Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 420 : Bangunan Baru


__ADS_3

Hari ini aku dan Alteira berjalan-jalan sekitar kota Elfwin, Elfwin adalah elf yang bisa hidup di musim dingin. Itulah alasannya kenapa walau musim panas salju akan turun di kota ini sesekali membuat terperaturnya tetap dingin.


"Kebanyakan pengunjung dari luar selalu datang kemari untuk merasakan salju, ada beberapa keluhan yang mereka berikan pada kita, misal jumlah cafe serta penginapan yang sedikit serta area yang kurang bersahabat untuk anak-anak."


"Mereka benar-benar banyak maunya," balasku pada Alteira sebelum suara yang lain terdengar dari kejauhan.


Seorang gadis elf menunggangi seekor beruang besar berlari ke arahku dengan tergesa-gesa. Namanya adalah Aisha.


"Yang mulia, kau datang berkunjung."


"Ada beberapa hal yang harus aku diskusikan dengan yang lainnya."


"Oh baiklah."


Alteira menaruh minat pada keduanya.


"Beruang ini sangat imut dan juga bagaimana kau melakukan aktivitas dengan pakaian minim di udara sedingin ini."


"Inilah kemampuan kami, aku juga tidak mengenakan bra hari ini, hebat bukan."


"Hebat apanya coba tolong kenakan sebelum pengunjung dari benua lain berdatangan kemari?"


"Tidak akan."


"Alteira tolong paksa dia."

__ADS_1


"Laksanakan."


Alteira mengikat Aisha dengan sulur kemudian menariknya ke tempat sepi.


"Tidak, aku tidak mau."


Aku bertanya-tanya bagaimana dia mendapatkan barangnya? Namun memilih untuk tidak bertanya lebih lanjut lagi.


Aku mulai mengumpulkan para Elwin dan menjelaskan hal yang harus dibenahi desa ini, tempat ini akan memiliki taman bermain untuk anak-anak, menambah jumlah penginapan serta kafe-kafe yang memiliki kualitas makanan yang hebat yang tidak kalah dengan yang lainnya.


Dengan alasan itu mereka semua menatapku dengan pandangan berbinar.


"Ini waktunya bekerja, mari bersama membuatnya."


"Hoi."


Semuanya aku ambil dari ingatan di dunia lamaku hingga selama seminggu kami berhasil membuatnya.


Selanjutnya adalah kota untuk para Dark Elf, di sini yang paling berkerja keras adalah Selena yang dengan sigap membuat sebuah event tarian untuk menyambut para pengunjung.


Itu semua berjalan lancar.


"Keuntungan yang kita dapatkan telah meningkat dari seminggu yang lalu."


"Itu bagus, bagaimana dengan desa para rubah?"

__ADS_1


"Semuanya terkendali di sana, tempat itu paling banyak dikunjungi para ibu rumah tangga, kebanyakan mereka ingin membeli oleh-oleh dari perkebunan mereka."


"Syukurlah... jika begini rencana membuat stasiun televisi akan cepat dilaksanakan."


"Aku sangat menantikannya."


Seperti biasa Alteira tertarik dengan sesuatu yang baru.


Aku mengambil tanah kosong yang cukup luas untuk membuat bangunannya, dengan sihir kayu milikku itu tidak perlu waktu lama untuk melakukannya. Aku hanya meminta bantuan dua pohon raksasa bernama Agil dan Anil untuk membersihkan semuanya dan mereka selalu terampil melakukannya.


"Terima kasih kalian berdua."


"Mereka mengangguk kecil sebelum berjalan ke danau, mereka suka berada di sana selagi mengambang di permukaan air."


Kurasa pohon memang tidak bisa jauh dari air.


Clarisa Marie muncul dengan peralatan yang telah kuminta darinya. Ini adalah dunia sihir hal seperti kabel sama sekali tidak dibutuhkan sama sekali.


Aku membuat kamera dari kayu lalu memasukan kristal sihir yang dibuat khusus ke dalamnya, batu ini bisa merekam gambar serta suara yang mana lalu dikirimkan ke tempat jauh dengan frekuensi yang sama.


Sebelumnya aku pernah membuatnya namun saat itu suara saja yang bisa didengar.


"Ini memang mengagumkan, kau bisa menciptakan kristal dengan skillmu."


"Tentu saja."

__ADS_1


Aku tidak akan bilang bahwa ini kemampuan special yang diberikan dewi meskipun kurasa Clarisa sudah menyadarinya.


__ADS_2