
Genjitsu berlari hingga sampai ke bagian istana, harusnya di sini dia bisa menemukan para penjaga yang bertugas namun tidak ada siapapun di sana.
Dia menerobos masuk dan menemukan bahwa seorang yang pernah ia temui telah membawa Hime di tangannya.
"Kau Makao."
"Lama tak bertemu Genjitsu, ternyata waktu itu kau masih hidup."
"Kau? Lepaskan kaisar."
"Lepaskan haha sayang sekali, tuan Henos membutuhkannya."
Dari lantai seorang dengan penampilan ninja muncul lalu membawa Hime bersamanya masuk ke dalam tanah.
Genjitsu bergegas maju sayangnya tubuhnya lebih dulu ditendang oleh Makao menembus beberapa pilar penjaga sebelum tertahan di dinding.
"Aku tidak tahu bagaimana kau selamat tapi hari ini aku sendiri yang akan membunuhmu," ucap Makao tersenyum lebar.
Dari reruntuhan yang menimpa Genjitsu, tiba-tiba api membumbung tinggi, seluruh tubuh Genjitsu telah tertutup api yang dimaksud dengan pola hitam yang menyelimutinya juga.
"Aku akan serius sekarang."
Makao melepaskan pakaiannya untuk menunjukan mulut di perutnya, mulut itu menampilkan taringnya yang berjeriji selagi membuka tutup.
"Seluruh penjaga di tempat ini pasti telah kau makan bukan?"
"Karena mereka lemah rasanya tidak enak, tapi kurasa aku menemukan yang yang jauh lebih baik sebagai penggantinya."
"Jika kau berkata tentangku maka kematian yang akan kau dapatkan."
__ADS_1
Genjitsu tanpa menunggu dia melesat maju untuk mengirim tebasan yang diselimuti api, Makao menghindarinya selagi mengirim serangan balasan melalui tinjunya, walau Genjitsu diselimuti api, Makao tanpa henti menyerangnya meskipun tangannya melepuh. Sementara mulut diperutnya juga berusaha menyerang dengan lidahnya.
Lidah tersebut melilit Genjitsu lalu membawanya ke udara sebelum dihantamkannya ke lantai.
Api membakar lidah yang terjulur lalu memotongnya melalui pedang yang terayun baik. Tubuh Makao sedikit mundur sebelum kembali mengirim cakarnya dengan kecepatan tinggi.
"Teknik itu tidak akan bisa melukaiku itu untuk kedua kalinya... tarian pedang kematian."
Dua tangan Makao terputus begitu saja, darah menyembur dari bekas potongannya sementara Genjitsu bersiap untuk memenggal kepalanya.
"Haha."
"Kau bisa tertawa saat kau akan mati."
"Bukan aku yang akan mati tapi kau."
Ledakan menggema ke udara saat tubuh Genjitsu diterbangkan jauh keluar istana, di mana tubuh Makao berdiri telah digantikan oleh sebuah iblis titan tengkorak.
"Kau memakan tengkorak yang waktu itu menyerang tempat ini."
Sebuah tinju menghantam Genjitsu hingga dia terbaring di tanah, darah menyembur dari mulutnya.
Tanpa menunggu dia pulih tengkorak itu menarik kakinya melemparkannya ke udara dan membiarkannya jatuh menghantam dengan keras.
"Graaaaaah."
"Sial.... apa aku akan mati lagi di sini?"
Tengkorak itu kembali mengirim tinjunya, tangan yang hendak menghantam Genjitsu terpotong dengan mudah.
__ADS_1
Berdiri di depan Genjitsu adalah seorang bernama Shiramaru, dia menyarungkan kembali pedangnya lalu mengirim tebasan berikutnya.
"Aku tak apa, terima.."
Sebuah bilah pedang menembus tubuh Genjitsu saat dia mencoba bangkit. Itu berasal dari pedang Shiramaru.
"Kenapa ini?"
"Maaf Genjitsu tapi kau tidak dibutuhkan lagi."
Kaori yang sebelumnya memperhatikan dari belakang muncul dengan santainya.
Tengkorak itu bangkit kembali dan hendak menyerang Shiramaru namun dengan satu tebasan kepalanya terpenggal dengan mudahnya. Melihat itu Genjitsu hanya bisa menutupi luka darah yang berada di tubuhnya.
Dia ingat bagian dirinya sendiri yang memasukan Shiramaru maupun Kaori ke dalam pasukan elit kekaisaran dan sepertinya itu merupakan kesalahan.
"Selama ini kami hanya mendekatimu agar bisa mengawasi pergerakan Hime, tak kusangka kalian bisa kecolongan."
"Shiramaru ini, kita bisa mengambil Hime kembali nantinya."
"Sebenarnya siapa yang kalian layani? Padahal kalian sebelumnya menyelamatkanku?" tanya Genjitsu.
"Kami berkerja untuk orang lain bernama Echidna."
"Echidna?"
"Sepertinya aku terlalu banyak bicara."
Sebuah pedang diayunkan ke arah Genjitsu sebelum pedang itu mengenainya, sebuah ledakan api terjadi yang mana melahap keduanya beserta seluruh istana.
__ADS_1
Tubuh Genjitsu kini telah menjadi iblis api seutuhnya.