Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 62 : Benua Iblis


__ADS_3

-Sudut pandang Valentine.


Mengikuti arahan Lion, kami semua segera naik ke atas tubuh Harty dalam wujud naga lalu meninggalkan kota.


Di atas bukit itu aku bisa melihat kota yang sebelumnya sepi telah berubah menjadi sesuatu yang menakutkan.


Bersamaan sebuah ledakan api tercipta dan tak hanya itu saja.


"Ah... itu Titan."


Harty yang lebih dulu mengatakannya, dia memiliki ekpresi sulit di wajahnya seolah dia pernah melihat hal sama di kehidupannya.


Dibanding aku Harty pasti telah hidup lebih lama dari semua orang pikirkan.


"Apa Lion akan baik-baik saja?" gumamku demikian dan Harty menjawab.


"Dia seorang utusan dewi jahat, dia tidak selemah itu."


Friella maupun Laina yang belum mengetahui itu angkat bicara.


"Rion dewi jahat.... mungkinkah dia."


Aku merasakan hal buruk, Hutan Arfa diserang oleh pihak gereja dewi suci karena takut akan kemunculan dewi jahat berikutnya namun ke khawatiranku tidak dibutuhkan.


"Beliau dewi kami, suatu hari desa kami membeku dan hanya beliau yang dapat menyelamatkan kami."


"Ah iya, kami semua sangat menghormatinya, membayangkan bisa bertemu dengannya adalah sesuatu yang mustahil."


"Kalian tidak marah padanya?"


"Kenapa kami harus marah?"


Pertanyaanku malah dijawab pertanyaan lainnya.

__ADS_1


"Yah, bukannya kalian mengalami hal buruk karena ada dewi jahat."


"Meski ada dewi jahat atau tidak kami akan tetap sama, dari awal semua orang selalu menaruh kecurigaan pada kami... kenapa Hutan Arfa membeku juga salah satu alasannya."


Aku tidak tahu apa yang Friella maksudkan, Misa terlihat tidak tertarik dengan pembicaraan dan Harty menjelaskan.


"Ras Elf dianggap sebagai ras yang dirasuki iblis."


"Heh, kenapa?" aku bertanya hal itu.


"Setelah peperangan Ragnarok terjadi, raja iblis Solomon menyerang manusia yang telah mendapatkan wilayah dari negeri Titan, salah satu penyebab kenapa dia melakukannya karena hasutan seorang wanita elf bernama Nightmare."


Aku bisa mengerti hal itu, karena elf itu perang suci terjadi dan elf yang lain disalahkan karenanya.


Di dunia ini memang memiliki masa lalu yang kelam.


Tepat saat aku memikirkan itu, Lion telah muncul bersama Rion juga, Ia meminta Harty untuk membawa kami ke benua iblis.


Benua iblis sudah lama tidak bisa dihuni lagi karena akibat ulah manusia akan tetapi Lion telah memiliki sesuatu rencana yang bisa membuat kami bisa hidup di sana.


Aku sedikit kesal pada Misa yang terus saja memegangi lengan Lion dan menempatkannya di dadanya yang besar bahkan Rion juga berusaha melepaskannya.


"Kau terlalu menempel dengan Lion, cepat menjauhlah."


"Eh, tapi aku suka seperti ini.. kau bisa mengambil lengan satunya lagi."


"Valentine juga?"


Aku sendiri yang mengambilnya.


Friella dan Laina juga tampak mengembungkan pipinya sementara Harty dalam wujud manusianya tertawa.


"Kau sangat populer Lion."

__ADS_1


"Tolong lepaskan aku, jika begini sulit untuk menggunakan kemampuanku."


Itu benar.


Kami pun melepaskannya dan Lion menyentuh tanah dengan kedua tangannya. Bersamaan itu pohon-pohon yang sebelumnya telah rusak diganti dengan pohon-pohon yang baru, tanah yang gersang menjadi tanah subur dengan rerumputan hijau di atasnya.


Dan udara yang sebelumnya terasa sesak menjadi udara yang bersih dan terkesan menyegarkan.


Lion menambahkan.


"Kita akan membangun rumah di sini mulai sekarang, seperti yang kubilang tempat ini akan menjadi kerajaan Rosvalia."


"Fufu itu benar, sekarang aku menjadi ratu di sini dan aku mengizinkan Lion menikahiku."


"Nona Alice sangat berani mengatakannya."


"Kau seenaknya saja."


"Jangan khawatir aku izinkan Rion, Misa dan Valentine jadi selir juga... Friella dan Laina hanya ingin mengabdi sebagai pelayan kerajaan jika kau ingin menidurinya sesekali aku tidak keberatan sih, untuk Alice dia lebih tertarik dengan wanita."


"Aku tidak begitu, hanya saja aku ingin melayani nona Rosvalia selamanya."


"Aku melihat perkataan yang berbahaya di sana," Lion mengutarakan kejanggalannya.


Sepertinya tidak ada yang keberatan tentang itu.


Tunggu, tidak ada yang menyangkalnya, dengan kata lain orang yang disebutkan barusan memang mencintainya.


Semua orang mengalihkan pandangan ke arah Lion yang kebingungan, dia menunjukkan seperti 'Kenapa hal ini terjadi padaku? Lalu melirik ke arahku.


"Valentine juga?"


Aaah, wajahku memerah.

__ADS_1


Seseorang selamatkan aku.


__ADS_2