Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 385 : Dari Dunia Lain


__ADS_3

Dia melemparkan bola besi ke arahku yang mana kuhindari dengan baik, aku menghantarkan petir ke rantai yang mengikatnya namun tidak terjadi apapun yang membuat penggunanya terluka.


Rantai ini?


"Kau terkejut, besi ini mampu menetralisir serangan seperti apapun bahkan serangan seperti itu juga."


Bola besi tertarik kembali ke arahnya dan ia melemparkannya berulang kali padaku, kurasa aku hanya perlu menebasnya.


Bola itu meluncur padaku, setelah berhasil melewatinya aku mengirimkan tebasan ke rantainya dan itu mampu memotongnya dengan mudah.


"Apa..?!"


Pedang milikku benar-benar kuat, berbeda dari sebelumnya itu cukup ringan saat kau terbiasa menggunakannya. Aku berlari ke arah pemimpin bandit yang telah kehilangan langkahnya, dengan sedikit kilatan petir mudah untuk menyelesaikan pertarungan ini.


Aku mengikat mereka semua dengan tali lalu menyeretnya kembali ke kota Apa, di sana mereka secara bergiliran masuk ke dalam penjara, dalam sehari penjara langsung penuh adalah rekor yang luar biasa.


Ada satu Quest terakhir yang tersisa maka itu aku kerjakan keesokan harinya, aku hanya membersihkan pemakaman lama dari kumpulan zombie dan tak kusangka mereka begitu lemah.


Saat kusadari aku telah menyelesaikannya, wanita guild telah mengkonfirmasi lima Quest yang selesai kukerjakan dan ia memberikanku sekantor besar uang. Sementara dirinya juga telah mendapatkan hal sama seperti apa yang dijanjikan di awal.


Aku pikir ini akan menjadi terakhir kali aku dan Rion bertemu dengannya, dia bilang bahwa dia pergi kemari hanya untuk bekerja demi mengumpulkan banyak uang.


Desanya adalah desa miskin dan sekarang dengan uang yang dikumpulkannya ia sudah mampu membangun tempat tinggalnya lebih baik. Bagaimanapun wanita guild sebentar lagi akan menjadi kepala desa selanjutnya menggantikan ayahnya maka dari itu aku senang mendengarnya.


"Mari kembali Rion."

__ADS_1


"Um."


Di Elfdian semua hal berjalan seperti apa adanya, pekerjaanku yang menumpuk serta beberapa dokumen ditinggalkan begitu saja di meja.


"Aku hanya tidak bekerja beberapa hari, apa sebanyak ini yang harus kukerjakan."


"Benar sekali, tolong selesaikan hari ini karena dokumennya akan digunakan keesokan harinya," balas Misa membuatku menghela nafas panjang.


Mau bagaimana lagi.


Ujian terberat sebenarnya adalah ini.


***


Beberapa hari selanjutnya aku, Kizuna dan juga Ireta pergi untuk mengunjungi kerajaan Ortodok Suci.


Bahkan untuk ras titan sakit adalah sesuatu yang merepotkan.


Di depanku kapal raksasa telah berhasil di selesaikan dengan baik, itu menyerupai kapal pada umumnya yang seluruhnya ditenagai dengan uap.


Ada dua kapal dari mereka yang akan beroperasi namun sebelum sampai tahap itu, kapal ini juga harus mencari kru-nya sendiri sebelum diresmikan.


Glory serta Winny memberikan tur keliling pada kami demi melihat setiap bagiannya. khususnya untuk pembakaran batu bara.


Biasanya orang-orang dari dunia ini hanya menggunakan kapal layar, jadi ini adalah pencapaian pertama yang luar biasa.

__ADS_1


"Ini benar-benar hebat, membayangkan ada benda seperti ini memang mengagumkan," ucap Kizuna demikian.


"Aku pikir aku juga bersependapat, dengan ini melintasi antara benua bukanlah sesuatu yang mustahil," tambah Ireta sebelum disambung Charlotte dalam bentuk pedang.


"Kupikir Kizuna juga bisa melakukan hal yang lebih baik dari ini."


Orang yang dimaksud hanya tersenyum ragu sebelum Glory menjelaskan.


"Ketika semua sudah siap kita bisa menjalankannya segera mungkin."


"Aku tidak sabar," ucapan Winny mewakili pemikiran kami sampai seorang penjaga menerobos masuk dengan tergesa-gesa.


"Maafkan saya, tapi ada sesuatu yang mendekat ke arah sini dengan cepat."


"Sesuatu?"


Semua orang memiliki ekpresi bingung.


"Saya sulit menjelaskannya tapi sesuatu ini sangat aneh dan siap menghancurkan kota."


Kami buru-buru melihat ke luar kapal dan aku jelas tak mempercayai itu juga. Dari kejauhan tampak sebuah kereta uap tengah meluncur ke arah kota di mana bagian depannya dibuat meruncing sedemikian rupa untuk menghancurkan apapun yang ada di depannya.


Di bagian atasnya tampak empat orang yang duduk santai dengan topeng menutupi wajah mereka.


Ireta yang lebih dulu bereaksi dengan itu.

__ADS_1


"Mereka sudah bergerak, lebih dari itu mereka jelas sedang mengincar kapalnya."


Jangan bilang bahwa Solomon membawa mereka dari dunia lain sama sepertiku.


__ADS_2