
Keluar dari hutan aku telah menemukan pemukiman pada esok paginya, desa itu tidak terlihat besar ataupun kecil dan hampir atapnya terbuat dari dedaunan yang dianyam sedemikian rupa sebagai penghalang hujan.
Jika melihat sekelilingnya tampak deretan bambu yang diikatkan satu sama lain menggunakan tali rotan kemudian disusul menjadi seperti sebuah benteng, saat ini aku memang jadi seorang wanita meski begitu fakta aku tetaplah manusia tidaklah berubah. Aku menyembunyikan kepalaku dengan tudung coklat kemudian berjalan layaknya wanita pada umumnya.
Aku belum tahu situasi yang terjadi di dunia ini karena itu informasi merupakan sesuatu yang kubutuhkan sekarang, para ras iblis di sini memiliki penampilan manusia hanya saja mereka memiliki tanduk satu atau dua di kepalanya serta mengenakan pakaian sederhana di zaman edo.
Mereka juga memiliki katana layaknya seperti samurai, dan beberapa lagi menggunakan gada serta kulit bervariasi antara hijau, merah coklat dan biru.
Hanya untuk para wanita saja yang memiliki kulit putih bersih.
Para wanita di sini mengikat rambutnya dengan sebuah pita dan ada kesamaan bahwa mereka mengenakan Obi dengan warna cerah.
Salah satu penjaga berkulit biru menghentikanku.
"Maaf nona, kami dilarang kedatangan tamu apalagi seorang mencurigakan sepertimu?"
"Aku bukan mencurigakan koq, aku hanya tersesat dan tahu-tahu ada di sini hehe," aku bersikap seperti wanita yang malu-malu.
Kurasa aktingku berlebihan.
"Memangnya kau dari mana? Dan juga pedang di pinggangmu kurasa kau bukan satuan elit kekaisaran?"
Satuan elit? Harusnya aku mengatakan bahwa aku dari sana?
Tidak, jika dia bertanya lebih jauh sudah jelas akan ketahuan, ketika aku memikirkan sesuatu yang bisa membuatku lolos, seorang wanita muncul dari belakangku, dia memiliki rambut hitam dengan pakaian ninja... kurasa dia memang seorang Kunoichi.
"Ma, akhirnya kau datang juga.." dia langsung menyapaku seperti seorang yang sudah akrab.
__ADS_1
"Ah, nona Rin," kata penjaga yang mengintrogasiku barusan.
"Maaf, maaf, dia adalah bantuan dari kekaisaran... aku baru dapat informasi bahwa ia juga akan membantu kita di sini."
"Jika nona Rin bilang begitu, kami jelas cuma salah paham.. silahkan."
Orang bernama Rin menarik tanganku lalu berjalan di depanku seolah tak terjadi apapun.
"Hora, kenapa kau diam?" Rin berbalik selagi mendorong setengah tubuhnya ke depanku selagi menyilangkan tangannya di belakang.
"Terima kasih untuk barusan tapi apa kau yakin membantuku?"
"Kenapa tidak, lagipula aku melakukannya tidak gratis, dan juga apa kau yakin akan terus menyembunyikan kepalamu... aku tahu bahwa kau manusia dan melihatmu keluar dari hutan kesunyian dan mengalahkan para Cerberus dengan mudahnya.
Orang ini sejak kapan dia mengikutiku.
Aku melepaskan tudungku menunjukkan wajah cantikku yang terlukis dengan rambut putih panjang mempesona.
"Ada seseorang yang ingin aku jemput?"
"Seseorang... hmmm... dunia bawah sedang kacau balau sekarang, aku tidak berfikir seseorang bisa mudah ditemukan."
Aku tidak tahu gadis ini bisa dimanfaatkan atau tidak yang jelas aku ingin mencobanya dulu.
"Namanya Echidna apa kau pernah mendengarnya?"
"Echidna kah.. aku belum pernah dengar tapi kurasa dia ada di sebrang wilayah lain."
__ADS_1
"Kenapa kau begitu yakin?"
"Aku ini seorang ninja elit aku sudah menghafal banyak nama, paling tidak jika seseorang itu orang penting.... ngomong-ngomong namaku Kasumi Rin panggil saja Rin."
Aku pikir aku juga harus memperkenalkan diri.
"Namaku Kirina Aoi panggil saja Aoi."
Sepertinya di sini penyebutan nama keluarga lebih dulu disebutkan.
"Aoi kah nama yang bagus, kau mungkin banyak pertanyaan tapi tahan dulu sampai pekerjaan kita selesai."
"Pekerjaan?"
"Bukannya kubilang aku membantumu tidak gratis."
Jadi begitu.
"Jangan khawatir kurasa kau akan baik-baik saja."
"Apa aku harus menyembunyikan diriku lagi."
"Tak apa, lagipula ada beberapa iblis juga yang tidak memiliki tanduk sebagai gantinya."
Aku menerima sebuah kalung darinya.
"Pakai itu untuk menyembunyikan aura manusiamu beberapa orang bisa merasakannya sih."
__ADS_1
"Baiklah."
Dia tersenyum sebagai balasan lalu memimpin jalan di depan.