainnya dalam waktu singkat.

__ADS_1


Dia membunuh iblis yang hendak menyerang kota dan membunuh pemimpinnya tanpa ragu, dari Raja Iblis Lucifer beralih ke Raja Iblis Beelzebub, Raja Iblis Satan, Raja Iblis Behamoth dan juga Raja Iblis Azazel semuanya dibunuhnya.


Di bangunan katedral itu Azazel tampak menggantung di tembok dengan pedang menembus kepalanya. Sebelumnya semua raja iblis yang dikalahkan Rion selalu menghilang tanpa jejak dan akhirnya pelaku yang melakukannya kini telah muncul.


Dia duduk di bangku panjang selagi menaikan bahunya ke kursi, dia menjentikkan jarinya dan dalam sekejap tubuh Azazel menghilang dalam sekejap.


"Sesuai dengan rumor dewi jahat Riona benar-benar kuat," katanya menunjukan mata berwarna merah terang.


Ia juga mengenakan mantel hitam berbulu yang pernah dibicarakan oleh Venus.


"Jadi kau yang menciptakan raja iblis, Solomon."


"Itulah aku."


Duaaaar.


Bangunan katendral tiba-tiba hancur dari samping saat seekor iblis titan setinggi 80 meter menabraknya dengan kakinya sekaligus menyapu Rion di dalamnya. Tubuhnya terbang ke udara sementara iblis Titan itu mencengkeramnya di tangan bersiap melahapnya.


Saat tubuh Rion masuk ke tenggorokannya sebuah pedang cahaya bermunculan merobek lehernya hingga tubuh iblis titan tersebut rubuh ke samping tanpa kepala.


Rion menatap ke arah Katedral di mana Solomon tampak berjalan dengan pedang di tangannya.


"Akan kuhabisi sebelum kau menggagalkan semua rencanaku."

__ADS_1


__ADS_2