Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 201 : Pemukiman Dark Elf


__ADS_3

Setelah dua hari berlalu kami memutuskan untuk menghilangkan penak di dekat sungai beraliran jernih.


Di sini aku membuat rebusan yang terdiri dari daging rusa dan beberapa sayuran sebagai pelengkap, aku menambahkan sayuran lebih banyak pada mangkuk ketiganya.


"Tidak, masih kurang, dua puluh untuk masing-masing mangkuk."


"Sebenarnya kau ini siapa? Apa kau ini penjual sayur di pasar," ucap Laurenta.


Tak kusangka dia juga tidak suka sayuran.


"Pokoknya kalian harus lebih banyak makan sayur dibandingkan daging, setelah sayuran habis akan kubiarkan kalian makan daging sepuasnya."


Walau mereka terlihat ogah-ogahan dengan persyaratan ini mau tidak mau, mereka harus memakannya.


Selagi aku tersenyum melihat pemandangan dari wajah mereka, sebuah anak panah melesatkan ke arahku dan aku menangkapnya dengan mudah.


"Apa kita diserang bahkan sedang makan juga?" teriak Laurenta.


"Kurasa ini berbeda, tolong keluar siapapun kau.. kami tidak berniat buruk."


Dari bayangan pepohonan seorang dengan telinga runcing muncul, dia adalah seorang wanita dengan rambut perak serta busur di tangannya.


Ia menarik talinya untuk mengarahkan anak panah padaku.


"Sudah kubilang kami tidak berbuat macam-macam."


"Kenapa aku harus mempercayai manusia?"


"Kalau begitu kau bisa mempercayai elf ini juga."

__ADS_1


"Kau?"


"Halo, bisakah kau menurunkan senjatamu bukannya kita sesama elf kan."


"Tak kusangka aku bisa bertemu dengan elf yang ada di benua lain."


Wanita itu akhirnya menurut dan aku memintanya untuk duduk untuk menikmati sup bersama.


"Maaf tapi Dark Elf tidak makan daging," katanya.


"Ah maafkan aku, kurasa aku punya beberapa roti dan madu di dalam penyimpananku, silahkan dicoba."


Aku bisa mengiranya sebagai Titan tapi itu jelas bukan.


Aku mengeluarkan dua benda itu dari sihir penyimpananku.


"Kau memiliki itu aku juga minta."


"Enak sekali."


Seperti yang dikatakannya dia berasal dari ras Elf namun berbeda jenis, Dark Elf lebih cenderung memiliki tubuh gelap serta postur tubuh lebih tinggi dari elf biasanya.


"Terima kasih atas kebaikannya, mohon maaf telah menyerang kalian."


"Tidak masalah, ini juga salah kami yang memasuki wilayah kalian."


Saat perjalanan kami masih dikejar-kejar oleh pihak musuh hingga pada akhirnya kami memilih untuk mengambil jalan ke hutan Dark Elf.


Pertama kami memperkenalkan diri.

__ADS_1


"Namaku Selena, aku tinggal di perkampungan tidak jauh dari sini... kalau boleh silahkan ikuti aku, para tetua pasti akan menyambut kalian."


"Apa kau yakin?" aku balik bertanya.


"Tentu saja, mungkin tuan Lion bisa membantu masalah kami."


Aku merasa bahwa itu berkaitan dengan madu yang diberikan aku padanya.


Tampaknya Dark Elf terlalu menyukainya, dipandu oleh Selena kami sampai di sebuah perkampungan yang luas di mana seluruh rumah dibangun dari pohon. Jika kau membayangkan tempat di dunia peri kurasa tempat ini adalah salah satunya.


Dari atas tampak para anak-anak bermain dengan gembira selagi menunggangi makhluk sejenis capung akan tetapi memiliki corak warna warni.


Ukurannya cukup besar.


Di setiap perjalanan para Dark Elf tampak memandangi kami dengan tatapan curiga, saat mereka melihat Rion ekpresi mereka sedikit melunak.


Para elf sepertinya memiliki hubungan baik dengan elf lainnya seolah mereka memperlakukannya sebagai saudara.


Empat tertua yang sudah menua mendatangi kami.


"Kenapa kamu membawa manusia kemari?"


"Mereka orang baik, bahkan mereka memberikan aku ini."


Saat Selena menunjukkan botol berisi madu wajahnya memucat.


"Bukannya ini madu, kami sangat sulit mendapatkannya bagaimana kalian bisa memilikinya?"


"Kalian tinggal di hutan, bukannya mendapatkannya di sini lebih mudah."

__ADS_1


Pernyataanku membuat mereka memiringkan kepala.


Ada apa dengan reaksi itu?


__ADS_2