Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 303 : Kebohongan Yang Terungkap


__ADS_3

Sudut pandang Lion.


Iblis titan tengkorak memiliki kelemahan di lehernya, setelah aku berhasil menghancurkannya, tubuhnya tidak menyatu kembali dan mulai terkikis udara.


Aku kembali ke wujudku semula sebagai Kirina Aoi saat sebuah suara memanggilku.


"Aoi?"


Berdiri di sana adalah seorang bernama Wisteria yang tampak kebingungan, dia melihat raksasa besar sebelumnya dan kini menjadi seorang yang dikenalnya bernama Aoi, seorang gadis berambut putih yang sesungguhnya seorang pria.


"Apa yang barusan itu?"


"Ceritanya panjang, apa kau mau mendengarnya?"


Aku memberitahukan semuanya termasuk siapa aku sebenarnya, wajah Wisteria memucat dan ia lalu memukul wajahku hingga aku terbaring di tanah.


Pukulan wanita sangat menyakitkan.


Dia duduk di atasku selagi menempatkan ujung pedang di dadaku.


"Tenangkan dirimu Wisteria, aku tidak berniat jahat sama sekali."


"Kau menyamar jadi wanita karena itulah aku harus membunuhmu, kau pasti si mesum yang kebanyakan orang bilang."


"Aku bukan seperti itu, kuyakin kau merujuk ke orang lain."


"Aku yakin kau banyak melakukan hal gila dengan nona Hime."


Orang ini mengabaikanku.


"Aku tidak melakukan apapun, kami hanya mandi dan dia memintaku untuk membasuh tubuhnya."


"Aku akan membunuhmu."


"Eh?"


"Bagi nona Hime penyamaran ini mudah diketahui olehnya."

__ADS_1


"Tunggu sebentar."


Aku mendorong tubuh Wisteria menjauh, karena aku panik aku meletakkan kedua tanganku tepat di dadanya hingga dia terdiam dengan wajah hampir menangis.


"Jangan khawatir Wisteria, kau masih dalam pertumbuhan, ukurannya akan tambah besar nanti."


"Dasar mesum."


"Uwaah."


Aku terlempar ke udara lalu jatuh dengan menyakitkan, dia menginjak wajahku.


"Dibanding aku bukannya nona Hime lebih jahat, sudah tahu penyamaranku tapi dia masih saja mencoba mempermainkanku."


"Kita temui kaisar dan menanyakannya secara langsung."


"Anu... bisakah kau menarik kakimu dulu."


"Aku belum puas."


Orang ini sadis ternyata.


"Lucu sekali, aku memang ahli tipu menipu."


Aku baru melihat orang bangga tentang hal itu, di sisiku Wisteria masih menaruh kebencian padaku. Aku berfikir dia terlalu dekat dengan Hime mungkin saja sebenarnya dia seorang lesbi.


Mari kesampingkan hal itu dulu.


"Jika kau bisa membedakan aroma pria dan wanita kenapa kau masih mengajakku mandi denganku?" tanyaku demikian.


"Aku hanya ingin sedikit jahil, tapi luar biasa selama itu Aoi dapat menahan godaannya.. aku kagum loh."


"Wajahmu sangat terlihat puas."


"Aku ingat bagaimana kau memainkan dadaku, jika aku menyebarkannya bagaimana reaksi seluruh negari ini?"


"Kau dari awal memang mencoba memanfaatkanku bukan.. jadi apa yang harus kulakukan?"

__ADS_1


"Seperti sebelumnya aku ingin meminjam kekuatanmu untuk membantu wilayah ini.. tentu aku juga akan membantu mencari keberadaan Echidna, bagaimana?"


Aku menghela nafas sebelum melanjutkan.


"Aku mengerti."


"Baguslah. Wisteria mulai sekarang tolong berpartner dengan Aoi, selama di sini kau akan terus bersama dengannya."


"Tidak, tidak, aku tidak mau nona Hime... dia tadi menyentuh dadaku, kita tidak tahu apa yang dia lakukan saat aku tertidur."


"Tak apa bukannya dia sesama wanita."


"Dia pria."


Sepertinya Wisteria masih normal.


"Tunggu, kenapa wajahmu terlihat lega... kau pasti merencanakan sesuatu?"


"Tidak ada."


"Nona Hime?"


"Aku mengandalkanmu... beberapa hari ke depan semua pasukan elit akan berkumpul, gunakan waktu ini untuk beristirahat."


"Aku mengerti, kalau begitu kami permisi."


"Ayo."


"Jangan dekat-dekat denganku."


"Apa Wisteria tidak terbiasa dengan pria?"


"Hah? Aku bukan tidak terbiasa aku mewaspadai mereka, tidak ada yang tahu saat mereka menjadi hewan liar."


"Kau benar-benar perawan."


"Apa yang kau katakan?"

__ADS_1


"Tidak ada."


Sejauh ini dialah wanita kedua yang normal yang pernah kutemui selain Valentine.


__ADS_2