
Dengan petunjuk wanita guild kami bisa menemukan arah yang benar, dia menatap peta yang akan menghubungkan kami ke bagian pusat dari saluran bawah tanah ini.
Ada beberapa rute persimpangan yang sangat membuat bingung kepala namun dengan bantuannya hal itu tidak perlu dikhawatirkan lagi, untuk penerangan sendiri kami menggunakan kupu-kupu cahaya yang akan terus mengikuti kami kemanapun kami berada.
"Ke sebelah sini."
"Baik."
"Bagiku semuanya tetap sama," ucap Rion dan aku mengangguk menyetujuinya.
Di depan kami bermunculan sebuah slime berbentuk seperti sarung tangan hitam, wanita guild berkata bahwa mereka disebut Glove Slime, penghuni dari tempat ini.
"Mundurlah, akan kubereskan mereka."
Ada sekitar 20 ekor dari mereka yang kutebas melalui pedangku, mereka tidak hancur melainkan masuk ke dalam aliran air dan menghilang setelahnya.
Slime di sini cukup mengerikan.
Kami melanjutkan perjalanan semakin jauh melewati beberapa lorong yang cukup beraroma menyengat hingga sampai di pusatnya, di dalam sana kami melihat sesuatu yang cukup besar, ia memiliki bulu hitam dengan telinga dan ekor panjang khas.
Ia terlihat memakan sesuatu di mulutnya dan kami yakin itu adalah sebuah tangan.
__ADS_1
Wanita guild begitu terkejut hingga dia menutupi mulutnya dengan shock, sementara Rion menunjuk ke arah berbeda dimana potongan kepala terlihat menumpuk di sana bersamaan tulang berulang.
"Mereka semua petualang yang mencoba menyelesaikan quest ini."
"Kau yakin?" tanyaku pada wanita guild dan ia menjawab dengan kaku.
"Tidak salah lagi, orang itu tiga hari yang lalu datang untuk melakukan Quest."
"Makhluk ini benar-benar mengerikan, jika dia tumbuh besar lagi dia akan menghancurkan langit-langit dan merusak kota, Rion bawa wanita guild untuk mundur."
"Aku mengerti, mari bergegas."
Para kupu-kupu mulai menyebar dan dengan bantuan mereka seluruh area bisa dilihat dengan jelas, ada mata-mata kecil berwarna merah dari sekitarnya, itu adalah makhluk serupa dengan ukuran yang normal dan sudah jelas makhluk ini menyeret manusia ke tempat ini.
Menyadariku yang menarik satu pedang ke tangan kumpulan tikus dengan jumlah sangat banyak mulai menyerbu ke arahku.
Aku menciptakan sihir api lalu memanggang mereka dengan matang, beberapa ekor meluncur ke depanku dan aku memotong mereka dengan baik.
Cairan darah memuncrat ke segala arah bersamaan potongan daging segar yang berserakan, sejauh ini yang besar hanya terus memakan daging manusia, aku melihat ada seorang wanita yang masih hidup.
Dia mengarahkan tangannya ke arahku selagi meminta tolong secara putus asa.
__ADS_1
"Sial."
Aku mengatupkan mulutku lalu mengalirkan kilatan petir dari tubuhku, dengan sekali hentakan kaki aku meluncur dengan kecepatan tinggi.
"Lebih cepat," teriakku dan 'Srak' kedua tangan yang mencengkeram tubuh wanita itu terpotong dan aku mampu menangkapnya di udara sebelum berbalik dan meluncur untuk berada di dekat Rion dan wanita guild.
"Tolong jaga dia."
"Baik."
Aku mengalihkan pandanganku ke arah tikus raksasa yang kini sedang meregenerasi tangannya yang terpotong, ada beberapa tikus kecil di sekitarnya dan dengan rakus ia makan juga.
"Kenapa dia sampai makan segitunya?"
Wanita yang sebelumnya kuselamatkan berkata.
"Rat Got ini memakan daging untuk membuat tubuhnya besar, sebentar lagi tempat ini akan hancur."
"Kita harus segera pergi."
Aku mengarahkan tanganku menciptakan sebuah gerbang perpindahan. Saat kami muncul kembali di permukaan kota, ledakan terjadi.
__ADS_1
Tempat yang kami sebelumnya masuki kini amblas ke bawah hingga bisa dilihat seekor tikus raksasa tampak berdiri dan mulai menyerang siapapun di dekatnya, tanpa ragu dia melahap mereka dan mulai tumbuh semakin besar.