Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 246 : Jalan Baru


__ADS_3

Setiap kunci berhasil di dapatkan, kami hendak keluar sebelum akhirnya dikepung oleh penjaga dari segala arah.


"Dengan begini, kita tidak ada punya pilihan lagi selain bertarung," kata Ginny sebelum melesat maju.


"Kami akan mengatasinya, kalian lepaskan saja semua tahanan," tambah Thomas.


Aku maupun Glory memenuhi harapannya dengan spontan melompat ke bawah, arsitektur dari penjara ini seperti sebuah sarang lebah di mana bagiannya berbentuk spiral.


Mendarat dengan aman, aku dan Glory mulai melepaskan setiap tahanan yang merupakan raja, ratu, putri yang berasal dari negara berbeda.


Aku pikir mereka ada 10 negara.


"Terima kasih banyak."


"Kami dari kerajaan Frames, sementara waktu kalian tinggallah di sana."


"Kami mengerti."


Aku memunculkan Teleportasi Gate dan mengirim mereka ke sana, tak lama kemudian tubuh Thomas tiba-tiba jatuh tempat di bawah kakiku kemudian disusul seorang pria dengan Armor emas yang turun dari langit.

__ADS_1


"Kalian benar-benar mencoba mengacau di tempatku, aku jelas tidak akan membiarkannya."


Aku hendak menarik pedangku namun Thomas menghentikanku dan bilang bahwa dia sendiri yang akan melakukannya.


Dia berkata.


"Kurasa sudah waktunya bersikap serius."


Bayangan gelap menyelimuti tubuh Thomas kemudian membentuk dirinya menjadi mantel hitam bersamaan mata dan telinganya yang berubah.


Mata berwarna gelap sementara Telinga meruncing di sudut tertentu, dia sudah jelas pengguna tujuh dosa mematikan.


Dia melesat maju, sebelum lawannya bisa bereaksi tangannya sudah menembus dadanya lalu menarik jantungnya keluar seolah begitu mudah.


Ginny yang bertarung di atas memiliki penampilan yang sama hingga dia melompat ke dekat Thomas, mereka berdua memang pengguna seri kutukan sepertiku.


"Kalian benar-benar kuat tapi dengan kekuatan itu bukannya kalian bisa menyelamatkan kekaisaran dengan mudah," kataku demikian.


"Tidak, kemampuan ini memiliki waktu tertentu dalam pengaktifannya berbeda denganmu Lion, kami hanya mengambil satu dosa untuk kami.. aku mengambil dosa Kesombongan dan Ginny dosa nafsu."

__ADS_1


"Jadi begitu, untuk sekarang kita juga harus kembali."


Kami berpindah tempat ke ibukota menyusul orang-orang yang sebelumnya kami selamatkan.


Saat pagi tiba, kerajaan membuat jamuan mewah yang bisa kami nikmati bersama. Diam-diam aku memasukkan sayuran untuk Aira dan Rion.


Mereka memasang wajah kecewa meski begitu aku tidak menghiraukannya. Di sisi lain Glory hanya memperhatikan dengan senyuman pahit bagaimana kedua istriku mencoba menghilangkan sayuran dengan saling menempatkan di piring masing-masing.


Ratu membuka pidatonya.


"Kalian pasti mengalami hal sulit, jadi makanlah sebanyak yang kalian suka aku tidak keberatan selama perang ini aku akan menyediakan tempat untuk kalian di istana sebagai tamu khusus."


Semua tamu tersenyum senang selagi mengutarakan ucapan terima kasihnya. Di antara semua orang pandanganku tertuju pada seorang gadis dengan pakaian pendeta putih sesuai rambut panjangnya.


Ah, kurasa dia pemimpin dari kerajaan ortodok suci.


Dia membungkuk ke arahku dan aku pun melakukan hal sama sampai ratu mengambil cermin ajaibnya kemudian menyiarkan jamuan ini ke seluruh benua selagi berkata.


"Semua keluarga kerajaan telah kami bebaskan, jika kau dipaksa bertarung dalam peperangan maka hentikanlah dan berbaliklah memberontak, dan jika harapanmu diambil maka raihlah kembali, kekaisaran telah berani merebut apapun yang kita miliki dan sekarang kita akan mengambil kejayaan kita sendiri, siapa yang cukup kuat maka bertarunglah dengan kami... kita tunjukkan bahwa mereka bukan apa-apa untuk kita."

__ADS_1


Perkataan itu telah membawa orang-orang ke jalan yang baru.


__ADS_2