Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 170 : Tuna Biru


__ADS_3

Walau kami ingin menangkap sesuatu aku tidak tahu apa yang harus kami lakukan, tanpa pancingan dan jaring kami sepertinya memang harus masuk ke dalam air laut secara langsung.


Karena kemunculan beberapa monster, ikan adalah barang yang mahal di tempat ini, kebanyakan orang memilih untuk mengambil ikan yang hanya berada di pesisir pantai, itu juga masih berbahaya jika tidak hati-hati.


Monster yang sering mencoba menyerang tempat ini adalah kadal laut, mereka selalu berusaha mencoba naik ke daratan untuk memakan pohon sakura yang berada di desa.


Berhubung Harty seekor naga kurasa tidak perlu untuk ditakutkan. Berbeda dari penduduk ras Oni ia bisa merubah bentuk naganya sesukanya.


Setelah aku naik ke punggungnya kami menyelam ke dalam laut, menggunakan sihir air aku membuat bola yang membuat kami terus bernapas.


Sesuai yang kuduga para kadal laut langsung mengejar keberadaan kami, mereka terlihat seperti makhluk dari jaman pra sejarah dengan punggung penuh duri sementara kaki mereka mirip seperti kaki kura-kura dan meluncur layaknya sebuah misil.


"Mereka datang Lion, tapi aku akan senang jika memakan mereka, kebetulan aku lapar."


Meskipun dia sudah makan sebelumnya, dia masih lapar. Jika di air kurasa kami kurang diuntungkan jadi aku meminta Harty untuk keluar dan terbang di atas permukaan air.


Tak kusangka bahwa mereka bisa melompat ke udara tapi itu merupakan kesempatan untukku. Aku menciptakan bilah angin lewat sihirku hingga mereka berjatuhan dengan darah menggenang di laut biru.


Hampir seluruhnya telah dimusnahkan. Salah satu kadal laut melompat tinggi hingga mendarat di mulut Harty yang mengunyahnya sebelum menelannya ke dalam perut.

__ADS_1


"Rasanya sangat enak."


Harty adalah tipe naga yang tidak pilih-pilih soal makanan, kurasa dia memang naga rakus yang bisa makan apapun.


Meski pihak mereka kalah banyak, kadal laut ini tak pernah berhenti menyerang pada akhirnya Harty membuka mulutnya lebar-lebar untuk menembakan bola api yang menghancurkan seluruh monster tersebut.


Permukaan air untuk sesaat menciptakan kawah raksasa sebelum kembali sedia kala, di antara para monster aku bisa melihat beberapa ikan besar berwarna biru gelap.


"Itu ikan tuna biru, mereka sangat enak untuk dijadikan makanan... aku ingin."


"Hentikan Harty, ikan ini akan kita berikan pada pemilik toko itu."


"Satu juga tidak masalah bukan."


Harty melahap satunya sementara sisanya aku kumpulkan untuk diberikan.


"Terima kasih banyak."


"Sama-sama."

__ADS_1


Aku dan Harty keluar dari kedai dan menemukan pohon sakura yang menjatuhkan kelopak bunganya ke seluruh desa ini.


Itu adalah pemandangan yang indah seperti sebuah lukisan mahal.


Harty berkata.


"Apa sekarang kau mengerti kenapa aku tidak mengizinkan Lion untuk mengambil orang-orang ini?"


"Tentu saja, di sini terasa sangat damai.. walau ada monster kuyakin mereka bisa mengatasinya sendirian, jika melibatkan mereka dalam peperangan itu hanya akan membuat mereka terluka."


"Benar sekali, hampir seluruh penduduk ini telah kehilangan orang yang mereka cintai di masa lalu jadi lebih baik biarkan saja mereka mendapatkan kebahagiaannya sendiri di sini."


Atas pernyataan Harty aku mengangguk mengiyakan, beberapa anak berlarian di samping kami dengan tawa mereka."


"Tunggu aku."


"Kau harus lebih cepat lagi menangkap kami."


"Heeeh."

__ADS_1


Kuharap pemandangan seperti ini juga bisa kuciptakan di benua manusia dan benua iblis nantinya.


Gerbang raksasa muncul di depan kami berdua lalu menghilang setelah kami memasukinya.


__ADS_2