
Menyelesaikan ceritanya, Rion mendesah pelan selagi membaringkan tubuhnya di atas ranjang.
"Tunggu, kau bilang ibuku disegel tapi di mana itu?"
"Aku tidak bisa mengatakannya, jika kukatakan kau akan pergi ke sana seorang sendiri terlebih tempat itu sangat berbahaya, paling tidak tunggu sampai Lion mendapatkan seluruh kekuatanku," balasnya pada Nibela.
"Itu tidak adil."
"Ibumu tidak akan kemana-mana yang lebih kukhawatirkan adalah para elf yang ditahan oleh pengikut dewi suci... aku juga ingin segera menyelamatkannya akan tetapi kita harus memilih jalan secara setahap demi setahap agar mendapatkan hasil yang memuaskan, ngomong-ngomong soal kepuasan Lion cepat naiki tubuhku."
Aku menutup tubuhnya dengan selimut.
"Aku akan mengambil kamar yang lain saja, Nibela bisa istirahat di sini. Valentine dan Harty juga kalian harus cepat tidur."
"Kami mengerti."
"Aku ingin makan sebelum tidur."
"Kau sudah makan dari yang seharusnya."
"Tidak asik, gunakan mata jahatmu Lion, itu pasti jauh menarik," potong Rion.
"Menelanjangi setiap wanita dengan sebuah tatapan aku bahkan ragu untuk menggunakannya," kataku lemas sebelum akhirnya pergi untuk menutup pintu.
Aku harus bolak-balik ke meja receptionis sebelum akhirnya dapat kamar kecil yang bisa aku tempati dengan nyaman hingga aku berbaring di atas ranjangnya.
Setelah mendengarkan cerita Rion, aku mendapatkan dua nama penting di sana.
Pertama ibu Nibela bernama Harfilia dia seorang dewi yang menikah dengan Dewa Titan yang keberadaannya masih disembunyikan dan yang kedua adalah elf bernama Nightmare yang mengklaim dirinya pengguna sihir terlarang paling kuat.
Nightmare menggunakan cara yang cukup ekstrim untuk mendapatkan skill [Seven Deadly Sins] sementara Rion menggunakan cara berbeda.
__ADS_1
Jika mendengarkan penjelasannya maka dengan kata lain kemampuan itu juga bisa kuberikan ke orang lain.
Aku berkata setelah memikirkannya.
"Dibanding bersembunyi di balik pintu, kau bisa masuk Rion."
"Fufu kau sudah menyadarinya."
"Aku hanya merasa kau tidak akan mendengarkan perkataanku tadi."
"Tepat sekali, Nibela sudah tidur bersama yang lainnya kukira aku lebih cocok tidur di sini."
"Apa boleh buat, tidurlah di sampingku dan kunci pintunya."
"Oke."
Aku bergeser ke samping untuk memberikannya ruang, walau aku sering bersama Rion seperti ini jantungku tetap saja berdegup kencang.
"Ngomong-ngomong seperti apa yang kau pikirkan skill tujuh dosa milikmu bisa diberikan pada orang lain yang kau kehendaki, kurasa mereka akan menjadi pelayanmu yang setia nantinya."
"Begitu, kurasa aku akan melakukannya saat aku memiliki skill lainnya."
"Itu ide bagus hehe."
Aku berusaha keras mendorong tubuh Rion sedikit menjauh dan ia menjelaskan kembali.
"Sihir dibagi ke dalam lima kategori, pertama sihir dasar, sihir menengah, sihir atas, sihir Abyss dan juga sihir special. Sihir dasar merupakan sihir yang tidak perlu perapalan mantra dan terkesan lemah biasanya orang menggunakannya untuk kehidupan sehari-hari seperti mencuci, memasak dan lainnya."
"Hidup dengan sihir membuat semua hal menjadi praktis."
"Kedua sihir menengah, sihir dengan sedikit rapalan meski begitu ada juga yang menggunakannya tanpa rapalan sama sekali hanya perbedaannya dari saat kemunculan lingkaran sihir, itu sedikit jauh lebih besar serta menggunakan formula sihir yang sedikit sulit."
__ADS_1
"Aku tidak tahu hal itu."
"Jika kau datang ke akademi sihir kurasa kau akan banyak mengetahuinya."
"Kedengarannya menarik."
Diam-diam aku merencanakan hal itu di masa depan nanti.
Sementara Rion menjelaskan kembali aku melirik ke arahnya.
Dadanya benar-benar sangat besar.
"Ketiga sihir atas, sihir ini cenderung sihir yang sangat kuat namun di saat itu juga bisa menelanmu jika kau kurang cakap mengontrolnya, dalam situasi buruk bahkan kau akan tertelan oleh sihirmu dan berakhir membuat orang kau sayangi terluka."
"Itu jelas berbahaya, lalu sihir Abyss?"
"Itu sihir khusus yang dibuat oleh penggunanya dan hanya bisa digunakan olehnya sendiri. Skillmu juga termasuk di dalamnya."
Seperti Magic Tree dan juga sihir dunia kah.
"Jadi itu istilah yang digunakan di sini."
"Jika sihir kegelapan ataupun sihir suci mereka berada di sihir special, biasanya sihir ini diturunkan dari generasi satu ke generasi yang lain atau juga dari guru ke murid."
"Mungkinkah para pendeta menggunakan sihir suci yang berbeda dengan petualang."
"Benar sekali, yang digunakan petualang hanya sihir suci biasa sementara sihir yang diberikan para pendeta itu merupakan sihir dewi, efektivitasnya lebih tinggi dari siapapun tapi biasanya selain dari gereja jarang aku melihat orang lain menggunakan sihir suci, mungkin satu atau dua saat seseorang belajar pada seorang pendeta... semacam kenalan."
Jika melihat itu, rute pendeta lebih terlihat menjanjikan dibandingkan rute lainnya agar bisa cepat kuat.
Pemahaman sihirku memang sangat rendah.
__ADS_1