
Yang kumiliki sekarang hanyalah sihir dunia serta Magic Tree, kekuatanku telah ditambahkan dengan energi dewa yang berada di tubuhku jadi masing-masing bisa digunakan tanpa batas.
Aku muncul di depan Nightmare yang dengan kekuatannya langsung menghentikan waktu, saat dia akan menusukan pedangnya, aku yang lebih dulu menusuk jantungnya.
Nightmare tampak terkejut namun dia muncul di tempat lain sementara yang kutusuk telah menghilang.
"Apa yang barusan itu?"
"Aku menggunakan kemampuan untuk membuat area sekelilingku memiliki penangkal jika musuhku menggunakan kemampuan waktu, singkatnya dalam jarak 5 meter akan langsung dihilangkan."
"Kau tak masalah memberitahukannya padaku."
"Jangan khawatir meski kau tahu itu bukan berarti kau bisa mengalahkanku."
"Kau cukup percaya diri rupanya."
Kedua mataku memiliki pola bintang saat Nightmare memunculkan lonceng di tangannya, dengan sekali gerakan aku menebas lengannya lalu memenggal kepalanya hingga dia muncul seperti saat kematian sebelumnya.
"Aku tidak bisa menghadapimu secara normal, kau benar-benar kuat."
"Aku juga tak akan menahan diri."
Kami kembali menyerang terus menerus menggunakan seluruh kemampuan yang kami miliki, aku mengayunkan pedangku dan begitu juga Nightmare. Semua ini seperti sebuah permainan dimana kami saling membunuh dalam waktu singkat.
Karena aku telah berubah jadi dewa ketika aku mati aku akan hidup kembali dalam waktu dekat begitu juga Nightmare yang memiliki jumlah nyawa yang sangat banyak.
Jika menghitungnya aku telah mati sebanyak 900 kali begitu juga Nightmare dengan jumlah yang sama. Kini dia hanya memiliki 99 nyawa lagi yang tersisa.
Nightmare tertawa.
__ADS_1
"Menarik sekali ini pertama kalinya aku mati sebanyak ini haha."
Orang ini sudah tidak waras, aku telah mendengar semua hal yang diceritakan Clarisa tentang Nightmare, dia adalah muridnya yang baik tapi sekarang dia telah menjadi seseorang yang berbeda.
"Kenapa kau melihatku dengan pandangan yang menyedihkan seperti itu," ucap Nightmare kehilangan rasa semangatnya.
"Aku merasa kasihan padamu, kau melakukan ini semua karena marah karena orang tuamu mati dan menyalahkan dewi atas semuanya namun apa kau tahu bahwa dirimu yang telah membunuh mereka."
"Kau pasti berbohong mana mungkin aku membunuh keluargaku."
Dia benar-benar kehilangan ingatannya atau sebenarnya dialah yang merubah ingatannya sendiri.
"Karena itulah aku merasa kasihan padamu."
"Tutup mulutmu."
Itu adalah Embrio yang diambil dari menara Babel.
"Harusnya kau membenci menara itu tapi kau malah mengunakan sesuatu yang kau benci itu."
"Berhentilah mengatakan omong kosong."
Raksasa wanita di belakangnya membuka matanya dan dalam sekejap kedua tanganku terpotong-potong hingga darah menyembur ke segala arah. Aku masih bisa menghindarinya meskipun kedua tanganku terpotong-potong. Raksasa itu memiliki kemampuan seperti Solomon hanya saja dia bisa menggunakan kekuatannya beberapa kali tanpa batas, tepat saat aku berlari kepalaku terpenggal ke udara lalu jatuh ke tanah.
Dalam hitungan detik setiap tubuh dan darahku kembali menyatu dan lalu membentuk dirinya sedia kala.
Aku bisa hidup kembali namun tidak berarti aku tidak merasakan sakit, setelah merasakan beberapa kali kematian aku bahkan merasa takut pada diriku yang mulai terbiasa merasakannya.
Aku berteriak pada Nightmare.
__ADS_1
"Cobalah ingat siapa dirimu, kaulah sendiri yang mengubah ingatanmu setelah membunuh orang tuamu."
"Mustahil aku sama sekali tidak."
Nightmare berteriak selagi memegangi kepalanya.
"Ini bohong, semuanya bohong."
Nightmare membuka buku hitam di tangannya, sebelum dia akan menggunakannya sebuah bayangan melahap tangannya, bayangan itu berasal dari buku yang dipegangnya.
"Apa yang terjadi?" teriaknya.
Aku buru-buru maju, menebas tangan Nightmare lalu menarik tubuhnya menjauh.
Dari buku itu perlahan sosok bayangan itu mulai bertambah besar kemudian membentuk dirinya sebagai bayangan manusia.
"Akhirnya aku sampai ke tahap ini juga, sebelumnya aku gagal namun tak kusangka kau sendiri yang malah membuatku sempurna, sekarang sudah waktunya."
Bayangan itu melahap tubuh raksasa wanita sehingga membentuk bola hitam dan secara perlahan mengecil lalu hancur menyisakan tubuh wanita dewasa seperti yang kami lihat sebelumnya hanya itu tubuh wanita yang normal.
Ia membuka matanya menunjukan mata berwarna kuning emas.
"Biar aku perkenalkan, aku adalah Asteroid... aku adalah makhluk yang diciptakan dari kesombongan para manusia yang berasal dari menara Babel, salam kenal."
Di saat yang sama Nightmare berteriak kesakitan.
"AAAAAARGH."
"Ara, sepertinya ingatannya telah kembali padanya."
__ADS_1