Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 368 : Ruang Hampa


__ADS_3

Menghentakan kakinya Solomon meluncur ke depan dengan kecepatan tinggi, Rion yang sepenuhnya telah siap menghindari tebasan tersebut mencengkeram kerah baju Solomon lalu melemparkannya bagaikan sebuah badai.


Hembusan angin meledak bersamaan tubuh Solomon yang terus tergerus oleh permukaan tanah, terhantam bebatuan sebelum dia menabrak bangunan dengan detuman keras.


"Gack."


Darah menyembur dari mulutnya, Solomon jatuh namun tidak membiarkan dirinya kehilangan keseimbangan. Dengan menjentikkan jarinya tujuh gerbang muncul dari atas langit berusaha meremukkan Rion dari atas.


Dia menghindari semuanya, saat pandangannya teralihkan Solomon muncul di belakangnya lalu menghantamkan pedang membuat tubuh Rion menukik jatuh ke tanah dengan ledakan besar.


Solomon yang melayang di udara mengulurkan tangannya menciptakan bola hitam raksasa yang seiring penambahan mana berubah menjadi semakin besar. Bola itu meluncur lalu meledakan setengah kota termasuk Rion di dalamnya.


Setelah ledakan itu Rion tampak baik-baik saja selagi menepuk-nepuk gaunnya yang kotor.


"Bagaimana iblis memiliki kekuatan seperti ini?"


"Entahlah."


Ketujuh gerbang kini membuka dirinya yang mana menampilkan tangan-tangan raksasa yang keluar secara serempak, tangan itu bukan hanya tangan yang berasal dari raksasa melainkan makhluk yang belum pernah ada di dunia manapun.


Tubuh mereka meluncur dan sekitar 200 iblis titan menyerbu Rion secara bersamaan. Kaki mereka membuat detuman keras yang melebihi ratusan tank baja yang dikerahkan oleh satu regu pasukan militer tertentu.

__ADS_1


Rion mengulurkan tangannya dan berkata.


"Elemental Bridge... Jalan Kehancuran."


Beberapa dari mereka berhasil diledakan, sayang sekali jika dia memiliki seluruh kekuatannya lawan di depannya bukanlah apa-apa.


Sebuah pukulan dari iblis titan yang selamat menghajarnya dengan mudah, tubuhnya terbang ke udara dan iblis lain memukulnya dari sisi lain.


Rion menahan muntahan darah dari mulutnya.


Selain pertemuannya dengan Nightmare dia tidak menyangka ada orang yang bertarung sehebat ini juga, Solomon bukan orang yang bisa dipandang remeh.


Tanah menyembur ke udara di mana iblis Titan menginjak Rion tanpa ragu, Rion mendorong kaki itu lalu meledakan kepalanya dengan pedang cahaya.


Dia merasa tidak akan mungkin bisa mengalahkan Solomon, bahkan Venus dengan kekuatan aslinya mungkin akan kesulitan, jika lawannya sekarang dibiarkan begitu saja maka akan sangat mengerikan untuk dunia ini.


Satu hal yang bisa dilakukannya adalah menyegelnya di suatu tempat, pikiran Rion bercampur dengan kekesalannya. Sampai dia bisa menemukan seseorang yang dapat mengalahkannya itu adalah pilihan baik.


Rion menciptakan pedang cahaya di tangannya lalu menebas seluruh iblis titan yang menyerangnya, Solomon tidak ingin mengambil resiko jika sosok di depannya menghancurkan gerbang miliknya, karena itu dia mendaratkan kakinya di tanah setelah menghilangkan seluruh gerbangnya.


Sekali lagi Solomon melirik ke sekelilingnya dan melihat tidak hanya satu Rion di sana melainkan ratusan orang yang sama.

__ADS_1


"Salah satu dari tujuh dosa mematikan kah."


"Serang dia."


Walau hanya ilusi semua Rion menyerang secara serempak, mereka mengepung Solomon secara habis-habisan lalu menghilang terkena terbasannya, di saat yang sama Rion yang asli telah muncul di depannya.


"Apa?"


"Kena kau."


Rion mencengkeram lagi kerah Solomon lalu melemparkannya terbang ke udara, berbeda dari sebelumnya kini yang telah menyambut Solomon bukan hantaman keras melainkan sebuah lubang hitam.


"Bukannya ini?"


"Ruang hampa," pertanyaan itu dijawab cepat oleh Rion.


Lubang itu menghilang dan lenyap bersama seorang yang ditelannya, Rion menyeka darah yang menetes dari wajahnya. Sebelum seseorang menemukannya dia memapah kakinya yang patah dan berjalan menembus hutan berantara.


"Pandanganku mulai kabur."


Dia terduduk bersandar di pohon lalu menutup matanya.

__ADS_1


__ADS_2