Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 309 : Pergerakan Para Iblis Titan


__ADS_3

Setelah sedikit mendengar pernyataan dari dewi Amnesty, aku menggunakan Teleportasi Gate untuk muncul di wilayah barat.


Menurutnya para iblis Titan sudah tidak bisa keluar dari gerbang Solomon karena itu mereka mulai menyisir ke tempat lain. Seperti yang dia katakan aku bisa melihat itu semua, para iblis Titan yang berjumlah ratusan mulai bergerak maju ke depan. Mereka bergerak dengan menghancurkan apapun yang mereka lewati.


Tak hanya berjalan mereka juga memakan apapun yang mereka lewati. Aku yang berdiri di atas tembok turut berduka untuk mereka.


Semakin tubuh mereka sangat besar maka makanan yang mereka butuhkan juga semakin besar pula.


Berbeda dari manusia yang dirubah menjadi Titan mereka akan terus berwujud seperti itu. Hanya kematian yang bisa menyelesaikan semua ini.


Pada akhirnya keberadaan mereka memang ditentang oleh keberadaan dunia. Aku menarik pedangku dari pinggang lalu menebaskannya dengan sebuah sihir.


Bilah api tercipta membentuk dirinya jadi naga kemudian melahap iblis titan paling depan menjatuhkannya dengan sekali serangan, sejauh ini aku tidak melihat iblis tengkorak.


"Sepertinya ada yang mencoba menghabisi mereka."


Saat aku berbalik ke arah suara tersebut, sebuah pukulan menghantam seluruh tubuhku hingga terlempar menyisir tanah.

__ADS_1


Seorang yang memukulkan adalah seorang anak laki-laki dengan tangan kanannya sangat besar menyerupai tangan titan yang mana semuanya terbuat dari emas.


"Kau masih hidup setelah menerima pukulan seperti itu, kau hebat juga."


Ini pertama kalinya aku melihat seorang bertranformasi dengan satu bagian tubuh saja.


Anak laki-laki dengan tanduk mirip rusa itu memperkenal dirinya.


"Namaku Akami, salah satu pilar yang melayani tuan Henos."


"Jadi begitu, apa kau tahu tentang iblis Titan tengkorak?"


"Maksudmu Zeranium, kudengar dia terbunuh saat menyerang ibukota kekaisaran... mungkinkah kau yang membunuhnya? Karena kau tak menjawab aku anggap jawabannya benar."


Dia mengirimkan tinjunya padaku awalnya itu tangan biasa namun dalam sekejap ukurannya membesar seperti sebelumnya, aku menyilangkan tanganku untuk menahannya.


Aku berhasil menahannya meski terdorong sekitar 10 meter jauhnya. Dia bukan anak kecil dia adalah iblis, aku tidak bisa menganggapnya remeh.

__ADS_1


Menurut Wisteria pasukan Henos terdiri dari tiga tingkatan, pertama adalah pilar penyangga yang terdiri dari iblis rendah yang mengandalkan jumlah mereka dibandingkan kekuatan satu persatu.


Kedua adalah pilar pondasi yang memiliki kekuatan yang cukup untuk membunuh ratusan iblis lainnya, mereka tidak bisa diremehkan.


Dan ketiga adalah pilar utama yang diisi oleh iblis-iblis kuat.


Lalu dimanakah posisi orang di depanku ini.


Aku bertanya ke arahnya dan ia menjawabnya tanpa ragu.


"Aku hanya bagian dari pilar pondasi seperti tengkorak yang kau bunuh, ada yang lebih kuat dibandingkanku... meski begitu dengan hanya aku, itu sudah cukup."


Dia tidak merubah dirinya menjadi raksasa melainkan menyerangku dengan tubuh kecilnya, aku mengirim tebasan horizontal dan dia melompat ke atas untuk menghindarinya, dia menjadikan bagian samping pendangku sebagai pijakan lalu melompat ke belakangku untuk menendang punggungku sedikit menjauh.


Aku menggerakkan pedangku dari atas dan ia menangkapnya dengan tangan sebelum melemparkanku ke samping.


Bahkan tanpa bantuan wujudnya dia sudah kuat, apa dia begitu yakin bisa mengalahkanku tanpa merubah dirinya jadi iblis Titan jika demikian aku akan memaksanya.

__ADS_1


Aku melangkah maju untuk mengirim rentetan tebasan berikutnya.


__ADS_2