Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 73 : Komandan Pasukan


__ADS_3

Ini adalah titik terakhir penyerangan kami, di atas dahan pohon Valentine duduk untuk mengawasi kemah dari musuh kami.


Aku yang ada di.bawahnya bertanya padanya.


"Bagaimana Valentine?"


"Sepertinya mereka telah menyadari kita."


"Begitu, memang wajar sih.. mereka mengirim informasi melalui surat satu sama lain antara titik tapi sekarang mereka tidak bisa melakukannya."


Ketika aku berkata itu, Valentine melanjutkan.


"Pemimpinnya sudah keluar, dia pria besar dengan tanduk dan sayap di punggungnya, ia juga memakai armor berat serta gada raksasa"


Itu gambaran dari iblis.


"Iblis tingkat rendah tidak cocok untukku, apa tidak kita biarkan Harty dan Nibela yang mengurusnya saja."


"Aku meminta mereka untuk mengawasi di bagian wilayah berbeda, aku tidak ingin memberikan mereka pekerjaan yang lain setelah itu."


"Terserahlah, yang penting aku ingin segera kembali ke kota, mandi lalu makan-makanan mewah."


Aku maupun Valentine bertukar pandangan sebelum mengangguk kecil dan berpencar. Ada beberapa iblis kelas rendah yang menyisir kawasan persembunyian kami yang mana harus kami bunuh secepatnya.


Aku menyelinap di antara pepohonan saat melihat empat iblis di depanku. Mereka yang bisa merasakan energi sihirku dalam sekejap meningkatkan kewaspadaannya dengan saling membelakangi.


"Lawan kita hanya satu, kita pasti bisa menghabisinya."


"Aah, manusia menyedihkan ini akan kita bunuh."


"Di atas."


Aku muncul seperti yang dikatakan salah satu iblis tersebut, sebelum bisa menebaskan pedang salah satunya berhasil menepisku hingga aku mundur menjaga jarak.


Teriakan iblis lain mulai menggema di sekelilingku yang tentu itu ulah Valentine.


"Dasar monster, kita serang bersama."


"Baik."


Mengikuti arahan satu iblis yang dijadikan pemimpin mereka menyergapku dari segala arah. Setelah melewati dua serangan pertama aku menendang satu iblis terbang menabrak pohon dan satu lagi kupenggal kepalanya.

__ADS_1


Saat kepala itu jatuh aku memotong dua iblis berikutnya kemudian menciptakan peluru air ke arah iblis yang sebelumnya kutendang.


Peluru menembus kepalanya hingga dalam sekejap empat iblis yang malang ini telah kubantai, aku merasakan dua lagi tak jauh dari sini.


Dengan gerakan cepat aku berpindah tempat.


"Orang itu monster kita harus melaporkan ini pada tuan Raja Iblis Barat."


"Benar."


"Kurasa tidak secepat itu."


Aku mengayunkan pedangku dan dua kepala lagi jatuh ke tanah dalam hitungan detik.


Akibat keributan ini telah menarik komandan pasukan untuk mendekat ke arahku selagi menyeret gada raksasanya.


Penampilannya seperti apa yang dikatakan Valentine.


Memanfaatkan kelengahan musuh, Valentine muncul di atasnya selagi mengirim tendangan. Dengan ringan komandan itu menahannya dengan gada.


Sementara itu Valentine mundur ke dekatku.


"Bukannya Valentine jadi sedikit agresif."


"Heh, begitukah. Semua orang pasti berfikiran sama."


Ini pasti ulah dewi ini.


Dia mengatakan sesuatu hal yang tidak karuan.


"Aku hanya mengatakan jika kita lebih mendukung Lion dunia akan cepat damai dan kita bisa menikah secepatnya."


"Paling tidak jangan baca pikiranku, rasanya tidak sopan tapi barusan tendangan yang bagus Valentine."


"Iya."


Iblis di depan kami menyeringai marah.


"Manusia rendahan seperti kalian berani juga menghabisi pasukanku, setelah mengalahkan kalian berdua kami akan menghancurkan kota kalian."


"Aku meragukan hal itu, Valentine mari kita serang bersama."

__ADS_1


"Baik."


Aku maupun Valentine melangkah maju.


"Namaku Oger, salah satu komandan iblis yang akan membawa penderitaan pada kalian."


"Baik sekali kau mengatakan namamu sebelum kami membunuhmu."


"Berisik."


Kami bertarung secara bergantian dalam waktu cukup lama.


Saat pedangku ditahan Valentine memberikan tendangan di wajah musuh kami, tubuhnya sedikit terdorong dan aku menambahkan serangan berikutnya untuk melemparkannya jatuh ke depan.


Iblis itu bangkit kemudian mengayunkan gadanya berputar untuk menciptakan pusaran angin topan.


Aku mengarahkan tangan kiriku untuk memanggil sihir dari telapak tanganku.


Kurasa sihir tanah cukup bisa digunakan dengan baik.


Pijakan Oger merebas ke dalam tanah hingga sihirnya berhenti dalam sekejap.


"Apa?"


"Sudah berakhir."


Dari bawah tanah seekor naga muncul untuk melahap setengah tubuhnya disusul seluruh tubuh yang tersisa.


Valentine mengalihkan pandangannya sesaat ke samping. Mulai sekarang dia akan selalu melihat bagaimana banyak nyawa yang terbunuh di depan matanya.


Kuharap itu tidak akan mengganggunya lagi ke depannya.


"Kupikir komandan pasukan raja iblis barusan sangat lemah."


"Tetap saja kau harus berhati-hati Lion, terkadang iblis juga merekrut manusia sebagai pion mereka," ucap Rion sebelum kemunculan Harty dalam wujud naga dan Nibela di punggungnya.


Aku bertanya ke arah keduanya saat mereka mendarat.


"Apa semuanya baik-baik saja?"


"Mereka juga sudah selesai si komandan dan si pengguna tombak jelek juga," balas Nibela.

__ADS_1


"Di sini juga sudah beres, dengan ini pekerjaan kita selesai."


Yang menunggu kami selanjutnya hanyalah makanan mewah seperti yang dikatakan Rion.


__ADS_2