
Dua hari berlalu semenjak aku mencoba mengurung diriku dalam kamar gelap, aku melakukan semua ini untuk menenangkan diriku dan mencoba untuk tidak memikirkan apa yang telah terjadi.
Ribuan orang telah dikonfirmasi meninggal termasuk pasukanku, dan kini umat manusia hanya bisa menggantungkan harapan kecil padaku.
Jika aku menyerah itu hanya akan membuat semuanya hancur begitu saja, Symponia telah dihancurkan menjadi partikel roh sebelum seribu tahun dia tidak akan bergabung lagi dengan kami.
Di sisi lain Ryker terluka parah bahkan dengan menggunakan sihirku dia tidak bisa disembuhkan kecuali menunggu waktu berlalu.
Saat aku keluar kamar aku menemukan sosok Valentine dan Rion duduk di lantai selagi tertidur pulas, kupikir aku benar-benar telah membuat semua orang khawatir.
Aku mengelus rambut keduanya hingga mereka membuka matanya lalu melompat untuk memelukku.
"Lion?" keduanya memanggil namaku di waktu bersamaan.
"Aku sudah tidak apa-apa."
"Aku juga ingin dipeluk," suara itu berasal dari Aira yang berdiri bersama Misa yang mengedipkan mata ke arahku.
Aku hanya tersenyum kecil sebagai jawaban.
Sepertinya Rosvalia juga ada di sini bersama pengawalnya bernama Alice, untuk Atlas dia sedang menjemur pakaian bersama pelayan dan juga Harty.
__ADS_1
Mansion ini tidak terlalu banyak berubah.
Di luar kediamanku aku dan dua dewi sedang mendiskusikan langkah yang akan kami ambil, dari sini aku sudah tidak ingin melibatkan siapapun jadi aku akan bertarung sendirian atau mungkin meminta Venus untuk bergabung.
Gracia dan Kizuna akan kutempatkan di sini, ini adalah pilihan terbaik.
Tapi sebelum itu aku perlu mengetahui soal ruang hampa yang menyeret Venus ke dalamnya.
Aira menjelaskan.
"Ruang hampa lebih mirip seperti ruang angkasa yang di dalamnya tidak ada apapun kecuali bongkahan tanah yang bergeser secara menyeluruh pada putaran jam, tempatnya sangat luas ketika kau memasukinya kau tidak bisa keluar dengan mudah.. aku ingat bahwa Rion juga memasukan Solomon ke dalamnya," pernyataan itu membuat Rion mengangguk kecil.
"Keluar dengan mudah? Dengan kata lain masih ada jalan. Apa aku harus melewati ujian seperti di menara itu."
"Batu suci yang menerima doa, bukannya itu batu yang dijadikan sebagai patung dewi."
"Benar sekali, untuk mengambilnya kau harus menghancurkan patungnya."
"Ah, aku jelas tidak mungkin melakukannya nanti dewi yang bersangkutan akan membunuhku."
"Untukku tidak masalah, Ryker pernah bilang bahwa dia membuat patung untuk salah satu kota kecil di ujung benua, Lion bisa mengambilnya."
__ADS_1
"Jika untukku ada di benua enam wilayah."
Aku memilih antara Rion dan Aira, setelah menimbang-nimbangnya aku memilih Aira saja, aku akan meminta seseorang untuk membuat patung yang sama kemudian menukarnya saat di kota itu.
Dengan usulanku Aira mengangguk setuju lalu dia berbisik ke arahku.
"Kenapa Lion malah memilih patungku?"
"Kurasa patungmu akan sedikit lebih mudah dibuat soalnya dada Rion terlalu besar dan itu pasti cukup waktu lama membuatnya."
"Ugh... kurasa kau benar."
"Berhentilah membicarakan dadaku di belakangku."
Setelah aku mendapatkan design yang sama dari Ryker aku meminta beberapa orang yang pandai memahat untuk membuatnya selesai dalam tiga hari.
Waktu kami sangat sempit sebelum pertarungan akhir dimulai.
"Maaf karena aku terluka aku tidak bisa ikut bertarung."
"Jangan pikirkan hal itu, kau masih hidup juga adalah sebuah keajaiban... serahkan semuanya padaku."
__ADS_1
"Aku mengerti."
Orang yang melukai Ryker memiliki kekuatan dewa melawannya pasti akan sulit.