Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 425 : Kehancuran Kota Eldar


__ADS_3

Hari ini aku dibantu pelayanku mulai membagikan kubus pada semua orang di benua iblis, saat aku menunjukan bagaimana cara menggunakannya mereka semua terlihat antusias. Aku memberikan harga kubus ini sekitar 10 koin perak dan mereka harus membelinya lagi tiga bulan berikutnya.


Tidak ada orang yang komplain akan hal itu, malah mereka menganggap bahwa itu terlalu murah untuk mereka.


Meski begitu aku benar-benar tidak berniat menaikan harganya dari yang sudah ditentukan, beberapa pedagang mencoba untuk bernegosiasi padaku saat kami membagikannya di benua enam wilayah namun seperti yang kubilang benda ini tidak akan dijual belikan pada mereka bahkan setiap orang hanya dibatasi membeli satu saja.


Aku juga meminta kelompok Harty untuk membagikan Kubus di benua manusia dan pada akhirnya setelah semuanya, penayangan perdana kami akan dimulai sekarang.


Aku, Clarisa, Ricol dan juga Valentine berada di belakang layar sementara juru kamera bekerja semestinya. Salah satu orang yang bertugas sebagai penata rias masih sibuk merias dua elf yang akan tampil hari ini.


Satu berasal dari Dark Elf dan satu lagi Elfwin.


Mereka mirip seperti pemandu berita di pagi hari, salah satu kru mulai menghitung dan kamera dinyalakan.


Pertama mereka memperkenalkan diri kemudian membahas tentang kubus dan jadwal yang akan diputar setiap harinya, untuk hari ini hanya ada satu chanel dan besok kelima chanel akan ditayangkan secara serempak.

__ADS_1


Ini adalah pencapaian yang luar biasa setelah kapal uap yang dibangun di ortodok suci, ada fitur hati di layar para penonton ketika mereka menyentuhnya ikon itu akan muncul di kubus dan menghitung berapa banyak orang yang suka penayangannya.


"Sudah 5000 hati, jumlahnya naik dua kali lipat."


Sudah jelas jumlahnya akan mencapai jutaan sebanyak kubus yang kubuat, aku benar-benar menggunakan seluruh energiku untuk itu dan sebelum tiga bulan berlalu aku juga harus mempersiapkan kubus baru untuk mereka yang akan dibeli nantinya, dan saat itu adalah hari yang sibuk bagi tim marketing.


Kini dua elf telah digantikan oleh seseorang gadis rubah yang pandai menggunakan gitar, dia menyanyikan banyak lagu yang bisa menyentuh setiap pendengarnya.


Kini jumlah hati semakin banyak dan banyak, dari awal tidak ada batasan berapa hati yang penonton berikan, jadi mereka bisa memberikannya sebanyak mereka mau.


"Luar biasa, jumlahnya sudah melebihi dua kali lipat penduduk di dunia ini," ucap Clarisa yang mana disambut teriakan banyak orang.


Semua kru saling bekerja sama dan ketika mereka sudah lelah mereka akan saling bergantian untuk menyelesaikan tugas.


Meski ini sedikit melelahkan semua orang memiliki ekpresi puas di wajahnya. Aku anggap semuanya berjalan dengan baik.

__ADS_1


Aku duduk di kursi ruangan kerjaku saat Livia menerobos masuk dengan wajah gelisah, Alteira bersamaku sekarang hendak memberikan laporan namun Livia segera memotong.


"Ada keadaan darurat tuan, kota Eldar..."


Mendengar hal itu aku dan kedua sekertarisku bergegas pergi ke kota yang dimaksud, seluruh kota telah hancur ada noda darah di sepanjang jalan namun tidak ada mayat di manapun yang mana membuat aku yakin bahwa mereka sudah dimakamkan.


Kami mendapatkan informasi ini dari Siel yang mengirimkan surat lewat burung merpati, tapi mereka ada di mana.


Ketika aku berfikiran demikian sosok Siel dan Farida muncul.


"Lion."


"Kalian berdua."


Mereka menangis.

__ADS_1


"Syukurlah kau datang, kami sudah tidak tahu harus melakukan apa lagi."


Mereka berdua sepertinya sedang mengais-ngais makanan yang tersisa serta pakaian yang masih bisa digunakan. Kota besar yang kulihat sebelumnya maju kini hanya menjadi kota hancur tanpa kehidupan.


__ADS_2