Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 316 : Pertarungan Habis-habisan Bagian Enam


__ADS_3

Pedang yang menancap di tanganku satu persatu kutarik keluar, agar perdarahannya bisa terhenti aku menggunakan sihir air untuk menyembuhkannya.


"Bagaimana bisa kau membuat pedang dari darahku"


"Yang kugunakan adalah kutukan, tak hanya menciptakan pedang aku juga akan mengutuk orang-orang yang bertarung denganku... walau aku tidak bisa membuka gerbang iblis, kemampuanku setara dengan itu."


Aku yakin bahwa ada jarak tertentu saat dia mengaktifkannya, ketika kami berjarak satu meter matanya berwarna merah terang kurasa itu artinya dia hanya bisa mengaktifkannya saat dia menatap mataku.


Orang ini memiliki banyak kemampuan jika aku menyerang dari jauh menggunakan sihir semuanya akan terpental dan jika aku menyerang dari jarak dekat tubuhku akan membunuh diriku sendiri dengan pedang.


Aku akhirnya memutuskan sesuatu yang lebih bagus, aku akan bertarung dengan cara menutup mataku.


Bahkan ketika kami bertarung dari jarak dekat dia tidak akan bisa mengaktifkan kutukannya, maka dari itu aku pasti akan menang. Aku melesat maju mengayunkan pedang dari atas ke bawah.


Saratobi sedikit terkejut saat kutukannya tidak bekerja, dia menciptakan pedang dari seluruh tubuhnya akan tetapi aku menebas semuanya dengan mudah hingga semua pedang itu patah.


"Mustahil dalam waktu singkat kau telah mengetahuinya, terlebih bagaimana kau menyerang dengan mata tertutup."

__ADS_1


"Aku hanya membayangkan bagaimana kau bergerak dalam ingatan penglihatanku."


"Itu tidak mungkin."


Pedang iblis di tanganku memenggal kepalanya dengan mudah membuatnya terpisah dari tubuh utamanya.


"Aku kalah, padahal sedikit lagi aku akan menjadi pilar utama."


Dia mati setelah menyelesaikan perkataannya, cukup mengerikan bahwa setelah kepalamu terpenggal kau bisa berbicara.


Aku membaringkan tubuhku ke tanah selagi menatap pegunungan di mana matahari mulai bersinar terang, matahari seperti biasanya memang jauh lebih indah.


"Kami berjanji akan membawa nona Hime dan mengalahkan orang-orang itu," ucap Yukisa.


Setelah mendengar penjelasan dari Wisteria aku tidak bisa berkata apapun lagi dimana Echidna terlibat dalam hal ini. Dia bukan seseorang yang kukenal sejak lama kami hanya kebetulan bertemu saat aku menyelesaikan konflik di kerajaan benua manusia.


Aku ingin segera menemukannya namun ada yang lebih penting dari itu, kami harus segera menyelamatkan Hime, akan terjadi sesuatu buruk jika kami terlambat.

__ADS_1


Dengan menggunakan Teleportasi Gate milikku kami bertiga muncul di sebuah tempat secara acak, di mana seluruh area merupakan kota yang dijadikan sebagai kota perjudian.


Dari kami tidak ada siapapun yang mengetahui di mana keberadaan Henos, akan tetapi ada kabar bahwa dia sering mampir ke sini bersama anak buahnya.


Tak hanya kasino di sini juga dipakai sebagai pusat rumah bordil, banyak keluarga yang menjalankan bisnis seperti itu.


Wisteria telah menjelaskan indentitasku pada Yukisa karena itu aku tidak perlu menyamar lagi dan memilih dalam wujudku yang memakai topeng.


"Ini dia, kita masuk."


Kami masuk ke dalam sebuah ruang perjudian terbesar, di dalam sana banyak wanita yang mengenakan kimono mini bercampur dengan pria-pria yang sedang mabuk ataupun bermain.


Aroma alkohol dan rokok menjadi satu dengan aroma yang membuat hidungmu terbakar, aroma ini berasal dari lilin yang menjerat pria siapapun di dalamnya tidak bisa keluar dari sini sebelum menghabiskan malam dengan wanita.


Ini obat perangsang yang penggunaannya melalui penciuman.


"Lion, apa kau tidak masalah?"

__ADS_1


"Tak masalah, racun tidak bekerja padaku," kataku pada Wisteria sehingga keduanya menarik nafas lega.


Itu seperti mereka menganggapku akan menyerang mereka saat keduanya lengah.


__ADS_2