Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 454 : Melawan Pahlawan Bagian Satu


__ADS_3

Malam harinya secara diam-diam aku meninggalkan penginapan tanpa mengenakan topeng di wajahku, ini belum mencapai tengah malam akan tetapi seluruh jalan yang kulalui telah sepi dengan orang-orang terbaring di jalanan.


Itu mengejutkan bagaimana kota yang seramai ini menjadi kota seperti ini, namun jawabannya sederhana.


Di depanku sosok Amnesty sedang bersandar di salah satu sudut bangunan selagi menyilangkan tangannya.


"Selamat malam Lion, kuyakin kau memutuskan untuk pergi ke ibukota sendirian?"


Di mana ada masalah ratu dewi ini selalu muncul di dekatku, ia pasti membuat semua orang tertidur di jalanan.


"Firasatku mengatakan bahwa orang yang disebut pahlawan itu sangat kuat dibandingkan raja iblis."


"Alasannya?"


"Dia hanya duduk di singgasananya dengan santai dan menggerakkan orang-orang di bawahnya, itu seperti menyiratkan bahwa dia tidak perlu membuang waktunya dengan hal kecil... dan juga, pasti para dewi pun tidak membiarkan orang seperti itu terus hidup di dunia ini."


"Seperti biasa pemikiran Lion sangat tajam dan tepat. Dia adalah pahlawan yang kuat dari pahlawan lainnya, bahkan sekitar 50 pahlawan yang dikirim Venus mampu dibunuh olehnya dengan mudah."

__ADS_1


"Aku membenci orang seperti itu jadi aku yang akan membunuhnya, sampai nanti."


Aku berjalan melewatinya dan Amnesty berkata tanpa kami saling menoleh satu sama lain.


"Last Around milikmu sangat berbahaya Lion, tapi aku akan menjamin semua orang yang tidak bersalah tidak akan mati, akan kupindahkan semua orang di ibukota saat kau bertarung."


"Aku sangat menghargainya."


"Last Around Nightmare adalah memberikan mimpi buruk pada semua orang melebihi kematian sementara kau, Lion... Kegelapan yang muncul saat kau ingin melindungi banyak orang."


Aku melambaikan tangan dan menghilang dengan menggunakan Teleportasi Gate. Seperti yang dikatakan Amnesty tidak ada lagi orang di ibukota, semuanya lebih sepi dari kota yang kutinggalkan. Setelah menyusuri jalanan utama, di tengah kota ada istana megah putih yang menyambutku.


"Tiba-tiba saja semua wanita di kamarku menghilang, bahkan seluruh kota ini juga, apa semua ini ulahmu."


"Benar, aku datang untuk membunuhmu."


Dia tertawa terbahak-bahak lalu mengangkat pedangnya yang jelas itu merupakan sebuah pedang excalibur berwarna emas.

__ADS_1


"Kau pasti salah satu pahlawan yang dikirim dewi, sudah sejak lama semenjak aku membunuh mereka, kuharap kau lebih kuat dari yang terlihat."


Dia bangkit lalu melesat maju ke arahku.


Dia menebas dan aku menahannya hingga aku terpental sejauh puluhan meter menembus pilar-pilar istana sebelum akhirnya mendarat di atas rumah penduduk.


Tak hanya bergerak cepat pahlawan ini mampu menggunakan sihir terbang yang kemudian dia mendarat di salah satu rumah.


Aku pun bangkit dengan mata berpola bintang.


"Haha kau cukup kuat, ini akan jauh lebih menarik."


Giliranku yang menyerangnya, dengan teknik tebasan cepat kilatan cahaya mewarnai pertarungan ini, aku mengayunkan pedangku dan saat ia menghindarinya aku menendang tubuhnya hingga dia jatuh menukik ke bawah dengan ledakan memekakkan telinga.


Aku mendaratkan kakiku di tanah hingga sekitar lima lingkaran sihir dengan pola api tercipta lalu memberikan tembakan api secara bersamaan tanpa henti.


Pahlawan menaikan pedangnya lalu setiap seranganku dihisap oleh excalibur, melenyapkannya dalam hitungan detik.

__ADS_1


Dia menyerap kekuatan orang lain untuk dijadikan sumber energi baginya, ia menebaskan pedangnya di udara dan sebuah bilah cahaya mirip sebuah sirip ikan hiu meluncur ke arahku.


Aku menggunakan skill dosa mematikan dan itu melenyapkannya dengan mudah.


__ADS_2