
Aku mengambil batu tersebut lalu menyimpannya ke dalam saku bajuku, batu ini hanya bisa digunakan sekali jadi untuk memasuki ruangan hampa aku hanya mempercayakannya pada Rion.
Rion mengulurkan tangannya untuk menciptakan sebuah portal menuju ruang hampa, selagi aku pergi aku memberikan satu botol madu dengan roti tawar untuk mereka nikmati.
"Aku pergi."
"Berhati-hatilah."
Aku mengangguk sebelum melompat masuk, seperti yang diberitahukan ruang hampa hanyalah ruangan mirip seperti ruangan luar angkasa. Semuanya tampak gelap namun masih bisa kulihat apapun dengan jelas.
Beberapa bongkahan tanah berputar dan seiring waktu aku juga turut bergerak mengikutinya.
Tanpa membuat diriku terlena aku memfokuskan diri untuk melihat apapun yang kulewati, aku tidak yakin waktu sudah bergulir berapa lama tapi aku yakin itu bukanlah waktu yang sebentar.
Setelah kebosanan melandaku aku akhirnya menemukan Venus di antara bongkahan ini, dia meringkukkan tubuhnya menjadi seperti sebuah lingkaran.
Karena dia telanjang bulat aku tidak yakin harus melihatnya bagaimana, pertama aku mendekat dan menyapanya.
"Dewi Venus Anda baik-baik saja?"
Mendengar suaraku dia membuka matanya dan melihat aku yang sedang menatapnya, ekpresinya tampak cerah dan ia memelukku.
__ADS_1
Sungguh ini pemandangan tidak senonoh, kami berbagi rasa hangat untuk beberapa saat.
"Aku datang untuk menyelamatkanmu."
"Terima kasih," katanya selagi menyeka air mata dari wajahnya yang putih.
Berada di tempat ini cukup lama memang membuat seseorang cukup ketakutan.
"Dewi Venus Anda terlalu erat memelukku."
"Tidak apa, aku tidak keberatan."
Lebih baik cepat keluar dari sini.
Memperhatikan sekelilingku hari sudah berubah jadi malam hari, Rion dan Aira tampak memeluk satu sama lain selagi tertidur lelap, sementara Venus mengikuti mereka berdua dan tidur di sebelahnya.
Ketika melihat ketiganya seperti itu, membuat hati terasa hangat.
Aku mengeluarkan selimut untuk menutupi tubuh ketiganya, aku sedikit lapar jadi kuputuskan untuk menikmati madu dan roti juga sebelum akhirnya tidur.
Saat aku bangun, ketiga dewi telah berada di sampingku memelukku dari segala arah. Aku hanya menatap kosong selagi mendesah pelan.
__ADS_1
Rion sepertinya sudah bangun jadi aku menarik pipinya.
"Sakit, sakit."
Mari tunggu sampai mereka benar-benar bangun, aku meminta ketiganya menunggu sebentar sementara aku pergi ke kota untuk membeli beberapa bahan makanan.
Aku juga membeli pakaian untuk Venus kenakan, walau sempat menolak aku tetap memintanya untuk mengenakannya, saat di dalam ruangan dia bisa telanjang sepuasnya.
Atas persyaratanku akhirnya dia mengangguk setuju. Setelah benua manusia aman dari para Titan dia akan kembali ke alam dewi. Sampai saat itu tiba sementara waktu ia akan tinggal di negaraku.
"Jadi hari ini kita akan makan apa Lion?" tanya Rion bersemangat.
"Aku akan membuat hamburger, kalian pasti akan menyukainya?"
"Hamburger?" kedua orang yang lain bertanya-tanya.
Di dunia ini tidak ada makanan seperti ini tapi aku yakin dengan kemampuanku aku bisa membuatnya.
Aku melakukan berbagai hal seperti yang kupelajari dari dunia asalku, walau cukup lama hasilnya tidaklah mengecewakan. Aku membuat empat porsi untuk masing-masing dari kami.
Karena porsinya cukup besar itu sudah cukup membuat perut kenyang, aku dan Rion makan dengan langsung menggigitnya dari tangan sementara dua dewi lain memotong-motong dulu di atas piring untuk menikmatinya dengan garfu.
__ADS_1
Bagaimana pun cara memakannya hidangan ini tetaplah enak.