Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 188 : Pertarungan Di Ibukota Bagian Satu


__ADS_3

Seperti yang dikatakan Ranger dalam seminggu aku tiba di ibukota suci untuk melawannya, tak hanya diriku aku mengundang Venus untuk turut ikut bersamaku.


Semua penduduk kota telah dipenjara di dalam tanah istana karena itu tidak ada siapapun di sini.


Dari atas langit sosok Nilstrong jatuh dengan dentuman keras, dari pendaratan kakinya ia menciptakan retakan yang mampu menghancurkan bangunan sekelilingnya, dia menunjuk ke arahku.


"Dari sini kau hanya bisa masuk sendirian, tinggalkan wanita di sampingmu di sini untuk melawanku, baru kau akan kuizinkan kau lewat."


Aku yakin semua ini telah diatur oleh Ranger, Aku dan Venus saling menatap satu sama lain lalu mengangguk kecil. Jika Nilstrong melawan Venus dengan kata lain orang yang menunggu adalah orang itu.


Seseorang yang telah menyakiti Ryker, dia adalah Renard.


Aku berjalan pergi dan menemukannya di sana.


Dengan pedang di tangannya dia berdiri di persimpangan jalan selagi menatapku dengan ekpresi kebahagiaan.


"Sejauh ini tidak ada yang pernah menghiburku dalam hal pertarungan, kuharap kau bisa memenuhi ekpetasiku."


"Jangan khawatir aku datang untuk membunuhmu."


Aku menarik pedang Aira dan Rion secara bersamaan sebelum menghentakan kakiku melesat maju, dengan menambahkan sihir angin aku bergerak dengan kecepatan luar biasa, muncul di sampingnya dengan sebuah tebasan.


Dentrang.


Muncul di samping lain.

__ADS_1


Dentrang.


"Jika lawanmu bukan aku mereka pasti sudah langsung kalah, sayangnya kecepatan tidak akan terlalu berguna untukku."


Tepat saat aku berbalik, tangan Renard mencengkeram wajahku, dengan santai dia melemparkan tubuhku menembus beberapa rumah dengan ledakan besar di akhir.


Orang ini meremehkanku.


Aku bangkit lalu mengirim sihir api dan angin menciptakan pusaran tornado, seluruh bangunan hancur namun bagi Renard itu bukan sesuatu yang sulit. Ia mengayunkan pedangnya dan dalam sekejap angin terbelah menjadi dua bagian.


"Paling tidak kau harus menggunakan sihir setingkat ini."


Renard mengarahkan tangannya menciptakan bola raksasa yang dibentuk oleh petir kemudian menembakannya dengan kecepatan tinggi. Aku telah menunggu hal demikian karena itu sesaat bola itu mengarah padaku aku telah muncul di depan Renard.


Ini adalah teleportasi jarak pendek yang menjadi kemampuan Aira.


Renard menahan tebasanku sebelum dia melompat jauh ke belakang, aku berdiri selagi menatap matanya.


Bukan hanya ada dua mata tetapi sekarang dia memiliki satu tambahan mata di keningnya.


"Haha menarik, kau ini masih lemah dariku mengingat bisa sejauh ini aku akan sedikit memujimu."


"Aku tidak perlu pujianmu, dan mata itu?"


"Ini adalah mata yang kuciptakan dengan kemampuanku, mata ini juga membuatku bisa menebak langkah seperti apa yang dilakukan musuhku."

__ADS_1


Dia mengangkat tangannya mengisyaratkan dua jari.


Dia bisa membaca masa depan rupanya.


Bahkan kekuatan Dewi Venus yang merupakan dewi waktu bisa dikalahkan olehnya, yah... saat itu dia hanya beruntung karena menyerangnya secara diam-diam jadi tidak perlu aku khawatir.


Aku melompat di depannya dengan cara memperbanyak diri sekitar 20 orang sekaligus untuk menyergapnya.


"Menyingkirlah."


Teriakan Renard menghempaskan seluruh bayangan ilusiku termasuk aku di dalamnya, dengan dua pedang aku menancapkannya di tanah untuk menahan momentum dari pergerakanku.


Saat aku sadari Renard telah muncul di sampingku, dia menebaskan pedangnya dari samping dan aku menunduk untuk menghindari tebasan tersebut.


Membaca masa depan hanya sebuah permainan anak-anak, bahkan ketika aku mengayunkan pedangku apa dia bisa melihatnya.


Srak.


Mata ketiga dari Renard tertebas bahkan sebelum dia mengetahuinya.


Dia melompat ke belakang selagi memeganginya.


"Bagaimana bisa? Kenapa kau bisa melakukannya, aku yakin melihatmu hanya akan menahan seranganku."


"Kau terlalu naif, apa kau pikir aku datang kemari tanpa persiapan?"

__ADS_1


"Kau menggunakan kemampuan Venus."


Jika dia menggunakan satu kekuatan dewa maka aku menggunakan tiga dewi sekaligus.


__ADS_2