Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 94 : Serangan Raja Iblis Barat


__ADS_3

Empat Minggu berikutnya aku menghabiskan waktu di perpustakaan yang sepi di mana Rion duduk di atas meja di depanku sementara aku membaca buku tanpa menoleh ke arahnya.


Seperti tujuanku di akademi ini aku hanya ingin belajar berbagai sihir hingga tanpa kusadari skill yang ada di kartu petualangku telah tak terhitung jumlahnya.


Aku masih mengikuti pelajaran sayangnya itu masihlah belum cukup.


"Kau yakin bisa bersantai seperti itu Lion, bukan berarti aku tidak senang hanya saja kau tahu.. yang lainnya telah berjalan lebih dulu, Rayker tak hanya jadi siswa akademi dia juga mengumpulkan beberapa orang penjaga dan ahli bertarung dari berbagai ras untuk ditempatkan di benua iblis, Isabela juga mengirim kaumnya ke sana."


"Aku juga bekerja Rion hanya aku bekerja dari sini... aku sudah mengirim surat kepada Rosvalia dan juga Huang Lien, mereka berkata akan membantu juga."


"Soal negara angin kah, apa Huang Lien benar-benar tidak mengajukan persyaratan apapun?"


"Aah, ia bilang aku sudah banyak membantu jika dia diharuskan merawat negeri tanah dan angin dia tidak keberatan katanya itu juga bisa menggabungkan kedua negeri akan semakin kokoh."


"Begitu."


"Memang benar aku sudah terlalu banyak bersantai dan sekarang sudah waktunya kita bekerja, aku telah mempelajari [Teleportasi Gate] dengan ini meski kita belum pernah kemanapun aku bisa pergi ke sana."


"Sihir tingkat atas itu kah... memang itu sangat membantu."


Aku menutup buku lalu meletakkannya di rak perpustakaan sebelum akhirnya Gracia muncul dengan wajah panik.


"Lion kau harus membantu kerajaan ini, setelah calon pengantin diculik oleh pria bertopeng kini ribuan pasukan iblis berserta raja iblis Barat datang menyerbu."


Soal calon pengantin sebenarnya akulah lah yang menculiknya tapi lain kali aku akan mengatakannya padanya.


Untuk sekarang mari bantu kerajaan ini.


Rion berubah jadi pedang di pinggangku dan aku mengikuti Gracia dari belakang menuju luar kota, aku tidak menyangka bahkan Gracia yang disebut mantan pahlawan tidak bisa mengatasinya sendirian.

__ADS_1


Saat aku melihat jumlah musuh yang menyerang hal itu terjawab sudah.


"Semuanya sekitar 10.000 pasukan dengan setengahnya adalah Arc Demon."


Tak hanya pasukan kerajaan para siswa akademi juga dituntut bertarung, Ryker dan Nibela ada diantaranya.


Salah satu iblis terbang melesat ke arah kami berdua, aku mengayunkan pendangku dan dalam sekejap tubuhnya terbelah menjadi dua bagian hingga menyisir di bawah kakiku.


"Akan berbahaya jika pertarungan ini diteruskan, tarik semua pasukan yang tidak bisa bertarung biar aku mengalahkan sisanya."


"Aku juga ikut."


Gracia mengambil pedang dari tubuhnya.


"Aku mengerti."


Jika dengan sosok Nibela hal ini akan sangat mudah diatasi, namun itu terlalu beresiko jika identitasnya terkuak, sampai semuanya reda kami harus menyembunyikannya.


Secara cepat kami membunuh iblis yang berada di depan kami hingga mereka tidak memiliki kesempatan.


"Hell fire."


Bam.


Api membakar iblis dengan jumlah besar.


"Lion?" ucap Nibela.


"Terus habisi musuhnya dan suruh orang yang terluka untuk mundur."

__ADS_1


"Aku mengerti... kalian dengar kita mundur."


"Kenapa kami harus mengikuti perintah siswa akademi?"


Ryker meletakan pedangnya.


"Lakukan saja jika kau tidak ingin mati, lagipula pemimpin kalian sudah tewas."


"Ba-baik."


Itu cukup membantu.


Seekor Minotaurus bertubuh raksasa mengangkat pedang besarnya ke atas, tepat saat dia menjatuhkannya Gracia menahannya hingga kakinya merebas ke tanah.


Aku akan mengatasi ini, kupercayakan raja iblisnya.


"Kau memberi hal yang sulit padaku, jika kau mengalahkannya aku akan melakukan apapun untukmu."


"Itu baru menarik."


Aku berlari melewati bawah Minotaurus dan melesat maju.


Aku bisa melihat seorang bertubuh besar duduk di sebuah tandu.


Dia pasti raja iblisnya, dengan sekali ayunan aku mengirimkan tebasan dan dia menahannya dengan pedang besar kendati demikian tubuhnya terlempar olehku.


"Kau?"


"Aku adalah orang yang membunuh raja iblis Utara sekarang sepertinya aku juga akan membunuhmu."

__ADS_1


"Jadi kau orangnya, ini akan menarik."


__ADS_2