
Jalan yang menghubungkan Dark Elf dan ibukota akhirnya telah selesai dibangun, selain dua tempat itu bisa terhubung satu sama lain orang-orang kini bisa berpergian tanpa kesusahan.
Sekarang aku juga harus membuat jalan untuk menghubungkan kota es, akan jadi masalah jika mereka tidak memiliki akses yang sama. Untuk jalan ini aku akan menyerahkan semuanya pada para pekerja sementara aku pergi untuk mengunjungi ke kerajaan ortodoks suci, aku tidak sendirian melainkan ditemani oleh Livia yang sangat bekerja serius.
"Kita tidak boleh lengah tuan, ini daerah musuh."
Dia terlalu berlebihan, jika mengatakan mereka musuh maka perkataan itu lebih tepat ditujukan pada kami yang berasal dari luar kerajaan ini.
"Lama tak bertemu denganmu Lion, aku senang bahwa kau baik-baik saja," suara itu berasal dari Glory yang menyambut kami di gerbang istana.
Sebelum datang kemari aku sudah mengirim pesan kemari jadi mereka sudah tahu.
"Aku juga ingin mengatakan hal sama," balasku demikian.
"Nona Winny ingin menyambutmu secara pribadi namun sayangnya dia tidak bisa, ia masih sibuk berdandan."
Aku maupun Livia hanya tersenyum masam sebelum mengikuti Glory ke sebuah ruangan yang dikhususkan untuk tamu. Mereka menyediakan minuman serta makanan terbaik sampai akhirnya Winny muncul dengan pakaian serba putih.
__ADS_1
Dia benar-benar seorang gadis suci.
"Ara, lama tak bertemu Lion."
"Wah.. kau terlihat cantik."
"Terima kasih ternyata tidak sia-sia aku berdandan selama lebih empat jam... aah, aku seharusnya tidak mengatakan itu."
Livia berbisik ke arahku.
"Wanita penggoda."
Ketika Winny duduk aku menjelaskan kedatanganku, semua hanyalah semacam kerja sama untuk jangka panjang dengan kerajaan ini maupun kerajaanku. Singkatnya aku ingin membuat benua iblis dan dan benua manusia bisa saling mengenal satu sama lain.
Mendengar itu Winny tampak terkejut.
"Bukannya itu."
__ADS_1
"Aku tahu bahwa kedua bemua memiliki sejarah panjang meski begitu jika kita terus menjauh satu sama lain akan ada kebencian yang muncul nantinya... jika kedua benua bisa bergabung maka mereka akan mengerti sendirinya bahwa kedua belah pihak sama-sama ingin memiliki kehidupan damai entah berbeda ras atau agama mereka bisa saling menghormati satu sama lain."
Jauh sebelum kejadian perang Titan dan manusia ada larangan dimana orang-orang dari benua lain tidak boleh datang ke benua berbeda. Saat pembantaian desa Solomon juga didasari oleh hal demikian.
Bukan hanya mereka dari ras iblis saja faktor peraturan itu juga membuat mereka terbunuh tanpa keadilan.
Yang aku tawarkan ke kerajaan ortodoks suci adalah sebuah penghapusan tentang peraturan pelarangan serta kebebasan bagi semua orang untuk memilih mereka tinggal di manapun mereka inginkan tanpa diskriminasi.
Singkatnya ini semua adalah bentuk dari Revolusi. Terlebih aku ingin sisa-sisa dari elf, Titan ataupun ras iblis mengetahui tentang benua iblis yang baru.
"Jadi begitu, Lion ingin aku menjadi jembatan bagi kerajaan lainnya."
"Benar sekali... aku yakin bahwa aku tidak memilih orang yang salah, dengan bantuanmu entah benua manusia, iblis ataupun benua enam wilayah bisa bergabung agar perang yang terjadi ribuan tahun tidak akan terjadi lagi."
"Kurasa itu memang benar, dunia ini telah banyak kekacauan sudah waktunya semua orang mengambil langkah perubahan, syukurlah bahwa ada orang sepertimu di dunia ini."
"Kau terlalu memuji."
__ADS_1
Aku mengulurkan tanganku yang mana dijabat baik oleh Winny. Dalam waktu dekat Winny akan melakukan pertemuan dengan kerajaan lain sampai saat itu aku juga harus tinggal di sini untuk membantunya.