Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 462 : Para Petualang


__ADS_3

Aku menghela nafas panjang saat melihat bagaimana mereka tidur di atas ranjang, tubuh mereka hanya diselimuti pakaian dalam mereka serta wajah yang menandakan tanpa perlawanan.


Mereka jelas terlalu santai.


Ini sudah sore tapi kurasa tidak ada siapapun yang mencoba untuk bangun, kupikir aku akan keluar sebentar.


Setelah menyelimuti mereka dengan selimut aku keluar dari penginapan, orang-orang tampak berlalu lalang untuk kembali ke rumah mereka dari seharian bekerja keras.


Ada beberapa pemuda yang sedang nongkrong di pinggir trotoar dengan rokok di mulut mereka, ada pula yang hanya menghabiskan waktu dengan mengobrol antar sesama pedagang. Kota ini kota yang damai sayang sekali bahwa kota ini juga berada dalam target serangan raja iblis.


Aku memutuskan untuk pergi ke sebuah kedai untuk memesan beberapa tusuk sate yang dilumuri saos manis, ada beberapa petualang di sini yang hampir semuanya melirik ke arahku yang bahkan ketika makan aku masih mengenakan topeng.


Salah satu kelompok dari mereka duduk di depanmu yang terdiri dari dua wanita dan satu pria.


Sang pria bertanya.


Mereka semua tak punya sopan santun ketika seseorang sedang makan dengan tenang.


"Bukannya kau orang yang mengalahkan pahlawan itu."


Aku sedang minum dan airnya menyembur ke wajahnya.


"Ah maafkan aku."


"Tak usah khawatir ini hal kecil, tolong jawab saja pertanyaanku."


Kedua wanita di sampingnya juga memiliki ekpresi penasaran.

__ADS_1


Aku jelas lebih tidak sopan barusan.


"Aku ini petualang rendah berlevel satu, mana mungkin mengalahkan pahlawan.. tapi kenapa kau menanyakan itu?"


"Ada beberapa orang yang melihat bahwa seorang yang memakai topeng yang mengalahkan pahlawan."


Seingatku aku sama sekali tidak memakai topeng saat bertarung, aku mencoba memikirkannya sangat dalam.


Ah, jadi begitu.


Waktu aku meninggalkan ibukota.


"Mungkin kau salah orang, tidak aneh di luar sana beberapa orang ada yang mengenakan topeng juga.... wajahku jelek jadi aku menutupinya dengan ini, mohon maaf atas kesalah pahamannya."


"Kau cukup sopan untuk seorang petualang."


Orang ini benar-benar membuatku kesal.


Aku mencairkan suasana dengan pertanyaan.


"Sepertinya kota kini sangat banyak dipenuhi petualang apa ada yang terjadi?"


Sang wanita membalas.


"Kau belum tahu, sebentar lagi pasukan raja iblis akan menyerang ke kota ini, mereka semua yang ada di sini adalah orang-orang yang disewa oleh pemilik tanah."


"Jadi begitu, yah... aku hanya petualang biasa jadi aku tidak tahu apapun."

__ADS_1


"Mencurigakan sekali."


Pria ini terus saja menantapku dengan penuh kewaspadaan, aku tidak ingin mengakuinya tapi intuisi orang ini benar-benar kuat atau mungkin hanya orang bodoh.


Wanita yang lain mulai memperkenalkan diri.


"Namaku Yui, yang ini Helen dan juga pria yang keras kepala ini Alexander kami petualang peringkat menengah."


"Aku Lion, anggotaku sedang berisitirahat di penginapan."


"Jadi begitu, sekarang kami mempunyai misi berbeda selain melindungi kota ini... akan menyenangkan jika kau ikut Lion," ucap Yui yang mendapatkan anggukan keduanya.


"Kalian yakin? Aku ini petualang level satu."


"Aku tidak yakin kalau kau sangat lemah... manamu telihat sangat besar."


Yui adalah penyihir dengan penampilan jubah serta toping runcing, sudah jelas dia bisa merasakannya.


Helen memotong.


"Kalau aku merasa niat membunuhmu yang tinggi, walau kau mencoba menekannya aku bisa merasakan sedikit darimu."


Helen adalah seorang demi human rubah sudah jelas ia memiliki kepekaan yang tinggi, sementara itu Alexander.


"Mencurigakan."


Orang ini sudah tak tertolong, sejak tadi hanya melawak dengan wajah serius.

__ADS_1


__ADS_2