Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 291 : Pemimpin Dari Para Monster


__ADS_3

Di luar desa Rin menjelaskan situasi di wilayahnya, kekaisaran awalnya wilayah yang makmur yang diawasi oleh kaisar, sayangnya saat dia wafat disinilah awal dari kekacauan.


Ia memiliki dua orang anak, yang mana anak pertama merupakan seorang pria dengan pribadi buruk sementara satu lagi seorang gadis dengan pribadi baik.


Melihat itu Kaisar memberikan hak warisnya pada anak kedua namun anak pertama yang tidak terima mulai melakukan kudeta dan kini wilayah kekaisaran ini memiliki dua kepemimpinan yang saling bertarung satu sama lain hingga sekarang, dengan peperangan yang terjadi maka para penjaga desa maupun kota ditarik ke wilayah utama untuk mendukung peperangan yang sedang berlangsung hingga akhirnya semua desa dan kota terabaikan dan menjadi bulanan para monster.


Demi menanggulangi hal itu akhirnya kekaisaran yang dipimpin oleh gadis tersebut mengirimkan pasukan elit yang merupakan ninja untuk melindungi wilayahnya termasuk seorang yang berdiri di sampingku ini.


Aku tidak berpenampilan seperti ninja syukurlah bahwa aku tidak mengatakan aku merupakan salah satu dari mereka saat ditanyai penjaga.


Di desa ini hanya ada sekitar 10 Kunoichi yang bersedia menjaga, saat aku bertanya kenapa penjaganya sedikit Rin mengatakan bahwa mereka semua telah mati.


Jumlah Cerberus yang menyerang semakin lama semakin banyak, jika begini hanya menunggu waktu untuk menemui akhirnya.


Salah satu gadis ninja yang mengawasi telah kembali.


"Bagaimana?" tanya Rin.

__ADS_1


"Sekitar 1000 ekor telah datang kemari, aku sarankan kita mengevaluasi seluruh penduduk secepatnya."


"Itu jelas mustahil."


"Melarikan diri mustahil melawan juga mustahil, apa yang harus kita lakukan?"


"Syukurlah karena aku ada di sini... aku akan banyak membunuh hari ini."


"Aoi."


Aku mengikat rambut panjangku bergaya ekor kuda lalu menarik pedangku bersamaan itu para Cerberus mulai berdatangan dalam beberapa barisan.


Yang paling depan dipimpin oleh Cerberus ukuran kecil dan semakin ke belakang ukuran mereka semakin besar.


Para ninja melemparkan beberapa bom asap untuk mengaburkan pandangan maupun penciumannya dengan ini pertarungan di mulai.


Aku melangkah maju dengan satu katana di depanku, dengan gerakan cepat aku menebas mereka tanpa henti, setiap ayunanku membunuh mereka dengan sekali tebasan dengan begitu aku tidak perlu mengawasi lagi bagaimana keadaan monster di belakangku.

__ADS_1


Srak... srak... srak.


Mereka semua berjatuhan dengan darah memuncrat dari tubuh mereka, para ninja juga membantu dengan kunai di tangan mereka, beberapa menggunakan ninjutsu yang terkesan sulit untuk dipelajari.


Aku sempat bertanya apa sihir ada juga di dunia ini dan jawabannya tentu saja, akan aneh jika hanya aku yang menggunakan sihir dan sebisa mungkin aku tidak ingin mencolok.


Setelah menebas satu ekor di depanku, aku melapisi pedangku dengan sihir air membuat bilahnya berwarna biru, saat aku menebaskannya, itu menciptakan cahaya yang memanjang seolah menjadi perpanjangan dari pedang itu sendiri.


Puluhan ekor langsung terpenggal dengan baik.


"Bagus Aoi, kita hanya harus mengincar pemimpinnya dan mereka akan kembali ke hutan."


"Baik."


Aku maupun para ninja kini memusatkan serangan untuk bisa menerobos ke belakang, seperti yang dikatakan Rin di sana tampak seekor Cerberus dengan ukuran 10 kali lipat di mana ketiga kepalanya memiliki tanduk dan sayap di punggungnya.


Pemimpin ini akan muncul setiap 5 tahun sekali, karena itu saat berhasil dikalahkan mereka tidak akan menyerang selama itu.

__ADS_1


__ADS_2