Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 334 : Pertarungan Akhir Di Dunia Bawah Bagian Dua


__ADS_3

Jika tidak bisa menggunakan sihir maka aku hanya harus menebasnya. Aku menghentakan kakiku untuk melesat maju sementara Echidna memunculkan pedang tengkorak demi menahan tebasanku.


Dia menyeringai saat dua logam itu saling bertubrukan.


"Hutan tulang berulang," bersamaan perkataannya tanah mulai bergetar yang mana memunculkan tulang-tulang raksasa menyerupai tulang rusuk.


Pertarungan Wisteria dan Yukisa pun harus terganggu karenanya hingga saat kami sadari semuanya telah berubah.


"Pemandangan seperti ini jauh lebih menarik bukan," ucap Echidna melangkah maju.


Dia menggunakan seluruh tulang yang diciptakannya sebagai sebuah kamuflase, ketika dia berlari tubuhnya dalam sekejap menghilang. Tanpa menggunakan sihir ataupun skill dosa mematikan, Echidna memang sulit dihadapi.


"Dari atas."


Bam.


Aku berhasil menghindari serangan tiba-tiba miliknya, kemudian mengayunkan pedangku sebagai balasan hingga bilah kami memercikan api ke udara.


Aku menendang tubuhnya hingga dia meluncur jauh dan masuk ke dalam tulang di belakangnya.


"Jadi begitu caranya kau melakukan ini semua."

__ADS_1


"Tulang-tulang ini mirip sebuah pintu dimana ketika aku memasukinya aku bisa berpindah kemanapun yang kumau."


Tanah dibawah kakiku menyeruak keluar dan dari sana sepasang tangan raksasa tengkorak siap membungkusku di waktu bersamaan yang mana kutebas dengan mudah hingga menjadi kepingan kecil.


Aku bisa melihat bagaimana Echidna berpindah dari tempat satu ke tempat lain dengan mudahnya, saat dia mengayunkan pedangnya itu menciptakan bilah api yang meluncur padaku.


Aku berguling ke samping menghindarinya dengan baik, Echidna meneteskan darahnya ke tanah untuk memunculan serigala tulang dengan api membara membungkus mereka.


"Sihir pemanggilan, Wolf Undead."


Jumlah mereka ada sekitar 20 ekor dengan tubuh 10 kali lipat melebihi besar pada umumnya, mereka mulai melolong selagi menggunakan keempat kakinya untuk mengejarku.


Bola api ditembakan tepat saat aku bersembunyi di salah satu tulang, sulit dipercaya bahwa mereka juga bisa menggunakan sihir sebaik itu.


Aku berkata ke arah Echidna yang masih menyembunyikan keberadaannya.


"Setelah memiliki banyak keuntungan kau masih tidak ingin menyerangku secara langsung."


"Aku bukan orang bodoh yang begitu saja menyerang tanpa persiapan... akan kubuat kau merasakan keputusasaan lebih dulu."


Para serigala tengkorak mulai melompat ke arahku secara bersamaan, aku menggunakan sihir api untuk menyerang mereka.

__ADS_1


Tidak seperti sihir Venus yang membuat seseorang tidak bisa menggunakan sihir di area tertentu, sihir Echidna lebih ke arah perlindungan diri.


Ketika sihirku akan mengenainya, itu akan langsung menghilang atau jika aku menggunakan skill lainnya termasuk skill dosa mematikan itu tidak akan aktif padanya.


Iblis dengan kemampuan yang tidak bisa dibayangkan siapapun. Setelah menebas kepala serigala ini aku menciptakan tangan raksasa dari tanaman yang mana dengan sendirinya tangan itu mengambil batu lalu melemparkannya ke arah salah satu tulang yang diduga keberadaan Echidna.


Menyadari hal itu dia segera melompat ke tulang lain kemudian turun ke bawah.


"Walau sihir tidak bisa mengenaimu, sepertinya jika itu serangan tidak langsung atau benda lain masih bisa, rupanya" kataku tersenyum mengejek sementara Echidna menghela nafas panjang.


Dia memutar-mutar tangannya yang memegang pedang.


"Kupikir aku tidak perlu bertarung serius....apa boleh buat, lawannya seorang utusan dewi jahat hanya dengan serangan biasa tidak mungkin melukainya."


"Akhirnya dia bisa mengerti juga."


Aku menengadah ke langit dengan ekpresi sulit, sungguh mengejutkan bahwa di sana telah tercipta 12 lingkaran sihir Algoritma.


"Kau pasti bercanda."


"Aku lupa bilang Ringbel kini berada di tubuhku dengan kata lain maka aku juga bisa menggunakan kemampuannya, kemampuan dari sihir dewi itu sendiri."

__ADS_1


__ADS_2