Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 139 : Sebuah Penjelasan


__ADS_3

"Bagaimana bisa Venus berada di sini, sementara aku yakin dia ada di benua manusia?"


"Kenapa kau begitu terkejut mantan pahlawan, kau tahu aku bisa membuat diriku sebanyak yang kumau... yang barusan kalian lawan bahkan tidak mencapainya setengahnya."


Venus menjentikkan jarinya entah itu topengku atau lingkaran sihir di langit semuanya telah lenyap seketika.


"Jadi begitu wajahmu tanpa mengenakan topeng, kurasa Riona dapat sesuatu yang bagus setelah ribuan tahun."


"Kau berkata seperti sudah mengenalnya sejak lama."


"Tentu saja, aku bahkan mengenalnya saat di alam dewi."


Venus menciptakan kursi yang muncul entah dari mana, dia duduk di atasnya selagi menyilangkan kakinya dengan santai.


"Aku sudah bosan selalu berada di benua manusia jadi aku memutuskan tinggal di sini dan menyamar sebagai orang bernama Solo, yah.. kau tahu, melihat semua keburukan manusia menjadi hiburan tersendiri."


Dia menggunakan sihir yang sama saat Rion merubahku jadi wajah perempuan.


Sebelum aku membuka mulutku, Rion berubah kembali ke wujud elf dan berdiri di depan kami.


"Berkeliaran dengan tubuh telanjang bukan sesuatu yang dilakukan dewi kau tahu Venus."


"Ini kesukaanku, terserah aku mengenakan pakaian atau tidak... kulihat pria di belakangmu menyukainya juga."


Aku mengangkat jempol ke arahnya hingga Rion mengerenyitkan alisnya kesal.


"Ada apa ini Riona? Kau bilang dia dewi?" Gracia masih belum bisa menerimanya.


"Seperti yang kukatakan sebelumnya dia memang seorang dewi, karena tidak ada kerjaan dia pasti repot-repot menyamar dan berbaur dengan para manusia untuk ambil bagian dari perang ini."

__ADS_1


"Yang dikatakan Riona memang benar, tentu saja ratu para dewi memberikan syarat agar hal ini bisa dilakukan... karena keberadaanku di sini maka tidak akan ada lagi orang yang memegang nama tujuh pahlawan mahkota dewi sekarang, semuanya telah dilimpahkan padaku untuk membunuh Titan, iblis dan juga membunuhmu Riona."


"Tidak aneh jika kalian ingin melakukannya."


"Karena itulah dia memanggil pahlawan dengan jumlah yang banyak ke dunia ini," ucap Gracia.


"Benar sekali, itu pasti ulah diriku yang lain, kekuatan mereka tidak bisa disamakan dengan pahlawan seperti masa lalu jadi aku perlu menyesuaikan beberapa hal untuk mereka dengan memberikan berbagai senjata suci."


"Orang ini sampai sejauh ini," gumamnya kembali.


Apa aku bisa mengalahkannya sekarang?


Rion yang membaca pikiranku menjawab.


"Dia bukan lawan yang bisa kita kalahkan dengan mudah, alangkah lebih baik kita tidak usah bertarung untuk sekarang."


"Jika kau bilang begitu, apa boleh buat," balasku demikian.


Rion mengangkat kedua tangannya.


"Itu tidak mungkin, karena jika kau lakukan aku juga akan serius melawanmu sekarang."


"Kekuatanku belum pulih, akan merepotkan jika aku bertarung sekarang... mari kita tunda saat kalian datang ke benua manusia, saat itu aku pasti akan mengalahkan kalian."


"Fufu itu baru pilihan bijak."


"Kalau begitu sampai jumpa, kurasa peperangan ini akan jauh lebih menarik."


Tubuh Venus mulai berubah menjadi butiran cahaya dan lalu menghilang dalam sekejap. Rion melirik ke arahku selagi menggembungkan pipinya.

__ADS_1


"Ada apa?" kataku.


"Kau baru saja memuji tubuhnya, kalau begitu aku juga tidak akan mengenakan pakaian lagi."


"Tidak, tidak, itu bukan ide buruk."


Gracia memukul bahuku.


"Maksudmu bukan ide bagus, jika dewi sudah terlibat sejauh ini maka pertarungan dewi antar dewi juga akan terjadi, apa pernyataanku salah Dewi Riona?"


"Itu hanya kemungkinan kecil saja, setelah ini akan lebih baik jika kita segera menyelamatkan Dewi Aira dan membujuk Dewi Amnesty untuk turut ambil bagian di dalamnya, apa kau bisa mengatakan itu nanti padanya."


"Akan kuusahakan tapi aku tidak yakin dewi mau melakukannya."


"Paling tidak kita bisa mencoba."


White Tiger muncul dengan Diona maupun pasukannya.


"Hey Lion, aku sudah menyisir seluruh kawasan luar kota tapi aku tidak menemukan siapapun."


"Yah, sepertinya mereka telah melarikan diri."


"Benarkah?"


"Um.. mereka takut olehku."


"Kau terlalu membanggakan dirimu."


Aku tidak ingin mengatakan bahwa lawan kita barusan seorang dewi padanya.

__ADS_1


Tak lama kemudian Deren juga muncul setelah selesai mengambil alih kota.


Dengan ini kita berhasil mendapatkan Kota Prima dan hanya satu lagi yang harus kami lakukan yaitu melawan Priest Agung dan membeberkan soal kejahatan yang dilakukannya agar Diona bisa mengambil negerinya kembali sebagai gadis suci.


__ADS_2