
Di depanku seorang pria dengan mantel hitam berdiri gagah, berbeda dari bayanganku raja iblis memiliki tubuh manusia yang membedakannya hanya dia memiliki satu tanduk di kepalanya.
"Tak kusangka kau ada di dunia ini lagi Riona, aku tahu bagaimana kau sebelumnya menyerang seluruh ras dengan kekuatanmu itu."
Rion yang selalu diam saat bertarung membuka mulutnya.
"Apa yang kau katakan, aku tidak ingat?"
"Kau pura-pura tak mengingatnya, bagaimana kau membunuh seluruh ras dan mencuri kekuatan mereka entah itu iblis atau dewi kau telah melakukannya."
Jadi seperti itu, dewi ini memang sangat jahat.
"Yah kau tahu Lion, dulu aku tidak terkendali kekuatan telah membutakan hatiku serta pikiranku... aku membantai banyak orang, hingga aku memiliki julukan, pembunuh Iblis, pembunuh dewa, pembunuh naga, pembunuh lainnya juga."
"Kau benar-benar keterlaluan," kataku singkat.
Raja iblis Utara berkata dengan senyuman di wajahnya, mulutnya merobek ke telinga hingga tak lama kemudian dua pasang mata tambahan muncul.
"Kau masih belum memiliki kekuatanmu seutuhnya, sepertinya aku tidak perlu mengkhawatirkannya."
Dia kini memiliki enam mata.
"Itu adalah bentuk terkuat iblis, kau juga bisa melakukannya jika mau sebelumya aku sudah membunuh iblis yang kusebutkan saat di hutan itu."
__ADS_1
"Kau membuatku agar tidak jadi manusia lagi."
"Kalian bisa mengobrol saat seperti ini, kalian jelas akan mati jika meremehkanku."
Raja Iblis Utara melesat ke arahku sebelum aku bereaksi dengan serangannya sebuah pukulan menusuk perutku membuatku terpental beberapa meter ke belakang.
Kugunakan Magic Tree untuk menopang tubuhku agar berhenti.
Magic Tree adalah berkah yang dibuang oleh Rion yang meliputi kasih sayang, cinta, serta perasaan baiknya termasuk sebuah harapan dan kehidupan.
Skill tujuh dosa adalah kemampuan yang diambil dari dosa manusia dan menempatkannya di tubuhnya sendiri.
Sementara kekuatan yang sedang kumpulkan sekarang adalah sihir dunia yang meliputi enam elemen, salah satunya air yang telah kudapatkan.
Aku mendaratkan kedua kakiku lalu mengacungkan pedang ke arahnya.
"Walau di masa lalu Rion makhluk mengerikan sekarang berbeda dia telah menjadi budakku."
"Sialan, siapa yang kau panggil budak aku dewimu setidaknya tunjukan rasa hormatmu."
"Heh... tak kusangka dewi jahat mau mengambil sebuah boneka manusia, meski begitu hasilnya tetap saja sama."
"Aku bukan boneka sialan."
__ADS_1
Aku menyerangnya beberapa kali dengan ayunan pedang, dia hanya menangkisnya dengan tangan kosong lalu membalasku dengan kekuatan lebih dari yang kuberikan padanya.
"Punya enam mata bukan hal yang merepotkan, setiap gerakanmu terlihat sangat lambat."
"Mata banyak hanya akan menyusahkan saja."
Aku menebas, Raja Iblis Utara menghindarinya lalu mendorong telapak tangannya mengenai daguku hingga aku terbang ke belakang sebelum menyerang kembali.
Kugunakan gaya tusukan maupun gaya menyilang yang mampu menyobek setiap pakaiannya dengan luka, sesekali kugunakan bola air.
Tanah di bawah kakinya secara otomatis menahan semburan sihirku.
"Apa-apaan, kau yakin Riona memakai bocah sepertinya... dia bahkan tidak setara dengan pahlawan atau seorang Sage."
"Jangan khawatir, aku sangat mempercayainya bukannya dia berhasil mengakhiri Arc Demon yang kau miliki."
"Hanya sebatas itu, tidak akan mungkin bisa mengalahkanku.
"Atomic Punch."
Sebuah lingkaran muncul di depannya dia mengayunkan tinju ke arahku hingga sebuah kekuatan luar biasa menyapuku dengan hembusan angin bersamaan asap debu yang mengepul ke udara.
Aku masih berdiri dengan pedang tertancap di tanah.
__ADS_1
Aku tidak ingin menggunakan hal ini, sayangnya dipertarungan ini memang tidak ada pilihan lagi.