Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 418 : Dunia Baru


__ADS_3

Di ruang pertemuan, aku menjelaskan berbagai hal soal kenapa aku bisa kembali ke dunia bawah dan juga tentang apa yang akan kubuat untuk melakukan kerja sama dengan kekaisaran ini.


"Bolehkah kami pergi ke dunia sana?" tanya Hime.


"Tentu saja, kalian bisa pulang pergi melewati gerbang tersebut... mungkin banyak penduduk yang penasaran jadi mohon untuk membatasinya 100 orang perhari."


Wisteria dan Yukisa juga mengangguk mengiyakan.


"Jika Lion tak keberatan kami sangat terbantu dengan semuanya, aku menantikan masa depan yang cerah bersama ke depannya."


"Aku juga."


Kami berdua saling berjabat tangan sebelum akhirnya secara pribadi menuntun Hime sendirian untuk berkeliling Elfdian. Aku memperkenalkannya dengan banyak orang seperti pemilik toko makanan, toko besi serta beberapa toko lainnya dan memperkenalkan banyak budaya elf untuknya.


"Dunia atas memang luar biasa, matahari yang hangat serta orang-orang yang sangat ramah... aku beruntung bisa hidup sampai sekarang."


"Perkataanmu sungguh berlebihan," balasku tersenyum kecil sebelum melanjutkan.


"Ngomong-ngomong soal Solomon."


Hime hanya diam lalu mengikutiku ke sebuah bukit di luar kota Elfdian di mana di sana terdapat banyak makam yang diletakkan di bawah pohon, di sana juga ada makam Julie dan seluruh ras para titan.


"Ini?"


"Mereka semua telah kehilangan rumah mereka saat peperangan terjadi, aku ingin setidaknya membuat mereka memiliki satu rumah saat kepergian mereka, yaitu di sini."

__ADS_1


"Kau terlalu baik Lion."


Hime berjalan ke depan makam Solomon lalu menyentuh nisannya.


"Dulu dia orang yang sangat baik, aku ingat bagaimana kami sangat kelaparan dan ia dengan senang membagi rotinya untuk kami, dia adalah orang yang kukagumi sejak lama dan juga cinta pertamaku."


"..."


Perkataan Hime dipenuhi kesedihan.


"Aku tidak tahu apa saja yang telah dia perbuatan di dunia ini tapi bagiku dia adalah Solomon yang kukenal seperti itu."


Angin berhembus di antara kami berdua yang mana mengibarkan rambut Hime ke samping bersama dedaunan yang terbawa olehnya.


"Sudah waktunya kembali, aku sangat lapar."


"Biar aku pikirkan, kurasa aku ingin makanan laut."


"Baiklah, kita bisa makan di istana, aku akan meminta para pelayanku untuk membuatnya."


"Kedengarannya enak."


Aku berbalik untuk melirik ke arah makam yang barusan aku tinggalkan, mungkin hanya perasaanku tapi saat ini aku melihat semua orang berdiri di sana selagi menatapku dengan senyuman.


Julie yang paling bahagia dan melambaikan tangannya ke arahku.

__ADS_1


"Ada apa Lion?"


"Bukan apa-apa."


Di dalam ruangan makan kerajaan semua orang telah berkumpul di satu meja, aku juga memanggil Harfilia, Rosvalia dan juga semua orang yang tinggal di istana ini.


Clarisa duduk di paling ujung meja dengan sebotol wine di tangannya, ada pun untuk Rion dia duduk selagi mengusap perutnya yang semakin membesar.


Aku juga ingin melakukannya nanti, aku mengangkat gelasku yang berisi air putih lalu berkata.


"Bersulang."


"Bersulang," semua orang mengikuti perkataanku juga.


Ini adalah perayaan dimana kami telah kembali dari labirin besar serta membentuk kerja sama dengan kekaisaran dari dunia bawah, rasanya aku benar-benar pulang ke rumah.


"Hey, itu daging milikku Harty... berikan."


"Tidak mau."


"Apa bunga Wisteria itu bisa dimakan?"


"Tidak ada orang yang makan bunga di dunia bawah?"


"Sayang sekali tapi di sini kami juga memakan bunga."

__ADS_1


"Benarkah?"


Kurasa mereka sangat akrab satu sama lain.


__ADS_2