
Sesudah kepergian Lion, Venus yang terbang di langit turun untuk mendaratkan kedua kakinya di tanah, serangan sihir sucinya telah menghancurkan seluruh kota termasuk Titan dan Nightmare di dalamnya.
Para penduduk yang selamat hanya melihat dari bukit diluar kota sebelum akhirnya para kesatria mengawal mereka ke tempat lain, bagaimana pun kini mereka telah kehilangan rumah mereka.
Venus berjalan untuk memeriksa keadaan orang yang diserangnya kemudian dari retakan tanah Nightmare keluar untuk mengirim tusukan pedang miliknya.
Pedang itu berhasil dihindari setipis rambut membuat Nightmare bersalto ke belakang untuk menghindari rentetan pedang cahaya yang mengincarnya dari atas.
Pedang tersebut kembali terangkat ke udara kemudian terbang dan berputar di sekeliling Venus.
"Tak hanya mengirim iblis Titan, kudengar banyak pria yang mati di penginapan. Apa itu semua ulahmu?"
"Benar sekali, aku hanya bersenang-senang dengan mereka sebelum membunuhnya."
"Dasar menjijikan."
Seluruh pedang melesat maju secara bergantian, beberapa pedang bisa ditangkis namun beberapa lagi menusuk Nightmare dari segala arah hingga dia tumbang.
Tak lama kemudian dia telah muncul di belakang Venus dengan duduk di atas reruntuhan selagi menyilangkan kakinya.
"Bukannya kau yang menjijikan, kau tidak memakai pakaian loh."
__ADS_1
"Paling tidak aku masih perawan dan tidak memiliki hobi sepertimu."
"Begitu yah... sepertinya akan buang-buang waktu melawanmu di sini tapi aku ingin tahu seperti apa kekuatan dewi itu."
Nightmare berdiri lalu melesat maju, dia menggunakan skill tuju dosa mematikan untuk membuat dirinya bertambah banyak dengan sebuah ilusi.
Setiap pedang Venus menusuknya dari segala arah entah tubuh ilusi atau tubuh asli tidak lepas darinya. Nightmare telah muncul di samping Venus untuk mencengkeramnya dari belakang.
"Bagaimana kalau kita sedikit bersenang-senang."
"Kau ingin bunuh diri."
Venus mendesah imut saat tangan Nightmare masuk diantara pahanya.
Dan selanjutnya ledakan terjadi.
Potongan kedua tubuh itu berhamburan ke sudut kota. Venus muncul dari sebuah jam yang muncul di udara. Tubuhnya baik-baik saja kecuali salah satu takdir yang berhasil terbunuh oleh Nightmare barusan.
"Orang yang mengerikan," gerutunya kemudian terbang menjauh.
Diam-diam Nightmare memperhatikan dari kegelapan gang selagi tersenyum tipis. Ia sudah terbunuh beberapa kali jadi sudah waktunya ia mengambil jantung yang baru sebagai penggantinya.
__ADS_1
Dia akan senang menipu dirinya sebagai wanita tak berdaya dan menjerat pria sebanyak yang diinginkan. Bahkan jika dia bertemu bandit dalam perjalanan dia akan menyerahkan tubuhnya untuk ditiduri 20 sampai 30 orang sekaligus kemudian membunuh mereka seperti yang dia lakukan sekarang.
"Aku tidak mau mati... aku tidak mau mati."
"Kau sudah bersenang-senang denganku, sekarang inilah bayarannya."
"Gwaaah."
Sebuah tangan menembus jantung pria itu hingga tergeletak bersimbah darah, seorang pria lain yang memperhatikan Nightmare dari atas batu hanya menatapnya dengan dingin.
Pria itu mengenakan mantel berbulu dengan mata berwarna merah. Seperti yang diduga dia adalah Solomon, saat era Titan berhasil dikalahkan oleh umat manusia atas bantuan para dewa dewi, dia menciptakan raja iblis lainnya untuk menghancurkan ras manusia namun para dewi menciptakan tujuh mahkota dewi untuk menghentikannya dan dibanding pahlawan sosok yang membuatnya kalah adalah dewi jahat Riona.
Riona mengirimnya ke ruang hampa untuk membunuhnya namun dengan kekuatan Nightmare dia kembali ditarik dari sana dan menciptakan raja iblis baru di benua enam wilayah yang dikenal sebagai raja iblis Utara, barat, timur, dan selatan namun pada akhirnya orang yang sama telah menggagalkan rencananya.
Solomon mengambil pakaian dari ruang penyimpanannya sebelum melemparkan ke arah Nightmare yang berlumuran darah.
"Cepatlah bersihkan tubuhmu itu, melihatnya membuatku muak."
"Padahal kau sangat tertarik saat aku mendesah bersama mereka."
Walau sebelumnya Nightmare adalah orang yang terlibat dalam pembunuhan desanya di masa lalu, Solomon masih berfikiran rasional, tanpa bantuannya dia tidak akan bisa membuat kejayaan bagi rasnya, meski Nightmare tidak memberikan informasi pada para pedagang waktu itu tetap saja desanya lambat lain akan dihancurkan... Kebencian para iblis tidak pernah hilang sebelum semuanya dimusnahkan tanpa sisa.
__ADS_1