Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 169 : Pulau Tersembunyi


__ADS_3

Harty diam sejenak lalu melanjutkan.


"Selain alam naga aku bisa menunjukkan di mana ras campuran itu berada, apa kau ingin melihatnya?"


"Kurasa begitu, aku sedikit penasaran."


"Um.. kalau begitu mari pergi."


Aku menggunakan Teleportasi Gate dan kami berdua muncul di sebuah pulau di tengah laut. Pulau ini sangat luas dan hampir seperti sebuah daratan baru yang tidak bisa ditemukan siapapun.


Atau lebih tepatnya...


"Bagaimana?" tanya Harty.


"Jadi di sini mereka tinggal, ada semacam pelindung yang melindungi pulau ini."


"Tepat sekali... aku yang membuatnya, hampir mustahil untuk bisa datang kemari maupun menemukannya tanpa bantuan aku sendiri."


Sebelumnya Rion pernah menawariku untuk datang kemari, dengan kata lain dia sudah tahu tentang mereka.


Aku berfikir tidak seharusnya mengatakannya pada Harty jadi mari sembunyikan saja. Sebuah jalan terbuka saat Harty mengulurkan tangannya. Dibarengi kekaguman yang sulit kukatakan aku mengikutinya dari belakang.


Semua bangunan ini hampir menyerupai keadaan pada zaman Edo, semua orang mengenakan kimono, ada yang polos atau juga bermotif indah.


Dan di tengah desa ini terdapat pohon sakura raksasa.

__ADS_1


Seperti yang pernah Rion katakan mereka adalah keturunan naga dengan manusia khususnya dari sosok yang disebut pahlawan, dan di atas kepala mereka ada tanduk juga.


"Terkadang di sini juga ada monster laut jadi tidak aneh bahwa mereka juga membekali sebagian orang dengan senjata," ungkap Harty.


"Jadi begitu."


"Aku jamin mereka sangat ramah."


Harty menjelaskan keseluruhan tempat ini khususnya soal pohon besar tersebut, pohon itu memberikan sebuah energi yang dapat membuat ras ini tidak kehilangan kendali, pada dasarnya darah naga ada di tubuh mereka dan suatu hari mungkin akan sulit mempertahankan wujud mereka, syukurlah bahwa pohon ini melakukan tugasnya dengan baik.


"Dengan kata lain mereka bisa berubah jadi naga kapanpun."


"Benar sekali... dengan terus berada di sini mereka akan terus berwujud seperti ini, namun keberadaan pohon ini juga membuat monster dari dalam laut tertarik."


Aku bisa merasakan bahwa pohon tersebut menyimpan mana yang sangat kuat.


"Dia tidak memiliki tanduk."


"Otot tubuhnya juga terlihat lemah."


"Jadi ini namanya manusia."


Aku benar-benar tidak ingin mendengar komentar yang memperlakukan seperti makhluk asing.


Setelah Harty menjelaskan bahwa kami hanya datang untuk berkunjung sebentar akhirnya mereka kembali beraktivitas sedia kala, Harty yang lapar menarikku ke kedai ramen dan memesan dua mangkuk besar untuk kami nikmati.

__ADS_1


Aku bisa mengerti tentang porsi naga.


"Aku tambahkan extra daging di sana jadi silahkan nikmati dengan puas."


"Terima kasih paman."


"Yos.. makan yang banyak."


Aku bisa merasakan sensasi luar biasa ketika makanan tersebut masuk ke dalam mulutku, mie yang begitu kenyal dicampur dengan cita rasa kaldu yang luar biasa membuat aromanya semakin kuat. Aku pikir mereka membuat kaldu dari bahan-bahan laut.


Seperti kerang atau kepiting dan potongan daging ini sangat lembut hingga rasanya akan meluber di lidah.


Yang jelas ini sangat enak.


"Tolong tambah lagi."


"Baik."


Harty telah menghabiskan tiga mangkuk besar untuk dirinya sendiri.


Membuang makanan adalah sesuatu yang kurang sopan jadi aku harap bisa menghabiskannya walau satu mangkuk.


Aku membuang nafas panjang selagi melihat Harty yang menghabiskan mangkuk ke sepuluh, di sini mereka tidak menerima koin emas atau sejenisnya jadi itu sedikit sulit membayarnya.


Sistem penukaran menggunakan sistem barter dengan nilai barang yang setara, walau si penjual memperbolehkan kami makan gratis tetap saja itu sesuatu yang tidak bisa kulakukan.

__ADS_1


Jika satu mangkuk aku tidak masalah tapi Harty makan dengan porsi yang luar biasa, itu sama saja membiarkan toko paman tersebut mengalami kerugian.


Oleh karena itu aku memutuskan untuk pergi ke ujung pulau demi menangkap seekor ikan yang sama berharganya dengan makanan yang kami makan.


__ADS_2