
Aku terbangun dipangkuan seorang wanita yang sebelumnya berada di dalam es, dia menatapku selagi mengelus rambutnya ke samping.
Walau masih kebingungan, satu hal yang kuketahui.
"Ah... aku membuat dewi Harfilia memberikan bantalan pahanya, berapa lama aku tertidur?"
"Cuma beberapa menit jadi tidak masalah kalau Lion tidur sedikit lebih lama."
"Aku beruntung mendapatkan ini, sangat nyaman."
"Kalau Rion mendengarnya, dia akan marah loh."
"Dia hanya lembut di bagian dadanya."
Harfilia tampak menahan tawanya sementara orang yang kumaksud sedang tertidur dengan mulut menganga bersama Nibela.
Ya ampun, bukannya dewi ini tidak seperti dewi bahkan seperti gadis biasanya.
"Apa kau memiliki banyak pertanyaan? Aku sangat berterima kasih padamu bahkan jika menjawab seluruh pertanyaanmu, itu masihlah belum cukup."
"Aku berbuat baik bukan untuk mendapatkan balasan jadi tidak usah dipikirkan," balasku demikian.
"Begitukah? Biasanya seseorang selalu menginginkan hadiah pencapaian dari setiap perbuatan yang dia lakukan, kurasa Lion sedikit berbeda."
__ADS_1
"Aku hanya ingin membuat seseorang tidak merasakan kesedihan di dunia ini. Lebih dari itu, apa aku boleh bertanya kenapa perang ini terjadi? Kudengar manusia pertama kali yang menyulut peperangan dengan mengambil tanah milik para Titan."
Harfilia tampak diam sesaat seolah memikirkannya dalam-dalam, setelah keheningan yang kurasakan ia akhirnya membuka mulutnya.
"Kurasa semuanya terjadi karenaku."
"Maksudmu saat para dewa dewi membantu para Titan?"
"Tidak, jauh sebelum itu... ada alasan kenapa para manusia merebut tanah Titan dan ada juga kenapa para dewa dewi membantu mereka, keduanya tidak mengambil jalan yang salah."
Kini semuanya terasa membingungkan, jika mereka tidak salah lalu siapa yang harus disalahkan. Apakah ada yang sengaja membuatnya? Aku berfikir dari yang biasa kupikirkan sampai akhirnya Harfilia melanjutkan.
"Aku yang menikahi Titan memang salah tapi itu bukanlah sesuatu alasan yang membuat tiba-tiba para dewa dewi menyerang para Titan, aku hanya dihukum dengan kurungan 100 ribu tahun dan aku tidak boleh turun lagi ke dunia ini, itu sudah cukup untuk menebus dosa-dosaku. Bagiku tidak bisa melihat putriku sangatlah menyakitkan, aku selalu mengatakan itu pada Riona hingga suatu hari dia nekat untuk membebaskanku dari sana dan akhirnya dia sendiri yang dijatuhkan ke sini sebagai elf berambut perak... aku benar-benar menyesalinya seharusnya aku diam saja walaupun menyakitkan."
"Iya, aku tidak seharusnya mengatakan hal barusan.. aku sangat berterima kasih padanya juga," kata Harfilia melirik ke arah Nibela sesaat sebelum beralih melirik ke arahku dan melanjutkan.
"Ini mungkin cerita yang sangat panjang, apa Lion mau mendengarkannya? Kisah seorang dewi yang polos yang menganggap kehidupan di dunia fana lebih menyenangkan di alam dewi hingga menikah dan memiliki anak."
"Aku tertarik saat kalian membuat bayi."
"Fufu soal itu aku tidak akan mengatakannya, aku akan melewati bagian-bagian seperti itu."
"Itu cuma candaan jadi tidak masalah," kataku selagi mengangkat bahu.
__ADS_1
"Kalau begitu mari ke masa lalu lalu saat semuanya hidup dengan damai."
Alam Dewi 4.000 tahun lalu.
"Hey Riona, lihat ini... apa yang kutemukan, aku menemukannya di dunia fana." Harfilia menunjukkan sebuah kerang pantai di tangannya kepada Riona yang hanya duduk dengan bosan.
"Dengar Harfilia kau sebaiknya tidak terlalu sering turun dari alam dewi ini, kita adalah dewi magang, itu akan jadi masalah saat ratu dewi mengetahuinya."
Mendapati ceramahan tersebut wajah Harfilia sedikit masam.
"Berhentilah menceramahiku dasar dewi jahat."
"Siapa yang kau panggil dewi jahat, ini semua demi kebaikanmu... dan berhentilah mencolek dadaku."
"Ukurannya sangat besar."
"Aku akan membalasnya."
"Tidak akan kubiarkan."
Keduanya selalu menghabiskan waktu bersama sampai akhirnya Riona mendapatkan dunia yang harus dia awasi dan sementara Harfilia masih harus menunggu beberapa tahun berikutnya untuk mengambil dunianya sendiri, pada akhirnya selama itu ia ingin menghabiskan waktu di dunia fana.
Dan dari sanalah petualangannya dimulai....
__ADS_1