
Di saat para pencari lebah bermunculan, aku telah disibukkan dengan acara memasak bersekala internasional, sekitar 100 Dark Elf ibu rumah tangga ikut dalam acara ini dan masing-masing dari mereka aku berikan resep berbeda.
Aku bisa merasakan tanganku sangat kelelahan.
Ketika ini selesai mereka bisa bertukar resep agar semua orang di tempat ini bisa merasakan citra makanan berbeda-beda setiap harinya.
Kedepannya mereka bisa mengembangkan kemampuan mereka sendiri jadi aku tidak perlu khawatir.
Para tetua menatapku selagi menangis.
"Tuan Lion sangat luar biasa, bahkan beliau mengajari kami berbagai masakan yang sangat sukit kami buat."
"Mari jadikan tuan Lion sebagai dewa desa kita."
Oi, nanti dewi kalian akan menuntutku, tentu yang kumaksud adalah Rion.
Aku jelas menolaknya.
Karena Dark Elf hidup secara terisolasi maka mereka tidak bisa belajar hal baru di luar, tapi dengan ada pengetahuanku mereka akan bisa mengembangkan diri mereka bahkan jika mereka memutuskan turut berada di sini.
Aira dan Rion melirik ke arahku selagi mengembungkan pipi mereka. Sepertinya mereka ingin daging tapi sayangnya yang akan kami masak semuanya jelas tanpa daging.
Aku memasak beberapa sate jamur yang di atasnya disiram saur fermentasi yang kubuat sendiri, satu persatu aku berikan pada anggota partyku termasuk Selena untuk mencobanya.
Wajah mereka tampak bahagia.
"Apa ini? Benar-benar lembut dan kenyal."
__ADS_1
"Enak sekali, cita rasa yang luar biasa ini tidak akan bisa ditemukan bahkan dimasakan bangsawan."
Mereka malah berubah menjadi kritikus makanan.
Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan jadi mari selesaikan ini semua.
"Supnya kurang sedikit garam."
"Baik."
"Sudah pas, tambahkan sedikit daun kemangi."
"Laksanakan Chef."
Setelah matahari tenggelam maka pesta kami sesungguhnya telah dimulai, semua orang bebas mengambil makanan yang mereka inginkan.
Selena mendekat selagi memberikan cangkir berisi minuman padaku.
"Ini hanya jus, silahkan diambil."
"Terima kasih."
"Harusnya aku yang berterima kasih... tak kusangka desa bisa berubah hanya dalam waktu sehari, mereka lebih terlihat hidup dan bahagia sekarang."
"Begitu."
Aku bertanya padanya.
__ADS_1
"Kenapa kalian memutuskan untuk tinggal di sini tanpa keluar sama sekali?"
"Dark Elf kurang diterima baik oleh manusia, mereka selalu menganggap kami penjelmaan iblis atau semacamnya. Dibanding membuat konflik tidak perlu kami lebih memilih untuk mengalah dan mengasingkan diri."
Hal seperti ini malah sering terjadi di dunia ini.
Aku menghela nafas lalu melanjutkan.
"Bagaimana kalau kalian pergi ke negaraku, aku membuat negara di mana hanya diisi oleh elf saja, jujur elf yang berada di benua enam wilayah juga mengalami hal sama bahkan mereka pernah ditangkap dan dipekerjakan tidak manusiawi."
"Soal itu aku tidak bisa memutuskannya, aku akan berbicara pada para tetua."
"Jangan khawatir aku akan lama berada di sini, kalian bisa mendapatkan waktu sebanyak yang kalian mau."
Aku melirik ke arah Aira dan Rion yang telah tidur di pangkuanku. Mereka terlalu banyak makan jamur hingga mengantuk dan tidur seperti ini.
"Aku harus kembali ke kamarku sekarang, kasihan juga istriku jika dibiarkan tidur di sini."
"Aku akan membantu."
Aku mengambil Rion dan Aira dibantu oleh Selena, jika bertanya soal Laurenta dia sudah kembali ke kamarnya.
Kurasa gadis kecil seumurannya memiliki jam malam sampai jam 9 malam, aku membaringkan Rion maupun Aira diranjang.
"Kalau begitu besok pagi aku akan mengantar kalian, aku permisi."
"Terima kasih sudah membantu."
__ADS_1
Dia hanya melambaikan tangan lalu berjalan sampai sosoknya menghilang.