Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 37 : Gerbang Neraka Tiamat


__ADS_3

Hanya saja belum tiba di kastil kecuali aku semua orang malah terduduk lemas, mereka semua tampak kelelahan seolah sesuatu telah menghisap energi sihir mereka.


Kalian pasti bergurau, padahal aku dari awal terus mengacungkan jempol pada kalian.


Tepat saat aku memikirkannya seorang pria berjubah muncul dari atas langit dan mendarat di depanku.


"Sihirku adalah menghisap mana semua orang dan menjadikan makananku."


"Begitu, sayang sekali sepertinya kemampuanmu tidak terlalu berpengaruh padaku," balasku ringan.


"Tidak masalah, dengan kekuatanku sekarang aku bisa melawan siapapun.. aku telah mengambil kesucian para gadis sebanyak 200 orang dengan ini maka kekuatanku setara dengan raja iblis haha."


Rion berkata ke arahku.


"Bagaimana itu Lion, hidupnya pasti dihiasi kenikmatan?"


"Bikin iri saja tapi aku adalah tipe orang yang akan melakukannya setelah menikah."


"Itu perkata bagus Lion, aku jadi bersemangat untuk membuatmu menyimpang ke jalan yang sesat."


"Seperti diduga dari dewi jahat dia pasti akan pergi ke arah sana," kataku lemas tanpa terdengar siapapun.


Raja di depanku mengulurkan tangannya selagi berkata.


"Inferno Blast."


Aku hanya menahannya dengan gelembung air dan itu terhisap sekaligus, tanpa berhenti di sana dia terus menembakan sihir yang serupa.

__ADS_1


Orang ini tidak pernah mengenal kata menyerah, sekarang dia muncul di sampingku selagi menebaskan pedangnya.


Aku hanya perlu menundukkan kepalaku agar tidak terkena selanjutnya mundur satu langkah ke belakang untuk menghindari serangan berikutnya sebelum memukul wajahnya hingga dia berguling-guling di tanah kemudian menghantam bagian luar kastil.


"Orang ini bodoh kah, Beelzebub, Satan, Azazel bahkan Solomon sudah aku kalahkan, aku akan malu jika dia bisa mengalahkanku," kata Rion demikian.


Walaupun sebenarnya aku yang bertarung di sini.


"Jadi waktu itu kau memberi gelar padaku dari orang-orang yang kau kalahkan."


"Haha benar sekali, menurutku nama mereka cukup keren."


"Aku sama sekali tidak ingin dikenal sebagai iblis."


Raja yang terluka kembali berdiri, dia bilang telah mengambil kesucian 200 wanita jika begitu dia memang pantas mendapatkan hukuman yang mengerikan.


Rantai yang mengikat gerbang itu hancur berserakan, bersamaan itu jiwa manusia di dalamnya keluar, menjerit bagaikan musik mengerikan.


Mereka semua mengeluarkan tangan mereka seolah ingin keluar dari sana.


"Apa itu?"


Lena yang lebih dulu mengetahuinya.


"Itu Gerbang Neraka Tiamat."


Receptionis mengajukan kembali pertanyaan.

__ADS_1


"Apa itu sangat mengerikan?"


"Itu gerbang terkutuk, siapapun yang terseret ke dalamnya dia akan hidup di dalam neraka bahkan kita tidak boleh melihatnya terus atau mata kita akan terbakar."


Semua orang menutup mata mereka kecuali raja yang malang itu yang tidak tahu apapun, matanya mencair dengan teriakan menyakitkan di saat yang sama sebuah bayangan hitam menyeret tubuh raja tersebut untuk masuk.


"Hentikan... lepaskan aku."


"Jiwamu akan terus disiksa dan kekal di dalamnya."


"Tidak."


Gerbang menutup kembali lalu menghilang seolah bak ilusi.


"Membunuhnya akan lebih baik bukan."


"Jika kulakukan hal itu terdengar tidak adil, aku hanya membayangkan apa yang terjadi pada korbannya."


"Beberapa dari mereka mungkin ada yang bunuh diri," sela Rion lalu melanjutkan.


"Terkadang orang yang berjalan di jalan kebenaran sangat mengerikan."


Aku menyerahkan sisanya pada semuanya setelah memulihkan keadaan mereka semestinya.


Semua orang di dalam kastil dibawa keluar dan lagi-lagi kami meledakan kastilnya.


Ini malah terlihat seperti sebuah festival.

__ADS_1


__ADS_2