
Aku meminta Ginny untuk mundur sementara aku dan Kanade yang akan menghadapinya, bagaimanapun Ginny masih dalam pemulihan terlebih dia tidak akan mungkin sanggup membunuh lawan yang akan kami hadapi.
Aku maupun Kanade menerjang maju untuk melawan Thomas secara langsung, dia menarik dua pisau ke tangannya dalam posisi bertahan.
Kanade lebih dulu menyerang dengan tebasan miliknya membuat percikan ke udara, di saat yang sama aku menyelinap di sampingnya untuk memberikan serangan lanjutan.
Dentrang.
Thomas memutar tebasanku ke samping dan bersiap mengirim pisau di tangan yang lain tepat di mataku.
Kanade menahannya dengan pinggir pedangnya sebelum benar-benar melukaiku, ketika ada celah aku menusukan ke dua pedang di tubuh Thomas lalu disusul tendangan Kanade yang membuatnya terpental ke belakang.
Aku mengarahkan tanganku dan berkata.
"Inferno."
Seketika api meluncur ke arahnya mengelilinginya dengan kobaran warna merah menyala, Kanade menggunakan teknik IAI miliknya menebas api maupun tubuh Thomas dalam sekejap hingga dia tumbang dengan api yang membakar dirinya.
__ADS_1
Sosok Blossom turun dari langit dengan wajah puas.
"Benar-benar hebat, kalian tidak ragu untuk membunuh temanmu sendiri."
"Kami telah kehilangan banyak rekan berharga... dibanding membiarkan Thomas menyimpang dari tujuannya kami lebih baik membunuhnya, itu juga yang akan dia inginkan."
Entah itu Kanade atau Ginny keduanya telah mengerti, ini adalah peperangan kehilangan nyawa sendiri atau orang lain adalah sesuatu yang tidak bisa dihindarkan.
Meski begitu kami sekuat tenaga berusaha untuk hidup.
"Kalian telah menghancurkan mesin yang lama kubuat, apa kalian tahu kenapa hujan darah harus terjadi tiga hari sekali?"
"Untuk mengubah orang-orang jadi vampir," balas cepat Kanade.
"Tentu saja itu memang benar tapi ada satu fakta lagi yang akan membuat kalian terkejut, setelah semua orang dirubah menjadi vampir maka mereka tidak bisa hidup tanpa terkena darah, mereka harus mendapatkannya dan tiga hari adalah waktu mereka."
Aku maupun Kanade terbelalak terkejut.
__ADS_1
"Jangan-jangan."
"Dengan kalian menghancurkan mesin tersebut maka sudah dipastikan seluruh makhluk hidup terutama manusia di kekaisaran ini telah mati."
Termasuk pasangan ibu dan anak yang telah kuselamatkan waktu itu. Tidak mungkin.
Tubuh kami membeku, kami berniat melindungi semua orang di sini namun kami telah melakukan sebaliknya.
"Mustahil, kalau begitu kekaisaran ini telah hancur seluruhnya?" tanya Kanade.
"Tepat sekali, yah.. meskipun pilihan apapun akan sama. Jika kalian membiarkan mereka hidup mereka harus memasok darah manusia sebelum danau darah yang kalian lihat sebelumnya akan habis, pada akhirnya saat umat manusia lenyap mereka juga akan lenyap."
Orang ini hanya bertujuan untuk menghancurkan segalanya.
"Dulu aku hanya hidup sebagai seorang putri kekaisaran, aku harus hidup dibawah perintah ayahku, entah itu perjodohan atau lainnya... setiap aku memiliki seorang yang kucintai dia akan membunuhnya dan bilang aku harus menikah dengan status yang sama, sejak itu aku mulai mempelajari sihir terlarang dan sedikit demi sedikit membenci dunia ini.... saat aku ketahuan aku langsung disegel ke dalam peti dan hingga akhirnya aku bisa dibangkitkan sekarang. Kekaisaran sejak awal telah hancur penerus yang sebelumnya hanyalah berasal dari ratu selir, dia menyamar jadi diriku demi membuat negara ini... bukannya kehancuran adalah hal yang pantas mereka dapatkan, setelah memperlakukan seperti itu mereka mencuri indentitasku lalu membangun negara ini dengan kebohongan... bahkan orang bernama Barnett juga, dia adalah keturunan Ibuku dari perselingkuhannya."
Aku maupun Kanade tidak bisa mengatakan apapun lagi, kekaisaran ini dari awal sudah rusak.
__ADS_1