Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 374 : Pengguna Topeng Iblis Lucifer


__ADS_3

Aku keluar dari area istana dan melihat sesuatu yang mengejutkan jauh di daerah pusat Elfdian, itu hanya merupakan tanah lapang luas dan kini telah hancur.


Tadinya aku ingin melihat keadaan keduanya namun yang sekarang kulihat sesuatu yang berbeda, entah Livia atau Charlotte keduanya telah tumbang di tanah.


Di antara keduanya tampak seorang gadis seusia kelas 4 sekolah dasar berdiri dengan santai, dia mengenakan gaun boneka putih lengkap dengan aksesoris di kepalanya, rambut pirangnya di ikat bergaya twintail dan sedikit melingkar di bagian ujung.


Walau tubuhnya mungil di kedua tangannya tampak sepasang sabit berukuran lebih besar dari tubuhnya tertanam dengan kuat.


"Mereka lawan yang mudah."


"Tuan, gadis ini sangatlah kuat... tolong berhati-hatilah, panggil semua orang."


Aku mengabaikan perkataan Livia lalu mengeluarkan pedang dari penyimpananku sementara gadis itu menatapku dengan mata birunya.


"Kau yang bernama Lion?"


"Benar, siapa kau?"


"Namaku Ireta Lapiz, kudengar kau orang luar yang dekat dengan Julie bukan."


Aku mengangguk ragu dan ia memicingkan matanya.


"Pasti kau yang membunuh Julie."


Tunggu, apa maksudnya? Membunuh, Julie telah tewas, sebelum aku bisa mencerna pernyataan itu Ireta telah berada di depanku. Walau aku tidak mengenakan topeng Ireta terlihat tidak terpengaruh denganku.

__ADS_1


Tatapan yang bisa kulihat sekarang hanyalah satu, mata untuk membunuh.


Dia menebaskan kedua sabit di tangannya membentuk huruf V sulit untuk menahan senjatanya sekaligus karena itu aku memilih untuk menggunakan sihir teleportasi menjaga jarak.


Kuambil pedang satu lagi ke tanganku.


"Melawan dua sabit dengan dua pedang, pilihan bagus."


"Tunggu, kita bisa bicarakan hal ini dulu... aku sama sekali tidak membunuh Julie."


"Bagaimana dengan titan lainnya, kau yang membunuhnya."


"Apa, apa yang terjadi dengan pulau itu?"


Dentrang.


Percikan kembang api meluncur ke udara.


Dia kembali mengayunkan sabitnya dengan gerakan putaran mirip sebuah gangsing, aku menahannya dan kedua pedangku terpotong sementara aku terlempar menabrak pepohonan.


Sebuah katana meluncur ke arahku dan aku menangkapnya dengan baik.


"Charlotte?"


"Hanya kali ini aku izinkan kau menggunakanku, cepat hentikan orang ini."

__ADS_1


"Terima kasih."


Aku bangkit dengan memosisikan pedang dalam siaga. Semua pedang di sihir penyimpananku telah habis aku jelas memerlukan pedang yang lebih kuat ke depannya untuk menggantikan peran Aira dan Rion.


Dia meluncur ke arahku dan kami saling melemparkan serangan beberapa saat sebelum menjaga jarak kembali.


Ireta Lapiz menancapkan satu sabitnya membuat tangannya kosong sebelum mengambil sesuatu dari lubang hitam yang muncul di depannya.


"Apa yang kau lakukan?" tanyaku.


"Kau adalah lawan yang tidak bisa dibunuh dengan cara biasa... aku harus melakukannya dengan sungguh-sungguh."


Yang dia tarik dari sana adalah sebuah topeng berwarna putih dengan penampilan seperti iblis, mulutnya dipenuhi taring yang merobek ke arah samping seolah seperti tersenyum, dua lubang bola mata tajam serta dua tanduk ke atas.


Charlotte yang diam terasa ketakutan.


"Gawat, topeng itu bukan topeng biasa... kekuatannya setingkat raja iblis, bukan. Mungkin 10 kali lipat."


Dia mengenakan topeng itu seutuhnya dan aura di sekeliling Ireta telah berubah total, sabitnya lebih memancarkan kegelapan dan kedua matanya berubah menjadi merah terang.


Mata itu lebih mengingatkanku dengan mata yang dimiliki Solomon, mata penuh kebencian seolah mengutuk siapapun kecuali dirinya untuk mati.


"Ini adalah topeng iblis Lucifer, bersyukurlah karena kau bisa melihatnya."


Lucifer? Itu mirip dengan nama raja iblis yang pernah dikalahkan Rion di masa lalu.

__ADS_1


__ADS_2