Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 149 : Perubahan Titan Pertama


__ADS_3

Setelah keluar dari kota Yujin, Solomon dan Lu Shang telah sampai di area hutan di mana perampok yang mereka kejar telah memasukinya.


Lu Shang dengan percaya diri menarik pedangnya untuk menunjukkan bilahnya pada pria tersebut.


"Kalian terjebak."


Solomon yang berada di belakangnya menarik kerah baju Lu Shang hingga dia terjatuh ke bawah, tepat di mana sebelumnya Lu Shang berada telah dipenuhi anak panah yang menancap mantap di tanah.


"Hampir saja."


Keduanya melirik ke arah panah diluncurkan dan melihat bahwa mereka sesungguhnya telah dikepung dari segala arah.


"Lu Shang bangunlah atau kita benar-benar akan mati di sini?"


"Kau ini Solomon, kenapa kau selalu berfikiran suram begitu, kita tidak akan mati."


"Serang mereka."


Dari panah berganti dengan pedang kemudian mereka semua menerjang secara bersamaan, Solomon menjatuhkan dua lewat pedangnya, begitu juga Lu Shang.


Dentrang.... Dentrang... Dentrang.


"Dibanding monster, kalian bukan apa-apa."


"Lihat siapa yang akan tertawa di akhir."


Pria yang sebelumnya menabrak seorang gadis di kota pun turun menyerang dengan belati.


Mengandalkan celah yang dibuat oleh rekannya ujung pisau itu terjulur ke arah Lu Shang yang belum siap menahannya kendati demikian Solomon telah menutup jarak hingga hanya tangan kirinya yang tertembus.


"Solomon?"


"Sudah kubilang jangan lengah."


Kedua mata Solomon berubah menjadi merah terang, darah mengalir dari sudutnya, dan saat dia tersenyum seluruh orang-orang yang menyerang berubah menjadi debu.


"Apa-apaan ini? Kau bukan manusia... gwaaah."

__ADS_1


Solomon terduduk selagi memegangi matanya.


"Kau menggunakan teknik berbahaya itu lagi," ucap Lu Shang khawatir.


"Tidak ada jalan lagi, lawan kita terlalu kuat... dan kurasa pemimpin mereka sedang bersembunyi di suatu tempat."


"Mustahil?"


"Di belakangmu Lu Shang."


Tepat saat Lu Shang berbalik sebuah bilah terayun padanya, dengan sigap ia menangkisnya dengan pedang namun tubuhnya ditendang ke belakang menabrak pohon dengan muntahan darah menyakitkan.


Solomon yang tidak bisa bergerak menjadi korban berikutnya, wajahnya di tendang kemudian dihajar sampai babak belur.


"Sepertinya kemampuan unikmu hanya bisa digunakan sekali, aku benar-benar beruntung... karena kau telah membunuh rekan-rekanku, maka kau juga akan kubunuh setelah menyiksamu."


"Aaaaa."


"Kau? Berhenti di sana, jangan menyakiti temanku."


Lu Shang menerjang ke depan, dia melompat untuk memberikan tebasan lurus.


"Apa?"


Tubuh kepala pemimpin mundur ke belakang sebelum membalas serangan, dengan tubuh besarnya kekuatannya terasa dua kali lipat.


Menebas, mengayun, menebas, menendang, menghindar dan menyerang lagi.


Dalam penguasaan ilmu pedang musuh Lu Shang berada jauh di atasnya.


"Tunjukan lagi kemampuanmu bocah."


"Lu Shang?"


Kedua tangan Lu Shang terpotong rapih dan jatuh ke tanah, di saat darah menyembur tebasan berikutnya telah memotong tubuhnya dari perut membuatnya terbelah dua.


"Solomon larilah."

__ADS_1


"Tiidaaaak."


"Inilah karena kau berani melawan kami."


"Sialan kau."


Bersamaan teriakan itu Solomon melangkah ke depan, dia memukul kepala perampok hingga dia terbang menembus beberapa pohon di belakangnya sebelum bangkit kembali.


"Kau rupanya masih memiliki kekuatan tersembunyi rupanya."


Tanpa mendengarkan perkataan musuhnya, Solomon mulai menyatukan tubuh Lu Shang sedia kala.


"Solomon, pergilah."


"Aku akan menyelamatkanmu."


"Dia masih berbicara bahkan ketika tubuhnya terpotong-potong, sungguh kekuatan bertahan hidup yang luar biasa."


"Diam kau.. aku tidak akan membiarkanmu mati."


Solomon mengeluarkan botol dari bajunya yang mana dia minumkan ke dalam mulut Lu Shang.


"Minuman apa ini?"


"Sebenarnya aku sejak lama telah meneliti tentang Titan yang hidup di benua lain, setelah aku pelajari aku bisa merubah seseorang jadi Titan dan obat ini juga memiliki efek untuk menyembuhkanmu."


"Solomon, kau?"


Asap mengepul dari setiap tubuh Lu Shang hingga bekas potongan di tubuhnya mulai menyatu kembali.


"Apa yang kau lakukan? Hey kau mendengarkanku."


Tepat saat Solomon mundur sebuah ledakan angin terjadi dari tubuh Lu Shang.


Selanjutnya dia telah berubah menjadi raksasa setinggi 60 meter dengan rambut panjang dan pakaian yang dia buat dari sihir.


"Graaaaaah."

__ADS_1


__ADS_2