Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 471 : Aliansi Kejahatan


__ADS_3

Setelah memberikan buruan kami ke pemilik toko pandai besi, aku dan Estelle menyerahkan para penjahat kepada penjaga istana sebelum akhirnya kami bertemu dengan Varlia di ruangan tamunya.


Ada Mamia dan juga Hualing turut bergabung juga.


"Terima kasih sudah menangkap mereka, Lion dan Estelle selalu membuatku tidak tahu harus membalas budi seperti apa, apa ada sesuatu yang ingin kalian minta? Aku sudah menanyakan pada Mamia dan juga Hualing dan masing-masing mereka memberikan permintaan yang mereka inginkan sebagai hadiah."


Kedua orang yang dimaksud tersenyum puas.


"Hualing pasti meminta pakaian atau harfa baru dan Mamia meminta soal bantuan ke panti asuhan atau lainnya," tepat saat aku mengatakan itu pandangan ketiganya tampak terkejut.


"Darimana Lion tahu?"


"Yah aku hanya menebak saja... tunggu, apa yang kukatakan benar."


Ketiganya mengangguk mengiyakan dan Estelle menambahkan.


"Lion sudah cukup lama bersama kita, ia pasti sudah tahu apa yang masing-masing di inginkan setiap orang."


Semuanya setuju dengan itu, jika berbicara permintaan aku sama sekali tidak memilikinya, yang kuinginkan telah aku sampaikan tapi jika itu Estelle aku rasa aku punya satu tebakan untuknya.


"Lalu Estelle?" tanya Varlia dan ia diam sejenak sebelum melanjutkan.

__ADS_1


"Desaku sudah ditinggalkan sejak lama, aku ingin membangunnya kembali."


Seolah tahu apa maksud Estelle Varlia angkat bicara.


"Aku mengerti, aku akan melakukan apapun agar desamu kembali seperti sedia kala, agar tidak terjadi hal sama aku akan menempatkan beberapa penjaga terlatih untuk tinggal di sana juga."


"Terima kasih, tapi soal penjaga aku sudah memiliki satu rencana, berkat Lion aku telah banyak berlatih bertarung maupun sihir, saat aku bisa melakukannya aku ingin melatih semua orang agar bisa mempertahankan desa kami sendiri."


"Aku mengerti, aku akan memberikanmu gelar bangsawan juga... jika itu Count atau Marquez aku tidak keberatan memberikannya padamu."


"Tidak, aku tidak usah."


Estelle melirik ke arahku dan aku mengangguk mengiyakan. Itu agar jika desa diawasi oleh kerajaan secara langsung maka semuanya akan terjamin bahkan bandit tidak akan mungkin mau mencoba menyerang desa tersebut.


"Kalau begitu aku menerimanya tapi hanya sebagai bangsawan Baron."


"Jika Estelle sudah bulat maka aku hanya menerimanya tapi bagiku Estelle lebih dari seorang bangsawan bahkan lebih di atas Duke sekalipun jadi mohon diingat itu dan jangan ragu mengatakan apapun padaku."


"Terima kasih."


Estelle adalah orang yang paling bekerja keras di sini, aku pikir dia layak mendapatkan yang terbaik dari kerajaan ini.

__ADS_1


Aku membuka mulutku untuk menanyakan kejadian yang terjadi di hutan sebelumnya.


"Ngomong-ngomong penjahat yang kami tangkap?"


"Mereka dari aliansi kejahatan, ada banyak jumlahnya dan sekarang kami akan menyelidiki mereka dan menangkap mereka sekaligus di berbagai tempat, ada kemungkinan masih banyak juga di hutan itu jadi aku mengirim pasukan Veronica untuk menyelidikinya."


"Jadi begitu, apa saja yang mereka perbuat?"


"Mereka hanya para perampok tapi saat pasukan raja iblis menyerang mereka hanya pergi ke kota-kota yang dihancurkan dan menjarah apapun yang berhasil mereka temukan."


"Mereka benar-benar hina," potong Mamia sebelum akhirnya Veronica muncul dengan pakaian kesatria.


"Maaf mengganggu yang mulia ratu, interogasinya telah selesai."


"Jadi apa yang kita dapatkan."


"Kami mendapatkan informasi beberapa titik yang menjadi persembunyian mereka dan salah satunya adalah desa yang sudah tidak berpenghuni bernama desa Tlorest."


Mendengar itu Estelle berdiri dengan terkejut lalu berkata dengan dipenuhi kesedihan serta emosi dalam sorot matanya.


"Itu desaku."

__ADS_1


__ADS_2