
Keesokan harinya aku maupun Kanade pergi untuk bergabung dengan pasukan anti kekaisaran, menggunakan kuda untuk di tunggangi kami masuk ke dalam Teleportasi Gate milikku dan muncul di padang rumput yang landai.
Jika aku pergi ke tempat yang belum kudatangi aku akan dipindahkan ke tempat lain meski begitu jaraknya tidak lebih dari 1 km.
Kanade memeriksa peta untuk menentukan jalan kami.
"Dari sini kita akan pergi ke barat."
Aku mengangguk mengiyakan lalu membawa kuda untuk berlari di sampingnya. Kami menembus hutan-hutan sebelum akhirnya sampai di sebuah pemukiman untuk beristirahat di dekat sungai.
"Kita tidak masuk ke dalam desa."
"Aku ragu bahwa mereka semua masih manusia."
"Benar juga."
"Kemarin terjadi hujan darah sebelum hujan darah berikutnya kita harus segera mencari cara menghentikannya."
"Aku mengerti."
Aira dan Rion saling melemparkan perkataan.
"Apa di desa itu ada makanan?"
__ADS_1
"Aku juga ingin makan sesuatu yang enak."
"Meskipun kalian sudah makan tadi."
"Tadi tadi sekarang adalah sekarang."
Aku akan mencarinya saat kita jalan kembali.
Setelah 10 menit kami kembali melanjutkan perjalanan, beberapa kali melewati tebing akhirnya kami bertemu dengan pasukan anti kekaisaran yang dipimpin oleh Thomas dan juga wanita rubah bernama Ginny.
"Yos, kalian sudah datang juga."
Aku dan Kanade turun dari kuda.
"Kalian tidak berubah menjadi vampir, apa hujan darah tidak terjadi di sini?" tanyaku.
Jika tidak memiliki celah maka racun memang bisa dihindarkan.
Terlebih sepertinya lapisan gua itu tidak hanya dilapisi tanah melainkan kristal dan bebatuan yang mampu menetralisir racun.
"Karena akan kesulitan aku dan Kanade saja yang ikut perang ini."
"Bukan masalah, bagiku kalian berdua setara dengan 100 orang... Ginny."
__ADS_1
"Baik."
Dia membentangkan peta lalu melingkari tiga kota dengan warna merah.
"Kami akhirnya tahu bagaimana hujan darah diciptakan, sayangnya seluruh pasukan yang kami kirim untuk menyelidikinya telah tewas.. syukurlah mereka sempat mengirimkan informasi pada kita sehingga mereka tidak terbunuh sia-sia."
"Jadi apa itu?" tanya Kanade.
"Kota mesin, di setiap kota ini ada sebuah alat yang berfungsi untuk menyemburkan air ke udara dan kami yakin bahwa hujan darah berasal dari alat ini."
"Itu benar, jika kita menghancurkan alat mereka aku yakin kita bisa menghentikannya... aku tidak tahu tapi menurut rekan kita alat itu telah berada di dalam tanah sejak lama, jika kau menarik garis di sini maka ketiga tempat itu akan membentuk pola segitiga sama kaki karena itu juga kota mesin bisa disebut juga sebagai area segitiga bermuda," tambah Thomas.
Aku tidak menyangka bahwa peradaban kekaisaran lebih maju dari yang kuduga, menciptakan mesin adalah sesuatu yang tidak bisa dilakukan banyak orang di tempat ini.
"Bukannya aneh meski alat ini ada tiga namun bisa mencakup seluruh kekaisaran?" tanyaku demikian.
Ginny yang membalasku.
"Mungkin mereka menggunakan lingkaran terleportasi untuk mengirim hujan seperti ada pawang hujan atau hal lainnya."
"Kemungkinan besar begitu, kita bisa pergi ke sana lalu menghancurkan setiap mesin satu hari satu lalu aku memindahkan kita kembali ke dalam gua ini saat hujan darah terjadi."
Semua orang mengangguk setuju.
__ADS_1
Kemarin adalah hujan darah dengan begitu satu hari telah berlalu sekarang dan besok adalah hari kedua, dan di hari ketiga hujan darah akan terjadi.
Sisa hari ini akan kami gunakan untuk melihat situasi gua.